• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Potret peresmian proyek sekaligus penandatanganan kerja sama pihak-pihak terkait. -BALITOPIK.COM

PSEL Bali Resmi Dibangun, Masalah Sampah Ditargetkan Tuntas Mulai 2028

3 bulan ago
Ariawan Surya Librata, S.H., C.P.L.M (Kiri). -BALITOPIK.COM

Investasi di Bali Tak Cukup Andalkan Modal, Ariawan Surya Librata Tekankan Kepastian Hukum

12 jam ago
Nyoman Parta saat bersalaman dengan Suyudi Ario Seto. -BALITOPIK.COM

Bagian 1 dari 5 Tulisan Tentang Pembenahan Polri: Mendengar Suara Rakyat, Membenahi Bayangkara Negara

13 jam ago
Tim PH I Made Daging. -BALITOPIK.COM

Made Daging Ditahan di Tahti Polda Bali, Hakim Minta Hadir di Sidang Praperadilan Jumat

18 jam ago
Tim kuasa hukum I Made Daging. -BALITOPIK.COM

PH Made Daging Bingung Ada Istilah Pemalsuan Intelektual: Alam Pikir Kita Pun Bisa Dipidana

18 jam ago
I Made Somya Putra, S.H., M.H. -BALITOPIK.COM

Panggung Moral, Politik, dan Hukum dalam Permohonan tentang Ijazah Gibran di Mahkamah Konstitusi

19 jam ago
Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna. -BALITOPIK.COM

Respons AWK soal ‘Boikot Bali’: Silakan, Warga Bali Tak Terlalu Antusias dengan Artis

19 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima penghargaan. -BALITOPIK.COM

Bali Dapat Penghargaan dari KPK soal SPI Pendidikan

2 hari ago
Kepala Dishub Badung Anak Agung Gde Rahmadi

Dishub Badung Perluas Penerangan, 2.365 Lampu Jalan Siap Dipasang

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

PSEL Bali Resmi Dibangun, Masalah Sampah Ditargetkan Tuntas Mulai 2028

Reporter balitopik.com
8 Juli 2026 - 3:33 pm
Potret peresmian proyek sekaligus penandatanganan kerja sama pihak-pihak terkait. -BALITOPIK.COM

Potret peresmian proyek sekaligus penandatanganan kerja sama pihak-pihak terkait. -BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, BALI – Pemerintah Provinsi Bali resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (8/7/2026). Proyek strategis nasional ini menjadi langkah besar Bali dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi ramah lingkungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada Semester I Tahun 2028.

Pembangunan PSEL Bali ditandai dengan peresmian proyek sekaligus penandatanganan kerja sama berbagai pihak. Fasilitas ini merupakan proyek pertama yang dijalankan dalam program percepatan PSEL nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pembangunan PSEL menjadi momentum penting dalam upaya mewujudkan Bali yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Menurutnya, pemilihan hari pelaksanaan pembangunan juga disesuaikan dengan penanggalan Bali sebagai simbol harapan agar seluruh proses berjalan lancar hingga selesai tepat waktu.

“Niat baik Bapak Presiden juga dijalankan dengan cara yang baik, dengan memilih hari yang baik untuk memulai pembangunan PSEL ini,” ujar Koster.

Koster menjelaskan pembangunan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar. Pemkot Denpasar bersama Pelindo menyiapkan lahan seluas sekitar enam hektare, sedangkan Pemprov Bali bertanggung jawab melakukan pematangan lahan agar proyek dapat segera berjalan.

Ia menargetkan pembangunan rampung dalam waktu sekitar satu tahun delapan bulan atau pada Oktober 2027, sehingga fasilitas dapat memasuki tahap operasional komersial pada paruh pertama 2028.

“Kalau PSEL ini selesai, persoalan sampah di Bali dapat ditangani secara lebih tuntas,” tegasnya.

Menurut Koster, keberadaan PSEL sangat penting karena Bali merupakan destinasi wisata dunia yang setiap tahun dikunjungi lebih dari 16 juta wisatawan, terdiri dari sekitar 7,5 juta wisatawan mancanegara dan 9,3 juta wisatawan domestik. Sektor pariwisata sendiri menyumbang sekitar 65 persen terhadap perekonomian Bali sehingga kebersihan lingkungan menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing Pulau Dewata.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan proyek tersebut.

“Mewakili Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Bali, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden atas dukungan terhadap pembangunan PSEL ini. Kami akan terus mengawal pelaksanaan pekerjaan agar berjalan sesuai target,” katanya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menilai proyek PSEL Bali menjadi contoh nyata sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, Danantara, serta mitra swasta dalam menyelesaikan persoalan sampah nasional.

Menurutnya, arahan Presiden agar persoalan sampah segera dituntaskan diwujudkan melalui percepatan pembangunan dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik.

“Tanpa sinergi seluruh pihak, proyek ini tidak akan berjalan dengan baik dan cepat,” ujar Rosan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi semangat gotong royong seluruh pemangku kepentingan di Bali. Ia menilai penyederhanaan regulasi serta kolaborasi lintas lembaga menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah modern di Indonesia.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menjelaskan pembangunan PSEL Bali menggunakan teknologi moving grate incinerator yang telah diterapkan di berbagai negara maju. Teknologi tersebut dilengkapi Air Pollution Control System (APCS) dengan standar emisi European Industrial Emissions Directive (EU IED) sehingga mampu menekan emisi hingga 80 persen dibandingkan sistem pembuangan terbuka.

Fasilitas yang dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun itu memiliki kapasitas mengolah 1.500 ton sampah setiap hari atau sekitar 500 ribu ton sampah per tahun. Selain mengurangi timbunan sampah, PSEL juga diproyeksikan mampu memasok kebutuhan listrik bagi sekitar 100 ribu rumah tangga di Bali.

Tak hanya itu, proyek ini diperkirakan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau selama masa konstruksi hingga operasional serta mengurangi kebutuhan lahan tempat pemrosesan akhir (TPA) secara signifikan.

Menariknya, PSEL Bali tidak hanya mengedepankan teknologi modern, tetapi juga mengusung filosofi Tri Hita Karana. Desain bangunan akan mengadopsi arsitektur khas Bali, menggunakan material lokal, serta dilengkapi pusat edukasi dan jalur kunjungan bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat umum.

Pemerintah Provinsi Bali optimistis kehadiran PSEL akan menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah, memperkuat ketahanan energi hijau, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas pariwisata Bali sebagai destinasi kelas dunia. (*)

Tags: DanantaraDenpasarEnergi HijauEnergi Listriklingkungan BaliPariwisata BaliPedunganpengelolaan sampah BaliPengolahan SampahPLNPSEL BaliPSEL DenpasarSampah BaliTri Hita KaranaWayan Koster
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Investasi di Bali Tak Cukup Andalkan Modal, Ariawan Surya Librata Tekankan Kepastian Hukum
  • Bagian 1 dari 5 Tulisan Tentang Pembenahan Polri: Mendengar Suara Rakyat, Membenahi Bayangkara Negara
  • Made Daging Ditahan di Tahti Polda Bali, Hakim Minta Hadir di Sidang Praperadilan Jumat
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist