BALITOPIK.COM DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat sektor ekonomi berbasis kearifan lokal. Salah satu langkah strategis yang kini digencarkan adalah penanaman pohon kelapa untuk mendukung kebutuhan adat, keagamaan, sekaligus produksi arak Bali yang kian diminati.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam pidato satu tahun masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2025–2026 di Ruang Sidang Utama DPRD Bali, Rabu (25/3/2026).
Dalam pidatonya, Koster menegaskan bahwa kelapa memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Selain sebagai bahan utama dalam berbagai upacara adat dan keagamaan, kelapa juga menjadi bahan baku utama dalam produksi arak Bali yang kini semakin berkembang.
“Saat ini kita sedang gencar untuk kepentingan upakara adat dan produksi tuak sebagai bahan baku Arak Bali,” kata Koster.
Ia menambahkan, meningkatnya permintaan arak Bali, baik di pasar lokal maupun nasional, menjadi peluang besar yang harus diimbangi dengan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan.
Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya Pemprov Bali dalam menjaga ketahanan ekonomi berbasis budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Bahwa, kata dia, berdasarkan laporan yang diterima dari penjualan Arak di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arak Bali sangat diminati oleh para pelancong yang hendak kembali ke negara asalnya.
“Arak Bali yang di jual di pintu keberangkatan Internasional, itu produknya laku keras. Best seller mengalahkan produk lainnya. Sekitar 400 sampai 500 liter Arak Bali habis dalam sebulan,” terangnya.
Dengan program penanaman kelapa yang masif, diharapkan Bali tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga memperkuat posisi arak Bali sebagai produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Maka harus dilakukan penanaman pohon kelapa agar produksi arak terus meningkat karena semakin diminati oleh para wisatawan yang ada di Bali,” tandasnya.
Untuk diketahui saat ini Pemerintah Provinsi bali telah melaksanakan program tanam kelapa di sejumlah lokasi. Sudah puluhan ribu berbagai jenis bibit kelapa yang ditanam.
Kabupaten Klungkung: Penanaman kelapa daksina dilakukan di kawasan Embung, Tukad Unda, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan.
Kabupaten Karangasem: Fokus penanaman Kelapa Genjah (seperti Genjah Kuning Bali/Nyuh Bulan dan Genjah Salak) dilakukan di Desa Adat Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen.
Kabupaten Badung: Penanaman 2.000 benih Kelapa Genjah difokuskan untuk petani di Desa Kutuh dan Pecatu. (*)









