BALITOPIK.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menanggapi santai hujatan yang diarahkan kepadanya di media sosial. Dia bilang kalau ada yang mencari kebahagiaan dengan cara menghujatnya, silahkan.
Hal itu disampaikan dalam Pidato 1 Tahun Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Periode 2025–2026 di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Bali, Rabu (25/3/2026).
“Ada yang suka, ada yang tidak suka, bahkan tiang sudah dalam posisi kalau memang dengan cara membully, menghujat dan mencaci maki di media sosial hidupnya jadi bahagia, silahkan,” ungkap Koster.
Bahwa, lanjut Koster, fenomena tersebut tidak bisa dilepaskan dari filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang mencerminkan keseimbangan alam beserta isinya, termasuk adanya rasa cinta dan benci sebagai bagian dari dinamika kehidupan.
Koster mengaku telah berada pada titik di mana ia memilih merespons hujatan dengan senyum. Karena dilihatnya sebagai sesuatu yang harus disikapi dengan bijak dan penuh kesadaran.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap terbuka Koster terhadap berbagai bentuk kritik, sekaligus menjadi penegasan bahwa dirinya tidak akan terpengaruh oleh serangan personal di media sosial.
Ia menilai, setiap individu memiliki cara masing-masing dalam mengekspresikan diri, meskipun tidak semuanya dilakukan dengan cara yang bijak.
Menurutnya, kebahagiaan adalah hak setiap orang, bahkan jika itu diperoleh dengan cara yang menurutnya kurang tepat. Namun demikian, ia memilih untuk tidak membalas dengan hal serupa dan tetap fokus pada tugasnya sebagai kepala daerah.
“Kalau memang itu cara dia untuk berbahagia silahkan. Karena hidup yang mulia adalah membahagiakan orang. Jadi kalau dia bahagia dengan cara membully, silahkan. Tiang senyum-senyum saja,” tutupnya.
Koster menegaskan komitmennya untuk tetap bekerja dan menjalankan program pembangunan Bali. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga Bali. (*)









