• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Gubernur Bali Wayan Koster (tengah), Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa (kiri) dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin saat menandatangani kerja sama terkait pengembangan perkeretaapian. -IST

Bali Bakal Bangun Trem Listrik 12 KM, Rute Bandara Canggu hanya 30 Menit

5 hari ago
Harmaini Hasibuan, S.H (depan ketiga dari kiri) dan saat konferensi pers. -IST

Babak Baru Kasus Tanah Pura Dalam Balangan 

8 jam ago
Petugas Imigrasi Ngurah Rai saat mengawal pendeportasian terhadap 12 WNA. -IST

Deportasi Massal WNA Bermasalah di Bali, 12 Orang Diusir dalam 10 Hari

9 jam ago
Para relawan dari Aliansi Bali Peduli Bencana Flores saat membagikan sembako di sejumlah lokasi. -IST

Aliansi Bali Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Flores

9 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat mengikuti perayaan Tumpek Uye. -IST

Tumpek Uye dan Aksi Serentak Lindungi Satwa

14 jam ago
Ilustrasi. -BALITOPIK.COM

Menggugat Perilaku ‘Mengadatkan’ Sistem Keuangan Kolonial di Bali

16 jam ago
Warga Negara (WN) Australia berinisial MS (59) saat dideportasi. -IST

MS Dideportasi Usai Jalani Hukuman 18 Tahun Penjara

1 hari ago
Perum BULOG Kantor Wilayah Bali saat melakukan pemantauan. -IST

Stok Beras Bali 7.657 Ton, BULOG Perketat Pantauan Harga di Pasar

1 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster

Manakala AI Merajalela, Koster: Tak Boleh Gantikan Budaya

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Bali Bakal Bangun Trem Listrik 12 KM, Rute Bandara Canggu hanya 30 Menit

Reporter balitopik.com
1 September 2026 - 1:26 pm
Gubernur Bali Wayan Koster (tengah), Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa (kiri) dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin saat menandatangani kerja sama terkait pengembangan perkeretaapian. -IST

Gubernur Bali Wayan Koster (tengah), Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa (kiri) dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin saat menandatangani kerja sama terkait pengembangan perkeretaapian. -IST

BALITOPIK.COM, DENPASAR — Bali mulai menyiapkan moda transportasi massal baru untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan Badung. Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sepakat menindaklanjuti pengembangan trem listrik berbasis baterai yang dirancang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian antara Pemerintah Provinsi Bali, Pemeribtah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026).

Proyek tersebut tidak menggunakan konsep MRT maupun LRT. PT KAI memilih trem karena dinilai lebih sesuai dengan kondisi Bali, baik dari sisi ukuran, lingkungan, maupun karakter kawasan yang akan dilalui.

Rencana awal trem memiliki panjang trase sekitar 12 kilometer dari kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu, Kabupaten Badung. Jalur disiapkan dalam dua lintasan dengan area persilangan untuk mendukung kelancaran operasional.

Berbeda dengan kereta listrik konvensional, trem ini dirancang menggunakan sistem baterai, sehingga tidak membutuhkan kabel listrik yang membentang di sepanjang jalur.

Pengembangan trem menjadi perhatian karena koridor Bandara–Canggu merupakan salah satu kawasan dengan mobilitas sangat tinggi. Setiap hari diperkirakan terdapat sekitar 150 ribu orang yang bergerak di kawasan tersebut dengan jumlah kendaraan mencapai sekitar 80 ribu unit.

Angka mobilitas tersebut menjadi salah satu dasar perlunya alternatif transportasi massal. Pemerintah berharap trem tidak hanya menjadi moda baru, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat dan wisatawan terhadap kendaraan pribadi.

Secara teknis, trem dirancang berukuran relatif kecil. Lebar trase sekitar tiga meter, sedangkan dimensi trem disebut sedikit lebih dari dua meter, sehingga ukurannya relatif lebih kecil dibandingkan bus.

Trem diproyeksikan memiliki waktu tempuh sekitar 30 menit dari satu kawasan ke kawasan lainnya, dengan jeda keberangkatan antartrem sekitar 10 menit.

Dalam kondisi maksimal, kapasitas angkut diproyeksikan berada pada kisaran 15 ribu hingga 20 ribu penumpang, dengan kapasitas operasional yang disebut dapat mencapai sekitar 60 ribu penumpang per hari.

Kapasitas tersebut diharapkan mampu mengambil sekitar 40 persen dari kepadatan mobilitas yang saat ini terjadi di koridor Bandara–Canggu.

Pemerintah menargetkan groundbreaking proyek pada Maret 2027. Trase pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2028, sedangkan seluruh jalur hingga Canggu diharapkan selesai dan beroperasi pada 2029.

Namun, sebelum pembangunan fisik dimulai, masih terdapat sejumlah tahapan yang harus diselesaikan. Tahapan tersebut mencakup studi teknis, kajian lanjutan, sosialisasi kepada masyarakat, pelibatan desa adat, serta koordinasi dengan pelaku pariwisata, hotel, akomodasi wisata dan pemangku kepentingan lainnya.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pengembangan transportasi tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan Kementerian PPN/Bappenas dan Pemerintah Provinsi Bali untuk memperbaiki fasilitas serta sistem transportasi di Bali, terutama di Kabupaten Badung yang menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

Menurut Koster, konsep trem semakin konkret untuk menjadi salah satu alternatif mengatasi kemacetan di jalur Bandara–Canggu.

Namun, pembangunan infrastruktur transportasi di Bali, kata dia, tidak bisa hanya mengejar kapasitas dan kecepatan. Desain serta jalurnya harus mempertimbangkan karakter wilayah yang dilewati.

“Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali, menjaga keindahan Bali, mendukung pariwisata dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” ujar Koster.

Koster menegaskan pembangunan trem harus memperhatikan keberadaan hotel, akomodasi wisata, objek pariwisata, lingkungan, permukiman, serta kehidupan masyarakat di sepanjang trase.

Hal tersebut penting karena koridor Bandara–Canggu bukan hanya jalur dengan aktivitas kendaraan tinggi, tetapi juga merupakan kawasan utama pariwisata Bali.

“Kenapa? Karena kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” katanya.

Konsep penggunaan baterai juga menjadi bagian dari upaya menjaga karakter kawasan. Selain tidak membutuhkan kabel listrik sepanjang jalur, teknologi tersebut diharapkan dapat menekan kebisingan dan dampak lingkungan.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan aspek budaya, lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal menjadi pertimbangan dalam perencanaan proyek.

Menurut Bobby, Bali memiliki karakter yang berbeda dengan daerah lain karena kuatnya budaya, spiritualitas, jati diri masyarakat dan kehidupan sosial.

“Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” kata Bobby.

Karena itu, trem yang disiapkan untuk Bali diarahkan memiliki karakter berbeda dari kereta api konvensional. Moda tersebut dirancang lebih kecil, rendah kebisingan, menggunakan baterai dan terintegrasi dengan sistem transportasi lainnya.

Jika target pembangunan terealisasi, koridor Bandara–Canggu akan menjadi tahap penting dalam pengembangan transportasi massal Bali. Proyek ini tidak hanya menyangkut pembangunan jalur sepanjang sekitar 12 kilometer, tetapi juga menguji apakah transportasi publik dapat menjadi alternatif nyata di tengah tingginya mobilitas kendaraan di kawasan pariwisata Badung.

Dengan target groundbreaking pada Maret 2027, pekerjaan besar berikutnya bukan lagi sekadar penandatanganan kerja sama, melainkan memastikan kajian teknis, trase, integrasi transportasi, keterlibatan masyarakat dan desa adat hingga aspek lingkungan benar-benar siap sebelum pembangunan dimulai. (*)

Tags: BadungBaliBandara Ngurah RaiCangguinfrastruktur BaliKemacetan BadungPariwisata BaliPT KAITransportasi BaliTransportasi MassalTrem BaliTrem ListrikWayan Koster
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Babak Baru Kasus Tanah Pura Dalam Balangan 
  • Deportasi Massal WNA Bermasalah di Bali, 12 Orang Diusir dalam 10 Hari
  • Aliansi Bali Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Flores
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?