BALITOPIK.COM, DENPASAR – Di tengah berbagai upaya yang masih berjalan, Hanif Faisol Nurofiq justru digeser ke posisi baru di sektor pangan. Ia dilantik menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan oleh Presiden Prabowo pada Senin (27/4/2026) di Jakarta.
Sebagaimana diketahui, selama menjabat, Hanif dikenal aktif mendorong percepatan penanganan sampah, termasuk di Bali yang kerap menjadi perhatian nasional hingga internasional.
Ia beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang mengalami kelebihan kapasitas, serta persoalan sampah plastik yang mencemari kawasan pesisir. Hanif mungkin boleh dikatakan sebagai menteri yang sering dilihat masyarakat Bali.
Hanif juga mendorong penguatan pengelolaan sampah dari sumber, seperti optimalisasi bank sampah dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku pariwisata, hingga masyarakat. Kebijakan pembatasan plastik sekali pakai dan dorongan menuju ekonomi sirkular menjadi bagian dari langkah strategis yang diupayakan selama masa jabatannya.
Kini, Hanif dipercaya menempati posisi baru di sektor pangan, sebuah bidang yang juga menjadi prioritas nasional. Akan kah upaya penuntasan sampah di Bali akan dilanjutkan?
Posisi Menteri Lingkungan Hidup selanjutnya diisi oleh Jumhur Hidayat. Sosok ini dikenal sebagai aktivis sekaligus figur publik yang kerap terlibat dalam diskursus kebijakan dan isu kebangsaan. Ia juga diketahui memiliki kedekatan dengan Rocky Gerung, terutama dalam berbagai forum diskusi publik yang kerap menyoroti isu demokrasi, kebijakan negara, dan kritik terhadap pemerintah.
Kedekatan tersebut lebih banyak terbangun dalam ruang intelektual dan pertukaran gagasan, di mana keduanya sama-sama dikenal vokal menyampaikan pandangan kritis.
Saat dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur menyampaikan komitmen untuk memperkuat perlindungan lingkungan dan mempercepat penanganan persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Bali. Ia menegaskan pentingnya penegakan hukum lingkungan, reformasi sistem pengelolaan sampah, serta peningkatan peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, persoalan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak agar solusi yang dihasilkan benar-benar berkelanjutan.
Pergantian ini menjadi momentum penting bagi penanganan masalah lingkungan di Indonesia. Publik kini menanti langkah konkret dari Menteri LH yang baru, terutama dalam melanjutkan dan mempercepat upaya penanganan sampah di Bali yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar. (*)









