• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Kolase: I Dewa Gede Darma Permana dan Cenuk Widiayastrisna Sayekti. -IST

KMHDI Dukung Gugatan Dosen di MK, Minta Negara Segera Jamin Kesejahteraan Seluruh Dosen

3 bulan ago
Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte, Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana

Kisah Jangkar dan Antrean SPBU yang Mengular

7 jam ago
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta. -BALITOPIK.COM

Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Bantuan 439 Rumah dan Bansos untuk 599 Penyandang Disabilitas

11 jam ago
Jamsostek Award 2026, Adi Arnawa Paparkan Perlindungan Pekerja Rentan di Badung

Jamsostek Award 2026, Adi Arnawa Paparkan Perlindungan Pekerja Rentan di Badung

12 jam ago
Gede Pasek Suardika (GPS) tengah dan tim hukum I Made Daging lainnya. -BALITOPIK.COM

Praperadilan Made Daging Diterima Sebagian, GPS Sebut Hakim Bernyali dan Siapkan Gugatan Jilid III

13 jam ago
Ketua KMHDI Bali, Pitriyou. -IST/Balitopik.com

KMHDI Bali Dorong PHDI Pusat Konsisten Mengayomi Umat dan Menjaga Martabat Agama

18 jam ago
Ketua Umum DPD IMM Bali, Muhammad Pramudya Rahardjo

IMM Bali Kritik Kisruh BBM, Pertamina Diminta Bertanggung Jawab

18 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima pamitan dari Irjen Pol Daniel Adityajaya. -IST

Kapolda Bali Pamit, Koster: Terima Kasih Atas Kerja Sama yang Solid

1 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima Tim Official Perseden FC. -IST

Koster Dukung Perseden ke Liga 3 Nasional, Siapkan Fasilitas GOR Ngurah Rai

1 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

KMHDI Dukung Gugatan Dosen di MK, Minta Negara Segera Jamin Kesejahteraan Seluruh Dosen

Reporter balitopik.com
4 Juli 2026 - 12:17 pm
Kolase: I Dewa Gede Darma Permana dan Cenuk Widiayastrisna Sayekti. -IST

Kolase: I Dewa Gede Darma Permana dan Cenuk Widiayastrisna Sayekti. -IST

BALITOPIK.COM, JAKARTA – Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan para dosen yang menggugat persoalan kesejahteraan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Organisasi kemahasiswaan itu menilai negara harus segera menghadirkan kebijakan yang menjamin kesejahteraan seluruh dosen tanpa membedakan status kepegawaian, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Sikap tersebut disampaikan Ketua Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pimpinan Pusat (PP) KMHDI, I Dewa Gede Darma Permana, menyusul kesaksian dosen Universitas Airlangga (Unair), Cenuk Widiayastrisna Sayekti, dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi.

Dalam persidangan, Cenuk mengungkapkan gaji pokok yang diterimanya sebagai dosen bergelar doktor hanya sekitar Rp2,6 juta per bulan. Kesaksian tersebut memicu perhatian publik dan dinilai menggambarkan masih rendahnya penghargaan terhadap profesi dosen di Indonesia.

Dewa Permana mengatakan pengakuan tersebut bukanlah kasus yang berdiri sendiri, melainkan potret persoalan yang telah lama dihadapi banyak dosen, khususnya yang berstatus non-PNS.

“Atas nama Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia, saya menyatakan dukungan penuh kepada para dosen, khususnya kakak saya dari Unair yang bersaksi di MK. Apa yang disampaikan oleh para dosen itu adalah realita, bahkan ada yang lebih pelik. Gaji pokok Rp2,6 juta untuk seorang doktor adalah bukti bahwa negara masih setengah hati menghargai pendidiknya,” ujar Dewa Permana, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, persoalan kesejahteraan dosen tidak bisa dipandang semata sebagai isu ketenagakerjaan. Lebih dari itu, kondisi tersebut menyangkut kualitas pendidikan tinggi dan masa depan sumber daya manusia Indonesia.

Ia menilai masih terdapat dua persoalan mendasar yang harus segera diselesaikan pemerintah. Pertama, belum adanya standar gaji pokok nasional yang layak dan mengikat bagi seluruh dosen, terutama dosen non-PNS. Kedua, belum meratanya jaminan kesejahteraan yang adil bagi tenaga pendidik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Kami melihat langsung bagaimana banyak dosen muda non-PNS harus berjuang keras hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Beban Tri Dharma Perguruan Tinggi sangat besar, tetapi belum diimbangi kesejahteraan yang layak. Dampaknya bukan hanya kepada dosen, tetapi juga terhadap kualitas riset, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap dunia pendidikan, KMHDI menyampaikan tiga tuntutan kepada pemerintah dan DPR RI.

Pertama, pemerintah diminta menetapkan standar gaji pokok nasional yang layak bagi seluruh dosen, baik PNS maupun non-PNS, dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup layak, inflasi, dan kompetensi akademik.

Kedua, KMHDI mendesak percepatan revisi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dengan memasukkan ketentuan yang secara tegas menjamin kesejahteraan dosen tanpa diskriminasi status kepegawaian.

Ketiga, pemerintah diminta memperkuat sistem pengawasan terhadap pelaksanaan tunjangan profesi, sertifikasi, dan berbagai hak kesejahteraan dosen agar berjalan transparan, tepat sasaran, dan bebas dari praktik yang merugikan.

Dewa Permana menegaskan KMHDI akan terus mengawal proses tersebut dan mengajak seluruh elemen mahasiswa, organisasi profesi dosen, hingga masyarakat sipil untuk bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Jangan biarkan para pendidik kita berjuang sendirian di ruang sidang MK. Kesejahteraan dosen adalah prasyarat utama untuk melahirkan pendidikan tinggi yang unggul dan mampu mencetak generasi bangsa yang berkualitas,” tegasnya.

KMHDI berharap dukungan dari berbagai kalangan dapat menjadi dorongan moral bagi para pemangku kebijakan agar uji materi Undang-Undang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi menghasilkan perubahan nyata demi meningkatkan kesejahteraan dosen di Indonesia. (*)

Tags: Cenuk Widiayastrisna SayektiDewa PermanaDosen IndonesiaDosen Non PNSDPR RIGaji DosenGugatan DosenKementerian PendidikanKesejahteraan DosenKMHDIMahkamah Konstitusipendidikan IndonesiaPendidikan TinggiUniversitas AirlanggaUU Guru dan Dosen
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Kisah Jangkar dan Antrean SPBU yang Mengular
  • Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Bantuan 439 Rumah dan Bansos untuk 599 Penyandang Disabilitas
  • Jamsostek Award 2026, Adi Arnawa Paparkan Perlindungan Pekerja Rentan di Badung
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist