• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Sanggar Tari Rare Cili Kedonganan, Lingkungan Ketapang, Kelurahan Kedonganan, Kecamatan Kuta, usai tampilkan Barong Landung bertajuk “Les Kelanguan” di PKB 2026. -IST

Les Kelanguan Memukau PKB 2026, Duta Badung Angkat Spirit Tradisi Mebuug Buugan Kedonganan

1 bulan ago
Dr. Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA. -BALITOPIK.COM

PWA: Cara Bali Ajak Dunia Jaga Budaya Indonesia

1 jam ago
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma saat menerima penghargaan. -IST

25 Tahun Konsisten, Bank BPD Bali Raih Tiga Penghargaan

14 jam ago
I Nyoman Parta. -BALITOPIK.COM

Satu Juta Sarjana Menganggur, Catatan Kritis 81 Tahun Indonesia Merdeka

23 jam ago
Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Badung saat berlatih. -BALITOPIK.COM

70 Paskibraka Badung Intensif Berlatih, Siap Jalankan Tugas HUT ke-81 RI

24 jam ago
Ilustrasi

Diaspora NTT Gelar Dialog, Spirit Rengasdengklok hingga Respons Gempa Flores

24 jam ago
Suasana sidang paripurna ke-47 dalam rangka peringatan hari jadi Provinsi bali ke-68. -BALITOPIK.COM

HUT 68, Full Pidato Ketua DPRD dalam Bahasa Bali

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster (kiri). -BALITOPIK.COM

ASN “Malak” atau Persulit Layanan, Silakan Kontak Nomor Pakgub

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster Saat Pidato Dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali dalam rangka HUT ke-68 Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026). -BALITOPIK.COM

HUT 68, Pidato 1 Jam Koster soal Hasil, Progres dan Rencana Pembangunan Bali

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Les Kelanguan Memukau PKB 2026, Duta Badung Angkat Spirit Tradisi Mebuug Buugan Kedonganan

Reporter balitopik.com
10 Juli 2026 - 7:48 am
Sanggar Tari Rare Cili Kedonganan, Lingkungan Ketapang, Kelurahan Kedonganan, Kecamatan Kuta, usai tampilkan Barong Landung bertajuk “Les Kelanguan” di PKB 2026. -IST

Sanggar Tari Rare Cili Kedonganan, Lingkungan Ketapang, Kelurahan Kedonganan, Kecamatan Kuta, usai tampilkan Barong Landung bertajuk “Les Kelanguan” di PKB 2026. -IST

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Duta Kabupaten Badung kembali mencuri perhatian dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Melalui garapan Barong Landung bertajuk “Les Kelanguan”, Sanggar Tari Rare Cili Kedonganan sukses memukau penonton di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Selasa (7/7/2026).

Pertunjukan ini tidak hanya menghadirkan keindahan seni, tetapi juga mengangkat nilai spiritual dan tradisi khas Desa Adat Kedonganan yang masih lestari hingga kini.

Ratusan penonton yang memadati arena pertunjukan tampak larut dalam alur pementasan yang memadukan tabuh, tari, dramatari, serta filosofi kehidupan masyarakat Bali. Garapan tersebut menjadi salah satu sajian yang mendapat apresiasi tinggi dalam rangkaian PKB tahun ini.

Pertunjukan diawali dengan Tabuh Petegak Bebarongan “Jala Maasin”, yang mengangkat filosofi air sebagai sumber kehidupan. Aliran air dari pegunungan hingga bertemu laut dimaknai sebagai simbol keharmonisan alam semesta. Dalam tradisi Hindu Bali, perpaduan air tawar dan air laut juga memiliki makna sakral sebagai bagian dari pelaksanaan yadnya.

Memasuki garapan utama, “Les Kelanguan” mengisahkan perjalanan spiritual manusia melalui tradisi Mebuug Buugan, ritual khas masyarakat Desa Adat Kedonganan yang digelar setiap Manis Nyepi.

Tradisi bermain lumpur tersebut menjadi simbol perjalanan manusia membersihkan diri menuju Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha, yaitu kondisi ketika pikiran, perkataan, dan perbuatan telah disucikan.

Cerita diawali dengan keceriaan anak-anak yang bermain lumpur merah di pesisir sebagai gambaran sifat dasar manusia yang masih dipenuhi berbagai kekotoran batin. Konflik kemudian berkembang menjadi representasi pergulatan ego dalam kehidupan sebelum akhirnya hadir sosok dukuh yang menanamkan ajaran dharma sebagai jalan menuju keseimbangan hidup.

Puncak cerita ditandai dengan prosesi penyucian melalui Sesuhunan yang lunga ngintar, disertai kemunculan tokoh Legong, Telek, hingga manifestasi sakral Ida Jro Wayan dan Ida Jro Luh dalam wujud Barong Landung. Seluruh rangkaian tersebut mempertegas pesan bahwa manusia akan mencapai keharmonisan apabila mampu menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Koordinator Nglawang Barong Landung Duta Kabupaten Badung, Agus Suanjaya, mengatakan garapan “Les Kelanguan” terinspirasi dari kawasan mangrove di pesisir timur Kedonganan yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat setempat.

Menurutnya, karya tersebut sengaja mengangkat tradisi lokal agar semakin dikenal masyarakat luas sekaligus menjadi media pelestarian budaya Bali.

“Kami mengangkat tradisi Mebuug Buugan yang dilaksanakan setiap Manis Nyepi agar masyarakat semakin mengenal warisan budaya Desa Adat Kedonganan. Harapannya, setiap desa adat maupun duta kabupaten lainnya juga terdorong mengangkat tradisi khas daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan proses kreatif pementasan dimulai sejak 11 Februari 2026 dan berlangsung selama sekitar empat setengah bulan. Sebanyak 108 seniman terlibat dalam proses latihan hingga akhirnya tampil sebagai Duta Kabupaten Badung di panggung PKB XLVIII.

Salah satu penari, Agus Suwira, yang memerankan tokoh kakek, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari festival seni terbesar di Bali tersebut.

Menurutnya, PKB menjadi ruang penting bagi para seniman untuk terus berkarya sekaligus menjaga keberlanjutan seni tradisi di tengah perkembangan zaman.

“Pesta Kesenian Bali memberikan pengalaman yang sangat berkesan. Semoga kegiatan ini terus berkembang sehingga seni dan budaya Bali tetap lestari dan semakin dicintai generasi muda,” katanya.

Dalam pementasan tersebut, tokoh kakek digambarkan sebagai sosok panutan keluarga yang menanamkan nilai-nilai kebajikan kepada anak cucunya. Sementara tokoh nenek yang diperankan Gung Gita menjadi simbol kasih sayang, kebijaksanaan, dan pentingnya pewarisan nilai budaya kepada generasi penerus.

Tepuk tangan panjang dari penonton menutup pertunjukan sore itu. Melalui “Les Kelanguan”, Duta Kabupaten Badung tidak hanya menyajikan tontonan yang memanjakan mata, tetapi juga mengajak masyarakat memahami makna penyucian diri, menjaga keharmonisan dengan alam, serta melestarikan tradisi sebagai identitas budaya Bali yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Tags: Art Center DenpasarBarong LandungBudaya BaliDesa Adat KedongananGoogle DiscoverKabupaten BadungKalangan AngsokaLes KelanguanMebuug BuuganPesta Kesenian BaliPKB 2026PKB XLVIIISanggar Tari Rare CiliSeni Tradisi BaliTradisi Bali.
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • PWA: Cara Bali Ajak Dunia Jaga Budaya Indonesia
  • 25 Tahun Konsisten, Bank BPD Bali Raih Tiga Penghargaan
  • Satu Juta Sarjana Menganggur, Catatan Kritis 81 Tahun Indonesia Merdeka
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?