BALITOPIK.COM, BADUNG – Keberhasilan Kabupaten Badung dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata kembali menjadi rujukan daerah lain. Kali ini, Bupati Kendal, Jawa Tengah, Dyah Kartika Permanasari, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kendal melakukan kunjungan kerja ke Badung untuk mempelajari strategi pengelolaan pajak dan retribusi sektor hospitality, Selasa (30/6/2026).
Rombongan diterima langsung oleh Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta di Ruang Nayaka Gosana I, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Turut mendampingi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung I Made Agus Aryawan beserta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat sinergi antardaerah sekaligus berbagi pengalaman dalam tata kelola pemerintahan, khususnya optimalisasi PAD.
“Sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Badung. Karena itu, optimalisasi pajak dan retribusi terus kami lakukan melalui penguatan sistem digital, peningkatan pengawasan, serta membangun kepatuhan wajib pajak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Badung juga terus berupaya menjaga kualitas pariwisata melalui pembangunan infrastruktur dan penanganan berbagai persoalan strategis, seperti kemacetan, pengelolaan sampah, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Upaya tersebut kami lakukan agar pariwisata Badung tetap berkualitas dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengungkapkan bahwa kunjungannya tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga mempelajari keberhasilan Badung dalam mengelola sektor pariwisata sebagai sumber utama PAD.
Menurutnya, meskipun Kabupaten Kendal memiliki potensi ekonomi yang besar melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, pendapatan daerahnya masih jauh berbeda dibandingkan Kabupaten Badung.
Ia menjelaskan, keberadaan KEK Kendal telah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai 7,99 persen. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Kendal masih ingin menggali berbagai strategi untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan.
“Terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati beserta jajaran yang telah menerima kami. Tujuan kami selain bersilaturahmi juga ingin belajar bagaimana Badung mampu meningkatkan PAD, termasuk melalui pemberdayaan desa wisata dan sektor pariwisata. Kami berharap ada program yang bisa kami adopsi sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi antara Kabupaten Kendal dan Kabupaten Badung,” ujar Dyah.
Pertemuan tersebut juga menjadi forum diskusi mengenai penguatan tata kelola pajak daerah, pengembangan destinasi wisata, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan efektivitas pelayanan dan penerimaan daerah.
Melalui kunjungan ini, kedua pemerintah daerah berharap dapat membangun kolaborasi yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi pengelolaan pendapatan dan pengembangan sektor pariwisata. (*)









