BALITOPIK.COM, BALI – Warga diaspora (berbagai umur) asal Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menggandeng media online Bali Topik (Balitopik.com) melakukan aksi bersih sampah di pantai. Kali ini, hampir ribuan jumlahnya, mereka menyasar salah satu destinasi wisata yaitu Pantai Jerman, Kuta, Bali, Minggu (5/4/2026), sore.
Tema kegiatan hari ini adalah “Ngayah Untuk Bali – Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung”. Aksi ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya pada 15 Maret 2026 di Pantai Legian dan Pantai Kuta, yang mengangkat tema “Jaga Bali Rumah Kita Bersama”.
Koordinator kegiatan, Yos Koilmo, mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab karena Bali kini menjadi tempat tinggal sekaligus tempat mencari mata pencaharian.
“Kami sadar bahwa kami berasal dari Alor, merantau ke sini, tinggal dan mencari hidup di sini. Karena itu, ada istilah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, dan kami mengaplikasikannya dalam kegiatan sosial,” kata Yos.
Ia menambahkan, kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, yang menyediakan fasilitas kerja serta dua alat berat pengangkut sampah.
“Kami dibantu dengan dua alat berat sebagai pengangkut, serta beberapa fasilitas kerja. Jadi pada dasarnya kami menyumbangkan tenaga untuk memungut sampah yang ada,” tambahnya.
Tokoh warga Alor di Bali, Frits Atabuy, menilai persoalan sampah saat ini menjadi momok yang harus disadari bersama. Ia menegaskan pentingnya gotong royong dalam menyelesaikan masalah lingkungan.
“Peduli terhadap lingkungan dimulai dari hal kecil. Langkah gotong royong seperti ini harus terus dilakukan, dilatih, dan diedukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, terutama dari sampah plastik,” ujar Frits.
Ia juga mengajak seluruh warga, baik pendatang maupun lokal, untuk bersama-sama menjaga Bali agar tetap asri dan memiliki taksu.
Sementara itu, Founder Bali Topik, Rovin Bou, menegaskan pihaknya tidak hanya berperan sebagai penyampai berita, tetapi juga turut melakukan aksi nyata.
“Hari ini Bali Topik kembali berkolaborasi dengan warga diaspora asal Alor dalam aksi sosial. Sebagai pekerja media, kami memiliki akses ke pemerintah. Melihat semangat teman-teman Alor yang luar biasa, kami berupaya mengoordinasikan dukungan fasilitas kerja dari pemerintah setempat,” tutup Rovin.
Untuk diketahui, ratusan warga Alor yang terlibat dalam aksi ini tergabung dalam berbagai komunitas, di antaranya: Bungawaru, Klonbring, Otvai, Pitang Topuna, Kabola, Keluarga Batulolong, Kampoeng Alor, Klon Tebet Nuk, IKAP, Onongtou, Panbers, Pilanuku, Kailesa, Pisnuk Poumnuk, Tominuku, Habbang Wal, Ikatla, Taidu, dan Gepab. (*)









