BALITOPIK.COM, DENPASAR – Yayasan Tri Hita Karana (THK) dan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara sepakat memperkuat sinergi untuk mendorong dunia usaha di Bali menerapkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan atau industri hijau.
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap standar lingkungan melalui penguatan hubungan antara THK Awards dan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER).
Komitmen tersebut mengemuka saat Kepala Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi, menerima audiensi Yayasan Tri Hita Karana di Denpasar, Senin (13/7/2026). Pertemuan membahas pelaksanaan THK Awards 2026 sekaligus peluang kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di sektor usaha.
Ketua Yayasan Tri Hita Karana, I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, mengungkapkan bahwa selama 25 tahun penyelenggaraan THK Awards atau memasuki Jubelium Perak, sebanyak 500 hotel, perkantoran, kampus, dan sekolah telah mengikuti proses akreditasi berbasis nilai-nilai Tri Hita Karana.
Namun, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah penerima penghargaan tertinggi THK Awards yang belum sepenuhnya memenuhi kewajiban dalam pengelolaan lingkungan.
“Untuk itu kami harap Pusdal LH Bali Nusra dapat bersinergi dengan THK, sehingga seluruh industri memiliki nilai PROPER Taat,” ujar Wisnu Wardana.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi, menjelaskan bahwa Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) merupakan instrumen pemerintah untuk mengevaluasi sekaligus mendorong perusahaan memenuhi ketentuan lingkungan hidup.
Program tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2025 yang memberikan mekanisme insentif maupun disinsentif kepada pelaku usaha agar menerapkan praktik pengelolaan lingkungan yang melampaui standar kepatuhan atau beyond compliance.
Menurutnya, PROPER dan THK Awards memiliki tujuan yang saling melengkapi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sinergi kedua program diyakini mampu memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha sekaligus meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan melalui pendekatan regulasi yang dipadukan dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali.
Salah satu fokus yang dinilai penting adalah integrasi unsur-unsur Tri Hita Karana dalam pembinaan PROPER, khususnya untuk memperkuat praktik pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di Bali.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kepatuhan industri terhadap regulasi lingkungan, tetapi juga memperkuat budaya perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan, keseimbangan alam, serta tanggung jawab sosial. (*)









