• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) Bali saat menggelar konferensi pers. -IST

MUSDA XV ASITA Bali, Winastra Dorong Pemerataan Pariwisata dan Penguatan Pengusaha Lokal

22 detik ago
Pramuka Peduli Kwarda Bali ikut berpartisipasi dalam Gerakan Bali Menanam melalui aksi penanaman mangrove di Pulau Pudut, Tanjung Benoa, Badung. -BALITOPIK.COM

Pramuka Peduli Kwarda Bali Tanam Mangrove di Pulau Pudut, Perkuat Mitigasi Bencana

10 menit ago
Direktur YLPK Bali I Putu Armaya

YLPK Bali Ingatkan Pelaku Usaha: Jangan Diskriminatif terhadap Wisatawan

5 jam ago
Ariawan Surya Librata, S.H., C.P.L.M (Kiri). -BALITOPIK.COM

Investasi di Bali Tak Cukup Andalkan Modal, Ariawan Surya Librata Tekankan Kepastian Hukum

1 hari ago
Nyoman Parta saat bersalaman dengan Suyudi Ario Seto. -BALITOPIK.COM

Bagian 1 dari 5 Tulisan Tentang Pembenahan Polri: Mendengar Suara Rakyat, Membenahi Bayangkara Negara

1 hari ago
Tim PH I Made Daging. -BALITOPIK.COM

Made Daging Ditahan di Tahti Polda Bali, Hakim Minta Hadir di Sidang Praperadilan Jumat

1 hari ago
Tim kuasa hukum I Made Daging. -BALITOPIK.COM

PH Made Daging Bingung Ada Istilah Pemalsuan Intelektual: Alam Pikir Kita Pun Bisa Dipidana

1 hari ago
I Made Somya Putra, S.H., M.H. -BALITOPIK.COM

Panggung Moral, Politik, dan Hukum dalam Permohonan tentang Ijazah Gibran di Mahkamah Konstitusi

1 hari ago
Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna. -BALITOPIK.COM

Respons AWK soal ‘Boikot Bali’: Silakan, Warga Bali Tak Terlalu Antusias dengan Artis

1 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

MUSDA XV ASITA Bali, Winastra Dorong Pemerataan Pariwisata dan Penguatan Pengusaha Lokal

Reporter balitopik.com
8 Oktober 2026 - 1:35 pm
DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) Bali saat menggelar konferensi pers. -IST

DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) Bali saat menggelar konferensi pers. -IST

BALITOPIK.COM, DENPASAR — DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) Bali akan menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) XV ASITA Bali 2026 pada 16 Oktober 2026 di InterContinental Bali Resort, Jimbaran.

Mengusung tema “Repositioning the Future of Tourism”, MUSDA XV ASITA Bali akan membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan masa depan pariwisata Bali, mulai dari pemerataan destinasi, penegakan aturan usaha pariwisata hingga penguatan pengusaha lokal.

Ketua Panitia MUSDA XV ASITA Bali, IG Ayu Kade Purnamawati, mengatakan kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sekitar 250 biro perjalanan wisata (BPW) dari total 371 anggota ASITA Bali.

“Hari ini yang sudah register sebanyak 223 peserta anggota aktif ASITA Bali, baik full member maupun associate member,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor Bali Tourism Board (BTB), Renon, Denpasar, Kamis (8/10/2026).

Selain anggota ASITA Bali, MUSDA XV juga akan dihadiri Ketua Umum DPP ASITA, Gubernur Bali, jajaran pemerintah daerah, Bali Tourism Board, serta sejumlah stakeholder dan mitra industri pariwisata.

Dalam MUSDA kali ini, I Putu Winastra juga kembali maju sebagai calon Ketua ASITA Bali. Ketua Panitia Pengarah (Steering Committee) MUSDA XV ASITA Bali, I Ketut Ardana, mengatakan proses penjaringan calon ketua telah dilakukan sesuai ketentuan organisasi.

Penjaringan disampaikan kepada anggota pada 24 September 2026 dan dibuka hingga 2 Oktober 2026 pukul 18.00 WITA.

“Hingga batas waktu yang telah ditetapkan, Panitia Pengarah telah menerima dan mencatat satu nama calon, yaitu I Putu Winastra, S.AB., M.A.P., yang sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua ASITA Bali,” kata Ardana.

Winastra mengatakan tema “Repositioning the Future of Tourism” diarahkan pada dua hal, yakni pembenahan kelembagaan dan penataan destinasi.

Dari sisi kelembagaan, ASITA ingin memperkuat posisinya sebagai wadah pelaku usaha perjalanan wisata yang legal dan profesional. Organisasi, menurutnya, tidak cukup hanya memperjuangkan kepentingan anggota, tetapi juga perlu memberikan masukan terhadap kebijakan pariwisata Bali.

“ASITA harus semakin solid sebagai organisasi yang mewadahi pelaku usaha perjalanan wisata yang legal dan profesional,” ujar Winastra.

Sementara dari sisi destinasi, ASITA mendorong agar aktivitas wisata tidak terus terkonsentrasi di Bali Selatan. Bali Utara, Bali Timur dan Bali Barat dinilai memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk menciptakan pilihan destinasi baru.

“Ini bukan hanya persoalan memindahkan wisatawan. Ini adalah upaya mengurangi tekanan di satu wilayah sekaligus membuka peluang ekonomi di wilayah lainnya,” katanya.

Menurut Winastra, pengembangan destinasi di luar Bali Selatan juga akan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, UMKM, transportasi, akomodasi, restoran, pemandu wisata hingga sektor ekonomi kreatif.

Selain pemerataan destinasi, ASITA Bali menyoroti penegakan aturan terhadap pelaku usaha pariwisata yang belum memiliki legalitas atau tidak memenuhi ketentuan.

Winastra menilai persoalan tersebut tidak semestinya hanya dilihat sebagai persaingan antara usaha online dan offline. Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana aturan diterapkan secara konsisten kepada seluruh pelaku usaha.

“Yang legal harus mendapatkan kepastian. Yang belum memenuhi ketentuan harus dibina atau ditindak sesuai aturan,” tegasnya.

ASITA juga mendorong penguatan pengusaha lokal di tengah perkembangan investasi pariwisata Bali. Winastra menegaskan pihaknya tidak menolak investasi, namun berharap investasi dapat menciptakan kemitraan dengan pelaku usaha lokal.

“Kami mendorong adanya kemitraan yang sehat antara investor dengan pengusaha lokal, termasuk BPW yang legal dan profesional,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat Bali tidak hanya menjadi penerima dampak dari pertumbuhan pariwisata, tetapi ikut memperoleh manfaat ekonomi.

“Masyarakat Bali harus menjadi bagian dari pertumbuhan pariwisata, bukan hanya menjadi penonton,” tegas Winastra.

Menurutnya, masa depan pariwisata Bali juga tidak cukup hanya diukur dari jumlah wisatawan. Pengelolaan destinasi, pemerataan manfaat ekonomi, kepastian usaha dan keberlanjutan menjadi bagian yang tidak kalah penting.

“Bukan hanya bagaimana Bali menerima wisatawan, tetapi bagaimana Bali mengelola masa depan pariwisatanya,” pungkasnya.

Tags: ASITA Balii putu winastrainvestasi balimusda asita balimusda xv asita baliPariwisata Balipemerataan pariwisatapengusaha lokal balitravel agent baliusaha pariwisata
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • MUSDA XV ASITA Bali, Winastra Dorong Pemerataan Pariwisata dan Penguatan Pengusaha Lokal
  • Pramuka Peduli Kwarda Bali Tanam Mangrove di Pulau Pudut, Perkuat Mitigasi Bencana
  • YLPK Bali Ingatkan Pelaku Usaha: Jangan Diskriminatif terhadap Wisatawan
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist