• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Foto: Korban dan para pelaku saat saling memaafkan dan disaksikan oleh pihak-pihak terkait. -Balitopik.com

Berakhir Damai, Anak Yatim Piatu Asal NTT Maafkan Para Pelaku Asal Bali

5 bulan ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri peresmian Bale Banjar Pipitan, Desa Canggu. IST

Canggu Makin Mendunia, Bupati Adi Arnawa Tegaskan Adat Tak Boleh Tersisih

6 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan dalam acara HUT ke-64 Bank BPD Bali di Gedung Ksirarnawa. -IST

Koster Dorong BPD Bali Jadi Bank Kuat dan Berkelanjutan, Siapkan 6 Pilar Penguatan

9 jam ago
Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta (kanan) saat menerima Tribun Bali Awards 2026. -IST

Badung Borong Tiga Penghargaan Bergengsi di Tribun Bali Awards 2026

9 jam ago
Adi Arnawa saat menghadiri Turnamen Sepak Bola Usia Dini Spirit Never Give Up Ke-6 di Lapangan Sepak Bola Desa Ungasan, Kuta Selatan, Jumat (29/05/2026). -IST

Bupati Badung Wajibkan Setiap Desa Punya SSB, Siapkan Generasi Emas Sepak Bola Bali

11 jam ago
Foto: ilustrasi sepasang orang muda Bali sedang memakai kain endek Bali dalam acara fashion show. -BALITOPIK.COM

Perajin Kain Endek di Ujung Jurang, 83 Persen yang Beredar di Pasar Bukan Buatan Bali

12 jam ago
Peluncuran Program Beasiswa Nak Badung 2026 oleh Pemkab dan DPRD Badung. -IST

Beasiswa Nak Badung 2026 Diluncurkan, 450 Mahasiswa Disiapkan Terima Bantuan Pendidikan

13 jam ago
Ilustrasi Plantar Fasciitis

Plantar Fasciitis, Penyebab Nyeri Tumit yang Sering Diabaikan

15 jam ago
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. -BALITOPIK.COM

Gawat, 83 Persen Endek di Pasaran Sudah Bukan Buatan Bali

17 jam ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Berakhir Damai, Anak Yatim Piatu Asal NTT Maafkan Para Pelaku Asal Bali

Reporter balitopik.com
6 Januari 2026 - 10:13 am
Foto: Korban dan para pelaku saat saling memaafkan dan disaksikan oleh pihak-pihak terkait. -Balitopik.com

Foto: Korban dan para pelaku saat saling memaafkan dan disaksikan oleh pihak-pihak terkait. -Balitopik.com

Balitopik.com, TABANAN – Kasus pengeroyokan yang dialami oleh Yefri Metkono, perantau asal Kabupaten TTS, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi di Jalan Mawar Gerogak, Tabanan pada Kamis (1/1/2026) dini hari berakhir damai.

Perdamaian dilaksanakan di Mapolsek Tabanan Kota pada hari Senin, (5/1/2026) di hadapan Kapolsek Tabanan Kota, Kompol I Gusti Putu Dharmanata, SH., MH. Turut hadir dalam acara perdamaian tersebut dari Pihak Korban diantaranya Pendeta GPIB Bajem Tabanan Fison Sukanegera Bailaen, STh selaku Tokoh Agama, Gustaf Sunbanu selaku tokoh asal TTS, NTT yang sudah bermukim di Tabanan selama lebih dari 20 tahun dan didampinngi Penasehat Hukum korban Naldi Elfian Saban, SH.

Sementara, dari para pelaku hadir lengkap yang berjumlah 6 orang anak yang masih dibawah umur, masing-masing berinisial IKGBPH, INA, IGPS, IGPAP, IGPPP, dan IGPRD yang  ditemani oleh Kawil Banjar Bongan Pala, I Wayan Sudirga Yasa  dan I Gusti Putu Santika selaku Kelian Adat Banjar Bongan Pala serta Anggota DPRD Tabanan Ni Made Rai Santini selaku Tokoh Masyarakat Bongan.

Proses perdamaian berjalan alot diawali dengan inisiatif dari para terlapor berdasarkan Laporan Polisi No.SPM/01/2026/SPKT/Polsek Tabanan yang sebelumnya dilaporkan oleh korban bersama Penasehat Hukumnya Naldi Elfian Saban, SH.

Salah satu tokoh masyarakat Bongan yang juga Anggota DPRD Tabanan Fraksi PDIP langsung bergerak cepat melalui rekan satu partai I Gusti Ketut Artayasa yang biasa disapa Ngurah Bobi menghubungi Penasehat Hukum Korban lalu diadakan pertemuan dadakan di Pandak Bandung, Kediri, Tabanan pada hari Sabtu, (3/1/2026) antara Ni Made Rai Santini, Ngurah Bobi, Naldi Elfian Saban dan Yulius Benyamin Seran.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan dikarenakan relasi pertemanan yang memang sebelumnya sudah terjalin dengan baik antara Ngurah Bobi dan Benyamin Seran yang merupakan rekan satu tim dengan Penasehat Hukum Korban.

Dari pertemuan dadakan di Pandak Bandung itulah secara resmi Ni Made Rai Santini menyampaikan kepada Penasehat Hukum Korban bahwasannya para pelaku merupakan warganya yang masih dibawah umur dan tercatat masih di duduk di bangku SMA sehingga dirinya terpanggil untuk menyelamatkan masa depan para pelaku yang masih panjang dengan melakukan pendekatan kepada korban melalui Penasehat Hukumnya.

Keesokan harinya, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 22.00 Wita para terlapor yang berjumlah 6 orang masing-masing didampingi oleh orang tuanya dan ikut bersama rombongan itu adalah Ni Made Rai Santini datang menemui Korban ditempat tinggalnya di Wanasari, Bongan Puseh.

Dalam pertemuan itu, para terlapor bersama orang tua masing-masing menyampaikan permintaan maaf yang sebesarnya atas kekilafan dan kesalahan yang sudah mereka lakukan. Korban Yefri Metkono, langsung menanggapi dengan memberikan maaf sembari bercerita bahwa dirinya datang merantau ke pulau Bali sebagai seorang anak Yatim Piatu yang tujuannya hanya mencari nafkah dan tidak pernah terlibat masalah sebelumnya, perkataan korban sontak disambut dengan tangisan oleh semua pelaku dan orang tua masing-masing, hingga Ni Made Santini ikut meneteskan air matanya setelah mendengar pengakuan korban kalau dirinya seorang anak yatim piatu.

Bahkan korban pun memaafkan para pelaku tanpa syarat dengan mengatakan “saya memaafkan semua pelaku setelah mengetahui mereka masih di bawah umur, demi masa depan mereka agar kelak tidak ada kesulitan dalam mengurus SKCK,” ucap korban pengeroyokan asal NTT ini. Bagi saya dengan adanya permintaan maaf dari orang tua dan para pelaku adalah tanda penyesalan dan saya anggap sudah selesai,” ucapnya lagi.

Sikap korban dengan kebesaran hatinya membuat suasana tengah malam berubah seketika karena semua yang hadir berderai air mata. Dalam suasana yang sedih dan kekeluargaan, Ni Made Santini yang ikut dalam pertemuan itu menawarkan korban apabila membutuhkan tempat tinggal atau pekerjaan tolong menghubunginya, karena beliau sudah menerima Yefri Metkono sebagai bagian dari keluarga dan siap membantu Yefri  apabila membutuhkan bantuan.

Masih dalam pertemuan itu, keluarga korban Gustaf Sunbanu menyampaikan bahwa dirinya sudah lama tinggal dan menetap di Tabanan, dengan adanya kejadian ini dirinya mengajak untuk bersama-sama menjaga Tabanan, baik kepada para pelaku yang merupakan orang asli Bali maupun korban yang merupakan perantau asal NTT.

Pendeta GPIB Bajem Tabanan Fison Sukanegera Bailaen, STh yang hadir dalam kegiatan perdamaian tersebut mendampingi korban menyampaikan “dalam sebuah kesempatan memimpin ibadah di lingkungan Polda Bali saya menerima pesan dari Bapak Kapolda Bali untuk terus menghimbau melalui kotbahnya kepada Jemaat teristimwa yang berasal dari NTT agar ikut menjaga situasi dan kondisi yang aman melalui menjaga sikap dan prilaku di Pulau Bali,” ungkapnya.

Diketahui peristiwa pengeroyokan ini berawal ketika sekitar pukul 03.00 dini hari (1/1/2026) saat korban –Yefri Metkono bersama dua temannya masing-masing bernama Andi dan Agri mengendarai motor melewati Jalan Kebo Iwa Bongan.

Setiba di sebelah barat balai banjar Bongan Pala, korban melihat sejumlah pemuda berjoget di tengah jalan. Korban lalu membunyikan klakson agar bisa melewati jalan tersebut. Namun, sejumlah anak muda itu tak mau membuka jalan.

Korban lalu mengambil haluan ke kanan dan berhasil melewari anak-anak muda yang asyik berjoget di tengah jalan. Nah, saat korban dan dua rekannya tiba di lampu merah simpang empat Gerokgak, dua pelaku yang masih dibawa umur itu tiba-tiba menabrak motor Andi dari belakang.

Tak berselang lama, muncul sekelompok pemuda berjumlah lebih dari enam orang langsung ikut menghajar Yefri hingga bermandikan darah. Wajahnya bonyok.

Yefri yang wajahnya bonyok itu langsung melaporkan ke pihak yang berwajib. Namun dengan pendekatan berbagai pihak kasus tersebut telah berakhir damai dalam suasana kekeluargaan. (*)

Tags: Pengeroyokan di Gerogak TabananPengeroyokan Warga NTTTabanan
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Canggu Makin Mendunia, Bupati Adi Arnawa Tegaskan Adat Tak Boleh Tersisih
  • Koster Dorong BPD Bali Jadi Bank Kuat dan Berkelanjutan, Siapkan 6 Pilar Penguatan
  • Badung Borong Tiga Penghargaan Bergengsi di Tribun Bali Awards 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?