Balitopik.com, BALI – Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali I Nyoman Parta berharap pihak penegakan hukum melakukan investigasi terhadap penyebab matinya ratusan pohon mangrove di di areal atau kawasan Pelindo Benoa, persisnya di barat jalan pintu masuk Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan.
“Saya mohon kepada pihak Polda Bali dan Kejati Bali untuk mengusut siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Ini pohon mangrove di pinggir jalan yang bisa dilihat oleh semua orang, masa dibuat mati tanpa pertanggungjawaban,” ucapnya saat meninjau langsung di lokasi, Jumat (20/2/2026) sore.
Diketahui, pohon mangrove yang mati tersebut jenis Sonneratia Alba (prapat), Rhizophora Apiculata (bakau), Avicennia Marina (api api). Tak tanggung-tanggung diperkirakan sekitar 200-300 pohon mangrove mati serentak secara tak wajar.
Berdasarkan informasi awal, kata Nyoman Parta, ratusan pohon mangrove tersebut mati diduga akibat rembesan minyak dari pipa pertamina di wilayah itu yang bocor. Belum tahu persisnya kapan namun diduga bocor saat pemeliharaan pipa penyalur BBM dari Pelabuhan Benoa menuju Terminal Pertamina Pesanggaran pada akhir tahun 2025 lalu.
“Saya curiga ini matinya tidak faktor alami. Memang perlu dibuktikan tapi berdasarkan informasi awal ada kebocoran pipa milik pertamina atau perusahaan yang ada di sini,” ungkapnya.
Selain itu, Nyoman Parta juga meminta pihak Tahura, Pelindo, Jasa Marga, Pertamina dan Indonesia Power untuk ikut bertanggung jawab.
“Ini (mangrove) matinya bukan karena umur tapi karena faktor luar. Kita akan minta pihak Tahura, Pelindo, Jasa Marga, Pertamina dan Indonesia Power kenapa ratusan mangrove ini mati,” tandasnya. (*)















