BALITOPIK.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung semakin serius berinvestasi pada sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan masa depan. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin langsung Sosialisasi Program Beasiswa Nak Badung Tahun 2026 yang dihadiri pimpinan perguruan tinggi se-Provinsi Bali di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Jumat (29/5/2026).
Program Beasiswa Nak Badung menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Badung dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, berdaya saing global, serta mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui akses pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas manusianya.
Menurutnya, masyarakat Badung harus mampu menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri dengan bekal pendidikan yang memadai.
“Bagaimana kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri jika tidak mempunyai SDM yang mumpuni. Melalui sosialisasi ini, saya berharap kita dapat menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam mencetak generasi emas yang unggul dan berdaya saing global,” ujar Adi Arnawa.
Program ini juga menjadi bagian penting dari implementasi RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2025–2029 yang menempatkan peningkatan kualitas pendidikan sebagai prioritas pembangunan daerah.
Dalam paparannya, Adi Arnawa menjelaskan bahwa Beasiswa Nak Badung 2026 memiliki dua skema utama.
Pertama, Beasiswa Motivasi yang diperuntukkan bagi siswa SMA/SMK. Kedua, Beasiswa Afirmasi yang menyasar mahasiswa jenjang Sarjana (S-1), Diploma IV (D-4), hingga program profesi dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Pemkab Badung juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi guna memastikan kualitas pendidikan para penerima beasiswa tetap terjaga.
“Kami berharap perguruan tinggi di Bali dapat berkolaborasi dengan Pemkab Badung. Rencananya program ini akan diluncurkan pada 9 Juni mendatang sekaligus dilakukan penandatanganan MoU dengan perguruan tinggi yang menjadi mitra. Tahun ini kami menyiapkan kuota sebanyak 450 penerima dan mudah-mudahan seluruh kuota dapat terpenuhi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi, memberikan apresiasi atas komitmen Pemkab Badung dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda.
Ia menilai program tersebut dapat menjadi model pembangunan SDM yang berkelanjutan apabila didukung oleh kualitas perguruan tinggi yang baik.
“Perguruan tinggi yang menjalin kerja sama hendaknya memiliki program studi dengan akreditasi minimal baik atau sangat baik sehingga nantinya mampu menghasilkan lulusan yang benar-benar berkualitas,” kata Eratodi.
Melalui Program Beasiswa Nak Badung 2026, Pemkab Badung berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional serta menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa depan.
Kegiatan sosialisasi turut dihadiri Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Sekretaris Daerah Badung I B Surya Suamba, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Tim Perumus Kebijakan Daerah Kabupaten Badung. (*)









