• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Lokasi terminal LNG di perairan Sidakarya. -Balitopik.com

Bisik-bisik Warga, LNG Sidakarya jadi “Hantu Baru” untuk Nelayan di Serangan

8 bulan ago
Bappeda Badung Gelar Rakor Percepatan Penanganan Stunting Tahun 2026, Perkuat Intervensi dari Hulu

Angka Stunting Badung Naik, Pemkab Perkuat Deteksi dari Hulu

15 menit ago
I Made Ariel Suardana (tengah) dan tim hukum I Made Daging lainnya di Propam Polda Bali. -BALITOPIK.COM

Ariel Suardana Minta Propam Usut Dugaan Penghalangan Laporan Made Daging

5 jam ago
Herman Umbu Billy. -BALITOPIK.COM

Umbu Billy Putera Sumba Dipercaya Jadi Dewan Pakar Gekrafs Bali

5 jam ago
Gubernur Bali dan jajajaran saat menerima dialog perwakilan mahasiswa dan buruh terkait kenaikan upah 2027. -BALITOPIK.COM

Koster Ungkap Proyeksi Upah 2027: Badung Tembus Rp4 Jutaan

10 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menemui massa aksi di Lapangan Renon, Denpasar. -BALITOPIK.COM

Temui Buruh Tuntut UMP Bali Rp5,2 Juta, Koster Janji Akan Lakukan yang Terbaik

1 hari ago
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma. -IST

Pengangguran di Badung Turun Jadi 1,57 Persen, 601 Tenaga Kerja Terserap ke Luar Negeri

1 hari ago
Kelian Subak Puluai,Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli Ketut Sirka dan pegiat antikorupsi Gede Angastia saat meninjau lokasi subak. -IST

Petani Ungkap Kejanggalan Proyek Irigasi Rp137 Miliar di Bangli

1 hari ago
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat KMHDI, I Nengah Candra Irawana

KMHDI ingatkan lahan bekas karhutla jangan jadi perkebunan sawit oligarki

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Bisik-bisik Warga, LNG Sidakarya jadi “Hantu Baru” untuk Nelayan di Serangan

Reporter balitopik.com
19 Februari 2026 - 8:08 am
Lokasi terminal LNG di perairan Sidakarya. -Balitopik.com

Lokasi terminal LNG di perairan Sidakarya. -Balitopik.com

Balitopik.com, DENPASAR – Belum hilang trauma para nelayan di wilayah Serangan akibat pembatasan ruang gerak di masa lalu, kini kekhawatiran baru kembali menghantui.

Rencana proyek Terminal Gas Alam Cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) di Sidakarya mulai dirasakan sebagai ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir setempat.

Istilah “Hantu Baru” kini santer terdengar meski hanya bisik-bisik di kalangan nelayan Serangan. Sebutan ini merujuk pada bayang-bayang pembatasan akses laut yang mungkin akan berulang.

Sebelumnya, para nelayan sempat berkonflik terkait pemasangan pelampung pembatas di wilayah Laguna Serangan oleh PT BTID yang memangkas area tangkapan mereka.

Kini, proyek LNG Sidakarya hadir dengan kekhawatiran serupa. Lagi-lagi nelayan di Serangan bekerja dalam bayang-bayang ketakutan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bali Topik di lapangan, kecemasan utama nelayan terletak pada proses pengerjaan pemasangan pipa bawah laut.

Pidi, salah seorang nelayan dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Samudra Serangan mengungkapkan bahwa proyek tersebut berdasarkan informasi yang mereka dengar akan membatasi ruang gerak mereka di laut secara signifikan.

“Kami mendengar dalam proses pemasangan pipa nanti, area laut yang biasa kami gunakan untuk mencari ikan akan dibatasi,” ujarnya saat ditemui di Serangan, Rabu (18/2/2026).

Kabarnya, kata dia, selama proyek berlangsung, nelayan akan dilarang beroperasi di sekitar lokasi proyek dan akan diberikan kompensasi sebesar Rp200.000 per hari. Ia menegaskan informasi yang didengar kelompoknya itu masih berupa kabar burung.

Terhadap, nominal tersebut, ungkapnya, sangat jauh dari pendapatan mereka setiap hari. Dia mengaku bahkan setengah hari saja mereka sudah bisa mendapat Rp 500.000.

“Nominal itu masih sangat jauh dari apa yang kami dapat setiap hari. Setengah hari saja, kami bisa membawa pulang Rp500.000 dari hasil penjualan ikan. Kalau hanya diganti dua ratus ribu, itu namanya mematikan dapur kami secara perlahan,” tegas nelayan tersebut.

Kondisi ini menempatkan masyarakat Serangan terutama para nelayan dalam posisi sulit. Di satu sisi, proyek infrastruktur energi terus berjalan atas nama pembangunan, namun di sisi lain, kearifan lokal dan ekonomi masyarakat pesisir seolah terpinggirkan.

“Kita sama sekali tidak pernah menolak pembangunan apapun, hanya saja jangan sampai masyarakat kecil seperti kami menjadi korban,” tandasnya.

Untuk diketahui, rencana lokasi terminal Liquefied Natural Gas (LNG) di Denpasar, Bali, ditetapkan berada di lepas pantai kawasan Sidakarya, Denpasar Selatan. Fasilitas terminal LNG ini direncanakan dibangun sekitar 3,5 kilometer dari pesisir pantai. (*)

Tags: LNGLNG SidakaryaPulau Serangan
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Angka Stunting Badung Naik, Pemkab Perkuat Deteksi dari Hulu
  • Ariel Suardana Minta Propam Usut Dugaan Penghalangan Laporan Made Daging
  • Umbu Billy Putera Sumba Dipercaya Jadi Dewan Pakar Gekrafs Bali
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist