BALITOPIK.COM, GIANYAR – Transformasi Posyandu di Bali membawa perubahan besar dalam pembangunan desa. Sejalan dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini memegang peran strategis yang menentukan hingga 85 persen keberhasilan pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.
Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa para kader harus meningkatkan pemahaman terhadap enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) agar mampu menjalankan tugas secara optimal.
Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” di Pura Manik Corong dan Desa Babakan, Kecamatan Gianyar, Selasa (7/4/2026).
“Kesuksesan pelaksanaan program Posyandu akan berpengaruh hingga 85 persen terhadap pembangunan desa. Dampaknya akan berjenjang hingga kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi,” tegasnya.
Ia menambahkan, Posyandu memiliki peran penting karena mengedepankan pendekatan bottom-up, di mana kader secara aktif mendata persoalan masyarakat dan mendorong tindak lanjut dari pemerintah.
“Kader Posyandu adalah harapan kita. Mereka harus terus belajar dan meningkatkan pemahaman sesuai bidang tugasnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai bagian dari tanggung jawab bersama masyarakat.
“Sampah harus dikelola dari rumah tangga dengan memilah sesuai jenisnya sebelum dibawa ke TPS3R dan TPST. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah akan menjadi ancaman bagi masa depan anak cucu kita,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kader, TP Posyandu Provinsi Bali menyalurkan bantuan kepada 126 kader di Desa Sumita dan Babakan berupa 3.780 kilogram beras, 7.560 butir telur, serta 250 kotak susu.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menjelaskan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan, hingga ketertiban dan perlindungan masyarakat.
Di tingkat daerah, Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat kapasitas kader dan sistem kelembagaan. Saat ini, Gianyar memiliki sekitar 4.300 kader Posyandu yang seluruhnya telah terdaftar dan didukung sistem informasi berbasis aplikasi untuk integrasi data hingga tingkat kabupaten. (*)









