BALITOPIK.COM, BADUNG – Pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mulai diperluas di satuan pendidikan Kabupaten Badung. Hingga 2026, sebanyak 559 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP telah mendapatkan perangkat Papan Interaktif Digital (PID).
Penggunaan perangkat tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Badung mendorong pembelajaran yang lebih interaktif sekaligus menyesuaikan metode pendidikan dengan perkembangan teknologi.
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta melihat langsung pemanfaatan PID saat meninjau hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD No. 3 Abiansemal, Rabu (14/10/2026).
Menurut Bagus, transformasi pendidikan tidak cukup hanya melalui perbaikan bangunan sekolah. Pemanfaatan teknologi juga perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan guru agar perangkat digital benar-benar berdampak terhadap proses belajar siswa.
“Kami berharap teknologi ini benar-benar dimanfaatkan oleh para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang menarik, interaktif, dan berkualitas. Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui sarana prasarana serta penguatan kompetensi guru,” ujar Bagus.
Selain perangkat digital, program revitalisasi juga menyasar fasilitas fisik sekolah. Di SD No. 3 Abiansemal, revitalisasi meliputi ruang kepala sekolah, ruang guru dan perpustakaan.
Fasilitas tersebut diharapkan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman dan representatif bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Bagus juga meminta seluruh fasilitas yang telah diberikan dijaga dan dirawat. Menurutnya, keberlanjutan manfaat program sangat bergantung pada pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas oleh pihak sekolah.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana mengungkapkan program revitalisasi telah menyasar sejumlah sekolah di Badung.
Pada 2025, sebanyak empat satuan pendidikan mendapat program tersebut, terdiri dari dua SD yakni SD No. 3 Abiansemal dan SD No. 1 Bongkasa Pertiwi serta dua SMP yakni SMP Negeri 3 Kuta Selatan dan SMP Negeri 2 Petang.
Total anggaran untuk program revitalisasi pada 2025 tersebut mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Untuk 2026, program revitalisasi kembali dilanjutkan dengan sasaran 10 SD, 12 PAUD dan dua SMP yang mengalami kerusakan ringan.
“Untuk tahun 2026, Pemkab Badung mendapat revitalisasi yang menyasar 10 Sekolah Dasar, 12 PAUD, dan 2 SMP dengan kondisi tingkat kerusakan ringan,” jelas Dwipayana.
Perluasan PID dan revitalisasi sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus memperkuat kesiapan satuan pendidikan menghadapi perkembangan pembelajaran berbasis teknologi.
Pemkab Badung berharap fasilitas digital yang telah tersedia tidak berhenti sebagai perangkat tambahan di ruang kelas, tetapi benar-benar digunakan untuk memperkaya metode pembelajaran dan meningkatkan pengalaman belajar siswa.









