BALITOPIK.COM, JAKARTA – Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) menawarkan dua program strategis kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, yakni KMHDI Mengajar dan KMHDI Scholarship Mediator, sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi mahasiswa, terutama di daerah tertinggal dan keluarga kurang mampu.
Gagasan tersebut disampaikan dalam audiensi resmi PP KMHDI dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, di kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (13/7/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan dan pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan tinggi nasional.
Audiensi dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP KMHDI periode 2026–2028, Wayan Ardi Adnyana, yang memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus menegaskan komitmen KMHDI untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan pendidikan tinggi.
“Kami hadir tidak hanya untuk memperkenalkan diri, tetapi juga ingin membangun jalinan kerja sama nyata yang berdampak langsung bagi mahasiswa dan masyarakat luas,” ujar Wayan Ardi Adnyana.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Departemen Pendidikan dan Kebudayaan PP KMHDI, I Dewa Gede Darma Permana, memaparkan dua program unggulan yang diharapkan dapat dikolaborasikan dengan Kemendiktisaintek.
Program pertama adalah KMHDI Mengajar, yakni program pendampingan dan pengajaran bagi mahasiswa di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Program ini berfokus pada peningkatan literasi sains, penguatan nilai budaya Hindu, serta pembentukan sekolah binaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat.
Sementara program kedua, KMHDI Scholarship Mediator, dirancang sebagai jembatan informasi dan pendampingan bagi mahasiswa berprestasi untuk memperoleh akses beasiswa di dalam maupun luar negeri. Program ini juga mencakup pendampingan administrasi hingga proses penyelesaian studi.
“Melalui dua program ini, KMHDI ingin menjadi mediator aktif yang mendukung anak-anak negeri, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu dan daerah terpencil, agar bisa mengakses pendidikan tinggi yang berkualitas,” jelas I Dewa Gede Darma Permana.
Menanggapi paparan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Fauzan menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang dibawa PP KMHDI. Menurutnya, program yang ditawarkan sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas akses, meningkatkan mutu, serta memperkuat relevansi pendidikan tinggi di Indonesia.
“Saya sangat mengapresiasi adik-adik KMHDI yang memiliki visi besar untuk bangsa. Kami siap berkolaborasi, terutama dalam memperkuat program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan mahasiswa di lapangan,” kata Prof. Fauzan.
Ia menegaskan Kemendiktisaintek terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan yang memiliki program nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Di penghujung audiensi, Prof. Fauzan juga berpesan agar seluruh kader KMHDI terus menjaga semangat, integritas, dan konsistensi dalam mengabdi kepada bangsa melalui dunia pendidikan.
“Jaga semangat, jaga integritas. Jadilah agen perubahan yang membawa cahaya bagi sesama,” pesannya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kerja sama yang lebih konkret antara PP KMHDI dan Kemendiktisaintek dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)









