BALITOPIK.COM, DENPASAR – Putri Koster, penerima penghargaan lifetime achievement dari KPID Bali, menyampaikan apresiasi sekaligus pesan penting kepada insan penyiaran di Bali agar terus menjaga kualitas informasi yang disajikan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-93 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, sebuah siaran akan memiliki nilai tinggi apabila mampu menghadirkan informasi yang jelas, transparan, dan sesuai fakta. Selain itu, media juga dituntut untuk memberikan edukasi serta menyampaikan informasi secara cepat dan tepat.
“Informasi yang berkualitas adalah yang berbasis data dan fakta, serta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya persaingan sehat di dunia penyiaran agar tidak memunculkan hoaks yang berpotensi menyesatkan dan memecah belah masyarakat.
Sebagai penyampai informasi, insan media diharapkan mampu mengolah kata secara komunikatif dan konstruktif, serta menjaga nilai-nilai positif yang mendukung persatuan dan pembangunan.
Putri Koster turut mengingatkan agar penyiar tidak menyajikan informasi yang tidak berimbang, karena dapat menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Di sisi lain, pesatnya perkembangan media sosial juga menjadi tantangan tersendiri. Ia menilai setiap individu kini berperan sebagai penyampai informasi, sehingga penting untuk tetap menjunjung tinggi prinsip jurnalistik.
“Media sosial adalah ujian yang menunjukkan karakter kita. Jangan sampai kita kehilangan integritas sebagai penyaji informasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KPID Bali, Agus Astapa, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap siaran radio dan televisi, termasuk penyiaran daring.
Ia mengungkapkan, dari total 66 radio dan 30 televisi daring di Bali, hingga kini belum ditemukan pelanggaran yang berujung sanksi.
“Jika ada pelanggaran, kami akan memberikan teguran secara bertahap hingga tindakan tegas,” jelasnya.
Dengan mengusung tema “Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional”, peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-93 diharapkan mampu memperkuat kualitas informasi yang berimbang, terverifikasi, dan layak konsumsi publik.
Dalam kesempatan tersebut, juga diberikan sejumlah penghargaan kepada insan penyiaran, di antaranya penyiar muda berbakat, penyanyi muda, serta program siaran yang berperan dalam melestarikan bahasa Bali. (*)









