DISCLAIMER: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Balitopik.com, BADUNG – Terjadi lagi aksi bunuh diri di jembatan Tukad Bangkung, Pelaga, Badung, Kamis (2/1/2026) pagi tadi. Seorang pemuda berinisial MKA (21) diduga kuat mengakhiri hidupnya di jembatan tersebut.
Hal ini terbukti dari isi pesan yang dikirim MKA kepada ibunya pada pukul 02.59 Wita, sebelum akhirnya ditemukan meninggal di bawah jembatan tersebut pada pukul 07.51 Wita. Korban juga mengirim lokasi agar keluarganya dapat mengambil motor yang ia gunakan menuju lokasi.
Berikut isi chat korban yang dikirim kepada ibunya melalui aplikasi WhatsApp:
Teks asli
“Mak maaf ya aku banyak salah ke mamak sampe saat kayak gini masih buat masalah Ama mamak … Cuma aku dah gak kuat kek nya Mak maaf ya harus dengan cara kayak gini,maaf juga ninggalin mamak beban Maaf juga buat masalah Ama mamak, aku dah terlalu banyak buat masalah dari pada makin parah jadi aku pake cara ini maaf banget Mak.. setelah ini jangan di apa in aku ya Mak biarpun aku di temuin nanti,ni motor nya kalok mau di ambil, ambil aja Mak entar aku sherelok …. Kunci, dompet,sama hp nya aku taruh di jok ya mudahan gak di ambil orang motor nya sekali lagi Mak Maaf.”
Teks asli yang sudah diedit menjadi kalimat baku
“Ibu, mohon maaf ya, aku memiliki banyak kesalahan kepada Ibu. Bahkan sampai saat ini, aku masih saja menyulitkan Ibu. Sepertinya aku sudah tidak kuat lagi, Bu. Mohon maaf jika aku harus memilih jalan seperti ini, dan maaf karena telah meninggalkan beban bagi Ibu.
Aku merasa sudah terlalu banyak membuat masalah. Daripada keadaan menjadi semakin buruk, aku memilih cara ini. Mohon dimaafkan ya, Bu. Jika nanti aku ditemukan, aku mohon jangan lakukan apa pun pada diriku.
Mengenai sepeda motor ini, jika Ibu ingin mengambilnya, silakan diambil. Nanti aku akan kirimkan lokasinya. Kunci, dompet, dan ponsel aku letakkan di dalam bagasi jok motor. Semoga motornya tidak diambil orang lain. Sekali lagi, aku minta maaf yang sebesar-besarnya, Bu.”
Kapolsek Petang, AKP I Nyoman Arnaya, menjelaskan kecurigaan adanya aksi bunuh diri ketika warga sekitar melihat adanya sepeda motor terpakir dan sepasang sendal di lokasi.
“Informasi warga pukul 06.32 Wita, ada motor terparkir dengan kunci, tas, dan helm masih di sana. Kalau dicek di CCTV, yang bersangkutan terlihat melintas di lokasi jam 02.30 pagi,” ujar Nyoman Arnaya.
Jasad korban berhasil dievakuasi pada pukul 10.15 Wita. Jenazah MKA langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dengan ambulans PMI Badung. (*)

















