BALITOPIK.COM, DENPASAR – Dua mahasiswi kembar Universitas Udayana (Unud) asal Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengharumkan nama Bali setelah berhasil menyumbangkan total tiga medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Kempo Indonesia (FKI) 2026 yang berlangsung di GOR Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, pada 8–11 Juli 2026.
Kedua atlet berprestasi tersebut adalah Maria Devianita Nanggor, mahasiswi semester V Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Udayana, dan saudari kembarnya, Maria Devianeta Nanggor, mahasiswi semester V Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Udayana.
Meski menjalani pendidikan di fakultas yang berbeda, keduanya mampu membagi waktu antara aktivitas akademik dan latihan hingga tampil gemilang di ajang nasional.
Raihan enam medali dari pasangan atlet kembar ini menjadi salah satu penyumbang penting bagi kontingen Provinsi Bali yang berhasil meraih posisi Juara Umum II dengan perolehan sembilan medali emas, sembilan medali perak, dan 16 medali perunggu.
Maria Devianita Nanggor tampil impresif dengan menyabet dua medali emas dari nomor Randori Beregu dan Randori Perorangan. Ia juga menambah satu medali perunggu pada nomor Tandoku.
Sementara itu, Maria Devianeta Nanggor turut menunjukkan performa terbaiknya dengan mempersembahkan satu medali emas pada nomor Tandoku serta dua medali perak, salah satunya dari nomor Randori Perorangan.
Prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan konsistensi yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun. Sebagai putri daerah asal Manggarai Timur, keduanya membuktikan bahwa semangat pantang menyerah mampu membawa mereka bersaing di tingkat nasional sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi prestasi olahraga Bali.
Keberhasilan ini juga bukan kali pertama diraih oleh pasangan atlet kembar tersebut. Sebelumnya, Maria Devianita Nanggor dan Maria Devianeta Nanggor telah mengharumkan nama Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia Kempo dengan meraih medali emas dan medali perak pada kompetisi internasional yang diselenggarakan di Tunisia dan Portugal.
Rekam jejak tersebut semakin menegaskan kualitas keduanya sebagai atlet nasional yang mampu bersaing secara konsisten di level internasional sekaligus menjadi aset berharga bagi pembinaan olahraga Bali.
Prestasi yang diraih kedua mahasiswi Universitas Udayana ini menjadi kebanggaan bagi keluarga, masyarakat Manggarai Timur, sivitas akademika Universitas Udayana, serta kontingen Provinsi Bali.
Keberhasilan mereka juga mencerminkan komitmen Universitas Udayana dalam mendukung pengembangan mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga dalam pengembangan minat, bakat, dan prestasi olahraga.
Raihan enam medali pada Kejurnas Federasi Kempo Indonesia 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk terus mengembangkan potensi, menjaga disiplin, serta tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi.
Keberhasilan Maria Devianita Nanggor dan Maria Devianeta Nanggor membuktikan bahwa ketekunan, kerja keras, serta kemampuan menyeimbangkan pendidikan dan olahraga mampu melahirkan prestasi yang membanggakan, tidak hanya bagi almamater, tetapi juga bagi daerah dan Indonesia. (*)









