BALITOPIK.COM, JAKARTA — Komjen Pol. Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Suyudi menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya memimpin Korps Bhayangkara.
Sebelum dipercaya menjadi Kapolri, Suyudi memiliki perjalanan karier panjang di lingkungan Polri. Sebagian besar pengalamannya berada di bidang reserse, mulai dari tingkat polsek, polres, Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, hingga memimpin Polda Banten.
Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 25 Agustus 2025. Jabatan tersebut dijalankannya sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Kapolri.
Lulusan Akpol 1994
Suyudi Ario Seto lahir pada 14 Juli 1973 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) pada 2018.
Kariernya banyak dibentuk dari pengalaman di bidang reserse. Pada awal penugasan, Suyudi pernah bertugas sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya dan kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan di tingkat polsek dan satuan reserse.
Ia pernah menjadi Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang dan Kapolsek Metro Penjaringan. Pada 2012, ia tercatat mulai menduduki jabatan Kapolsek Metro Tanah Abang sebelum melanjutkan penugasan sebagai Kapolsek Metro Penjaringan.
Pengalamannya di bidang reserse kemudian berlanjut sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, serta Kanit Jatanras Polda Metro Jaya dan Kanit Resmob Bareskrim Polri.
Karier sebagai Kapolres
Memasuki jenjang kepemimpinan wilayah, Suyudi dipercaya menjadi Kapolres Majalengka pada 2014.
Setahun kemudian, pada 2015, ia mendapat tugas sebagai Kapolres Bogor.
Pada 2016, Suyudi dipercaya memimpin Polresta Bogor Kota. Setahun berikutnya, ia kembali mendapat penugasan di Jakarta sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017.
Periode 2014 hingga 2017 menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan karier Suyudi karena ia memimpin sejumlah wilayah kepolisian dengan karakter persoalan yang berbeda, mulai dari Majalengka, Bogor, hingga Jakarta Pusat.
Masuk Bareskrim dan Polda Metro Jaya
Setelah menjalankan sejumlah tugas sebagai Kapolres, Suyudi mendapat penugasan di lingkungan Bareskrim Polri.
Pada periode berikutnya, ia dipercaya menjadi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber) Bareskrim Polri. Pada 2020, ia juga tercatat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.
Kariernya kemudian berlanjut di Polda Metro Jaya. Suyudi dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya sebelum naik menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 2023.
Jabatan Wakapolda Metro Jaya dijalaninya pada periode 2023–2024.
Kapolda Banten 2024–2025
Pada 26 Juni 2024, Suyudi dilantik sebagai Kapolda Banten. Ia menggantikan Irjen Pol. Abdul Karim yang mendapat penugasan baru sebagai Kepala Divisi Propam Polri.
Namun, masa tugasnya sebagai Kapolda Banten berlangsung sekitar satu tahun.
Pada 5 Agustus 2025, Suyudi dimutasi menjadi perwira tinggi Bareskrim Polri untuk penugasan di luar struktur. Mutasi tersebut kemudian diikuti dengan penunjukannya sebagai Kepala BNN.
Memimpin BNN sejak Agustus 2025
Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025 di Istana Negara, Jakarta. Ia menggantikan Komjen Pol. Marthinus Hukom.
Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 118/TPA Tahun 2025. Bersamaan dengan jabatan Kepala BNN, Suyudi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi atau bintang tiga.
Selama memimpin BNN, Suyudi terlibat dalam penanganan sejumlah kasus narkotika, termasuk pengungkapan jaringan peredaran narkoba lintas negara.
Jabatan Kepala BNN juga menjadi posisi terakhir Suyudi sebelum dipercaya menjadi Kapolri.
Kini Memimpin Polri
Setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Suyudi disetujui menjadi Kapolri dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 1 Oktober 2026.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta. Dengan pelantikan tersebut, perjalanan Suyudi yang dimulai dari jajaran reserse hingga memimpin BNN berlanjut ke posisi tertinggi di institusi Polri.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Suyudi membawa visi “Polri Bersama Masyarakat” sebagai salah satu gagasan kepemimpinannya.
Pengalaman di bidang reserse, kepemimpinan kewilayahan, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Polda Banten dan BNN kini menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawanya saat memimpin Korps Bhayangkara.
Ringkas Jejak Karier Suyudi Ario Seto
- 1994: Lulus Akademi Kepolisian
- 2003: Pendidikan PTIK
- 2012: Kapolsek Metro Tanah Abang
- 2014: Kapolres Majalengka
- 2015: Kapolres Bogor
- 2016: Kapolresta Bogor Kota
- 2017: Kapolres Metro Jakarta Pusat
- 2017–2020: Sejumlah jabatan di Bareskrim Polri
- 2020: Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri
- 2023–2024: Wakapolda Metro Jaya
- 26 Juni 2024–Agustus 2025: Kapolda Banten
- 25 Agustus 2025–1 Oktober 2026: Kepala BNN RI
- 1 Oktober 2026: Kapolri
Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan perjalanan karier Suyudi yang sebagian besar dibangun dari pengalaman operasional dan penegakan hukum, sebelum akhirnya dipercaya memimpin dua institusi penegak hukum di tingkat nasional, yakni BNN dan Polri. (*)









