BALITOPIK.COM, BALI – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali kembali menghadirkan Bali InnoTech 2026, sebuah ajang teknologi dan inovasi kreatif yang tahun ini mengusung tema “Transforming Ideas into Impact”.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Mei 2026, di Dharma Negara Alaya Art & Creative Hub itu menjadi momentum penting perjalanan satu dekade Bali InnoTech sejak pertama kali digelar pada 2016.
Ribuan mahasiswa, pelajar SMA/SMK, akademisi, hingga pelaku industri teknologi dijadwalkan terlibat dalam rangkaian acara yang menghadirkan berbagai seminar, pameran inovasi, job fair, hingga showcase teknologi karya anak bangsa.
Rektor ITB STIKOM Bali, Dadang Hermawan, mengatakan Bali InnoTech 2026 merupakan bentuk pengembangan dari program kuliah industri yang selama ini rutin mempertemukan mahasiswa dengan praktisi profesional dari berbagai bidang.
Menurutnya, konsep tersebut kini berkembang menjadi ruang kolaborasi teknologi yang lebih luas dengan menghadirkan berbagai karya inovatif hasil pengembangan internal STIKOM Bali Group.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana teknologi diterapkan dan memberi dampak nyata,” ujar Dadang.
Ia menjelaskan, konsistensi kampus dalam mengembangkan pendidikan berbasis industri mulai menunjukkan hasil signifikan. Dari sekitar 12 ribu alumni ITB STIKOM Bali, sebagian di antaranya kini sukses menjadi entrepreneur, content creator, influencer, hingga profesional teknologi di tingkat nasional maupun internasional.
Bali InnoTech 2026 juga menghadirkan Job Fair & Talent Matching yang membuka peluang kerja dan kolaborasi bagi generasi muda di era transformasi digital. Selain itu, pengunjung dapat mengikuti seminar nasional bertema kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), keamanan siber, robotika, hingga energi terbarukan.
Panitia menargetkan sekitar 2.000 hingga 3.000 peserta akan hadir selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
Sejumlah tokoh nasional dan praktisi teknologi turut dijadwalkan menjadi pembicara. Di antaranya kreator digital Turah Parthayana yang akan membawakan materi From Bali to the World: Turning Experiences into Real Impact, Founder Madhava Enterprises Ida Bagus Putu Agus Gertika tentang pengembangan bisnis digital, hingga praktisi robotika Anak Agung Duwi Arsana yang mengulas kolaborasi Internet of Things (IoT) dan AI dalam kehidupan nyata.
Topik keamanan siber juga menjadi perhatian utama melalui kehadiran sejumlah praktisi seperti Kompol I Made Martadi Putra dari Ditreskrimsus Polda Bali, Richard Evan Sutanto dari Apple Developer Academy, dan konsultan keamanan digital Joshua M. Sinambela.
Selain isu teknologi, seminar juga membahas kesehatan mental digital, pengelolaan limbah berbasis energi, hingga kesiapan generasi muda menghadapi persaingan global di era digital.
Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Ida Bagus Dharmadiaksa, menegaskan bahwa ITB STIKOM Bali saat ini diarahkan menjadi kampus riset sekaligus pusat hilirisasi inovasi teknologi.
“Dalam pendidikan harus ada industri, dan dalam industri harus ada pendidikan,” tegasnya.
Konsep tersebut diwujudkan melalui pengembangan berbagai teknologi dan robot karya internal STIKOM Bali Group yang telah diterapkan secara langsung di lapangan.
Sementara itu, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, I Made Bandem, menilai Bali InnoTech 2026 menjadi bukti nyata transformasi ide kreatif menjadi inovasi teknologi yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan komunitas kreatif menjadi fondasi penting dalam mempercepat akselerasi digital di Bali.
“Bali InnoTech bukan hanya pameran teknologi, tetapi ruang lahirnya kolaborasi dan inovasi masa depan,” ujarnya.
Melalui ajang ini, ITB STIKOM Bali berharap dapat memperkuat ekosistem teknologi kreatif sekaligus mencetak generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global. (*)









