• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Kolase: Gede Angastia dan warga yang protes. -IST

Penggusuran Lahan Warga Songan oleh BKSDA Dinilai Janggal, Anggas Minta APH Usut Aktor Intelektual

22 detik ago
Sanggar Seni Dhanan Jaya Banjar Pengayehan, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, tampil sebagai Duta Seni Kabupaten Badung pada Utsawa (Parade) Wayang Kulit yang digelar di depan Gedung Kriya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin (6/7/2026). -IST

Wayang Kulit Badung Gaungkan Pesan Memuliakan Atman

36 menit ago
Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat bersalaman dengan Bupati Badung I Wayan Arnawa di sidang paripurna DPRD Badung. -IST

APBD Badung Dievaluasi, Ketua DPRD Tegaskan Manfaat bagi Masyarakat Jadi Prioritas

1 hari ago
Tim SAR gabungan saat persiapan pencarian dua warga Jember yang hilang. -IST

Dua Pemuda Jember Hilang di Pantai Green Bowl, Pencarian Hari Keempat Libatkan Helikopter dan Drone Thermal

1 hari ago
Sejumlah aktivis saat gelar aksi grubug agung di Denpasar. -BALITOPIK.COM

Aksi Grubug Agung: Pulihkan Bali dan Indonesia

1 hari ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti melakukan inspeksi lapangan terhadap pelaksanaan penataan kawasan pedestrian di sepanjang Pantai Kuta, Sabtu (04/07/2026). -IST

Bupati Badung dan Ketua DPRD Tinjau Penataan Pedestrian Pantai Kuta

2 hari ago
Wayan Koster

Koster: Bali Dukung MBG, Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih

2 hari ago
Kolase: I Dewa Gede Darma Permana dan Cenuk Widiayastrisna Sayekti. -IST

KMHDI Dukung Gugatan Dosen di MK, Minta Negara Segera Jamin Kesejahteraan Seluruh Dosen

3 hari ago
Sanggar Seni Tugek Carangsari dari Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang saat tampil di PKB 2026. -IST

Mengapa Tradisi Tipat Bantal Diangkat di PKB 2026? Ini Kisah di Baliknya

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Penggusuran Lahan Warga Songan oleh BKSDA Dinilai Janggal, Anggas Minta APH Usut Aktor Intelektual

Reporter balitopik.com
7 Juli 2026 - 2:31 pm
Kolase: Gede Angastia dan warga yang protes. -IST

Kolase: Gede Angastia dan warga yang protes. -IST

BALITOPIK.COM, BANGLI – Polemik penggusuran lahan garapan milik warga di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, semakin menjadi sorotan. Aktivis antikorupsi asal Buleleng, Gede Angastia, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk menelusuri berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai kemungkinan adanya kepentingan lain di balik penertiban lahan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.

Menurut Angastia, persoalan ini tidak dapat dipandang semata sebagai penertiban kawasan hutan. Ia menilai, aparat penegak hukum perlu menyelidiki secara menyeluruh seluruh informasi yang berkembang agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.

Angastia mengaku menerima berbagai laporan dari warga yang selama bertahun-tahun menggarap lahan tersebut untuk budidaya bawang merah dan bawang putih. Ia menyebut warga merasa kehilangan sumber penghidupan setelah lahan yang mereka kelola digusur.

“Kalau memang murni penegakan aturan, semua proses harus dibuka secara transparan. Jangan sampai masyarakat kecil kehilangan lahan garapan karena ada kepentingan lain yang belum diketahui publik,” ujar Angastia.

Warga Curiga Ada Rencana Alih Fungsi Lahan

Menurut Angastia, sebagian warga mengaku mencium adanya dugaan rencana pemanfaatan kawasan tersebut untuk kepentingan komersial.

Ia mengatakan, informasi yang diterimanya menyebutkan terdapat dugaan rencana pembangunan kawasan agrowisata atau bentuk usaha pariwisata lainnya di lokasi yang selama ini menjadi lahan pertanian warga.

Namun demikian, Angastia menegaskan informasi tersebut masih berupa dugaan masyarakat sehingga harus dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.

“Kalau memang benar ada rencana pemanfaatan kawasan untuk investasi tertentu, tentu semuanya harus dibuka secara terang. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

Desak Aparat Usut Dugaan Keterlibatan Oknum

Selain dugaan alih fungsi lahan, Angastia juga meminta aparat penegak hukum menelusuri isu mengenai dugaan adanya pihak-pihak yang memiliki pengaruh terhadap proses penertiban lahan.

Ia menyebut terdapat berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai kemungkinan keterlibatan oknum pejabat maupun tokoh politik. Namun ia menegaskan seluruh informasi tersebut masih sebatas dugaan yang harus diverifikasi.

“Kalau memang ada pejabat atau siapa pun yang diduga menjadi pelindung kepentingan tertentu, silakan dibuktikan melalui proses hukum. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan siapa pun,” tegasnya.

Angastia meminta kepolisian, Kejaksaan maupun instansi terkait melakukan investigasi secara independen agar polemik ini tidak terus memunculkan spekulasi.

Siap Dampingi Warga Hingga Pemerintah Pusat

Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat, Angastia menyatakan siap memberikan pendampingan kepada warga Desa Songan dalam memperjuangkan hak-haknya.

Ia bahkan berencana membawa persoalan tersebut ke Kementerian Kehutanan hingga Presiden Republik Indonesia apabila tidak ditemukan penyelesaian yang adil.

“Kami akan membantu masyarakat mencari keadilan melalui jalur yang sesuai hukum. Bila perlu persoalan ini kami sampaikan langsung ke Kementerian Kehutanan bahkan kepada Presiden,” ujarnya.

Soroti Pengawasan Tata Ruang Bali

Dalam kesempatan itu, Angastia juga menyinggung pentingnya pengawasan terhadap kebijakan tata ruang di Bali.

Ia menilai Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang dan Aset Provinsi Bali telah bekerja sesuai ketentuan yang berlaku sehingga setiap kebijakan mengenai pemanfaatan ruang harus diawasi secara ketat agar tidak dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu.

Menurutnya, jika benar terdapat upaya mengubah fungsi kawasan yang selama ini menjadi lahan pertanian masyarakat, maka proses tersebut harus dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan.

Warga Tempuh Jalur Hukum

Sementara itu, polemik bermula setelah lahan yang selama bertahun-tahun digarap warga sebagai area pertanian ditertibkan oleh BKSDA Bali.

Sejumlah warga mengaku tidak memperoleh penjelasan yang memadai terkait penggusuran tersebut sehingga memicu keresahan. Mereka kemudian melaporkan persoalan itu ke Polres Bangli dengan harapan difasilitasi melalui proses mediasi. (*)

Tags: BalitopikBangliBerita BaliBKSDA BaliDesa SonganGede Angastiahukum Baliinvestasi baliKintamanikonflik lahan BaliPenggusuran Lahan SonganPetani SonganPolres BangliTata Ruang Bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Penggusuran Lahan Warga Songan oleh BKSDA Dinilai Janggal, Anggas Minta APH Usut Aktor Intelektual
  • Wayang Kulit Badung Gaungkan Pesan Memuliakan Atman
  • APBD Badung Dievaluasi, Ketua DPRD Tegaskan Manfaat bagi Masyarakat Jadi Prioritas
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?