BALITOPIK.COM, BADUNG – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, turun langsung memantau operasional di TPST Mengwitani pada Minggu (12/04/2026), menyusul lonjakan volume sampah yang kini mencapai lebih dari 120 ton per hari.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup menekankan pentingnya sinergi dari hulu hingga hilir dalam pengelolaan sampah. Ia menilai, tanpa kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, beban fasilitas pengolahan akan terus meningkat.
Sebagai bentuk apresiasi, Wabup menyerahkan 1.000 paket makanan kepada petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung yang selama ini bekerja di garis depan.
“Dedikasi petugas sangat luar biasa. Namun, kerja keras ini tidak akan cukup jika sampah terus bertambah tanpa pemilahan dari sumbernya,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah mengkaji langkah percepatan penanganan residu sampah, termasuk mendorong kepastian regulasi agar fasilitas seperti incinerator bisa segera dioperasikan.
Menurutnya, kapasitas pemilahan di TPST Mengwitani saat ini maksimal sekitar 90 ton per hari, sementara volume sampah yang masuk telah melampaui angka tersebut.
“Solusi jangka pendek adalah penguatan teknologi, tetapi solusi jangka panjang tetap pada kesadaran masyarakat untuk memilah sampah organik dan non-organik,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala DLHK Badung, Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa sampah yang masuk setiap hari terdiri dari 70–90 ton sampah campuran dan 50–70 ton sampah organik.
Kondisi ini menyebabkan penumpukan karena kapasitas pengolahan belum mampu mengimbangi volume yang terus meningkat.
“Kami menggunakan sistem hybrid, kombinasi tenaga manusia dan mesin. Namun lonjakan volume membuat antrean tetap terjadi,” jelasnya.
Ia juga menyebut bahwa optimalisasi penanganan residu masih terkendala regulasi terkait operasional incinerator.
Di akhir kunjungan, Wabup kembali mengajak masyarakat menjadikan kebiasaan memilah sampah sebagai gaya hidup baru demi mewujudkan Badung yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. (*)









