• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Gambar 1. Pengujian Visual Bagian Akar dan Batang Sampel Mangrove

Hasil Uji Lab Peneliti UNUD Nyatakan Mangrove di Benoa Mati Karena Cemaran BBM

6 bulan ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Listrik Bali Masih Bergantung Paiton, Koster Kejar Energi Mandiri

27 menit ago
Peserta pelatihan yang diselenggarakan oleh AJI Indonesia dan Kedubes Polandia. -Dok. AJI

AJI dan Dubes Polandia Latih Jurnalis Hadapi Operasi Informasi

50 menit ago
Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali Tri Widiyanti saat memotong tumpeng. -IST

Koster ke Pers Bali: Jangan Takut Sampaikan yang Buruk

21 jam ago
Satpol PP Badung saat tertibkan bangunan liar di trotoar jalan Teuku Umar Barat. -IST

Satpol PP Bongkar 3 Bangunan Liar di Trotoar Teuku Umar Barat

21 jam ago
Bupati Badung saat uji coba Car Free Day (CFD) Kerobokan. -IST

Kerobokan Uji CFD, Jalan Teuku Umar Barat Disiapkan Jadi Ruang Publik

21 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa (kanan) saat uji coba metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System. -IST

Badung Uji Pertanian Modern, Target Panen Padi 12 Ton per Hektare

21 jam ago
Seorang model saat tampil di Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, Kamis (27/8/2026). -IST

Putri Koster Ungkap 3 Kunci Bawa Wastra Bali ke Dunia

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Bali Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo) di Jayasabha, Denpasar, Jumat (28/8/2026). -IST

Koster Ingin Bali Kurangi Ketergantungan Energi Fosil

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Hasil Uji Lab Peneliti UNUD Nyatakan Mangrove di Benoa Mati Karena Cemaran BBM

Reporter balitopik.com
26 Februari 2026 - 11:25 am
Gambar 1. Pengujian Visual Bagian Akar dan Batang Sampel Mangrove

Gambar 1. Pengujian Visual Bagian Akar dan Batang Sampel Mangrove

Balitopik.com, BALI – Teka-teki mengenai penyebab kematian massal tanaman mangrove di wilayah operasional KSOP dan Pelindo akhirnya terkuak. Tim peneliti dari Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana (UNUD) secara resmi merilis hasil analisis laboratorium yang mengonfirmasi bahwa ekosistem hijau tersebut terpapar cemaran bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan pengujian Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) yang dilakukan pada 25-26 Februari 2026, tim peneliti menemukan fakta mengejutkan pada sampel sedimen (tanah) di area rhizosfer mangrove.

Bahwa berdasarkan hasil analisis GC-MS pada sampel tanah, ditemukan 45 senyawa volatil. Dari 45 senyawa, 41 diantaranya merupakan senyawa hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon yang terdeteksi sebagian besar ditemukan pada bahan bakar, seperti gasoline (bensin), kerosene (minyak tanah), dan diesel (solar).

Senyawa yang banyak terdeteksi dengan nilai persentase diatas 5% yaitu n-Hexadecane (5.799%), n-Heptadecane (7.651%), Pentadecane, 2,6,10-trimethyl (7.277%), Pentadecane, 2,6,10,14-tetramethyl (8.677)%, dan n-Eicosane (5.421%).

Senyawa hidrokarbon yang terdeteksi pada sampel tanah mangrove didominasi oleh senyawa hidrokarbon dengan rentang atom C15-C24 yang mengarah kuat ke kontaminasi diesel (solar). Sehingga, berdasarkan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan bahwa sampel tanah mangrove positif tercemar oleh limbah minyak bumi, terutama diesel (solar).

Koordinator tim peneliti, Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa minyak yang masuk ke pori-pori tanah telah menutupi akar dan bersifat racun.

“Senyawa aromatik dalam BBM merusak membran sel, mengganggu penyerapan nutrisi, dan merusak jaringan kambium. Hal ini menyebabkan tanaman mengalami klorosis (menguning), busuk akar, hingga akhirnya mati dalam hitungan minggu setelah terpapar,” ungkapnya dalam laporan tersebut, diterima Bali Topik, Kamis (26/2/2026).

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut dan melakukan tindakan bioremediasi, tim peneliti menyarankan agar dilakukan beberapa tindakan sebagai berikut:

1. Pemantauan Kesehatan Mangrove: Tanaman Mangrove adalah aset berharga bagi Tahura Ngurah Rai, sehingga Kesehatan tanaman harus dipantau agar mendapatkan penanggulangan apabila terdapat kondisi tanaman yang kurang sehat, hal ini termasuk dalam perawatan tanaman mangrove.

2. Isolasi bakteri pendegradasi minyak bumi serta aplikasi bakteri pendegradasi minyak bumi sebagai agen bioremediasi untuk memulihkan tanah mangrove dari kontaminasi minyak

3. Audit Lingkungan Infrastruktur Energi: Melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua pipa bawah laut dan daerah pesisir yang dimiliki Pertamina di Bali Selatan, dengan tugas untuk mengganti pipa yang sudah melewati umur pakai teknis dan menginstal sistem sensor yang bisa mendeteksi kebocoran secara real-time.

4. Moratorium dan Penegakan Hukum: Melakukan pemantauan indikasi pencemaran lingkungan di daerah sensitif sampai dokumen AMDAL diperbarui sesuai dengan kondisi lingkungan terkini, serta memberikan sanksi hukum yang tegas bagi setiap pelanggaran terhadap prosedur perlindungan lingkungan.

5. Rehabilitasi Substrat: Sebelum penanaman ulang dilakukan, perlu dilakukan pembersihan terhadap lumpur yang sudah mengeras dan menghilangkan sisa minyak di tanah agar substrat dapat mendukung pertumbuhan biji baru. Selain itu, untuk penggantian kerusakan tanaman mangrove yang sudah mati dapat juga dilakukan dengan penanaman kembali pada lahan mangrove yang lain.

6. Pembersihan Status Lahan: Membatalkan sertifikat tanah yang tidak sah di area Tahura dan memastikan fungsi hutan lindung kembali sepenuhnya tanpa ada kompromi, agar tidak merugikan ekosistem karena kepentingan bisnis.

Untuk diketahui, hasil analisis gas chromatography-mass spectrometry (gc-ms) sampel sedimen dan air di daerah rhizosfer tanaman mangrove milik KSOP Pelindo disusun oleh Tim Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana yaitu:

  1. Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, S.P., M.Si.
  2. Dr. Listihani, S.P., M.Si.
  3. Ni Nyoman Sista Jayasanti, S.P., M. Biotech
  4. Restiana Maulinda, S.P., M.Si.
  5. Wafa’ Nur Hanifah, S.P., M.Si.
  6. Yuli Evrianti Br. Raja Gukguk, A.Md. (*)
Tags: MangrovePelindoPenelitiPertamina Patra NiagaUnud
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Listrik Bali Masih Bergantung Paiton, Koster Kejar Energi Mandiri
  • AJI dan Dubes Polandia Latih Jurnalis Hadapi Operasi Informasi
  • Koster ke Pers Bali: Jangan Takut Sampaikan yang Buruk
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?