• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Suasana rapat paripurna ke-31 DPRD Bali di Ruang Sidang Utama. -IST/BALITOPIK.COM

DPRD Bali Soroti 106 SHM dan Lahan 82 Hektare yang Dikuasai Investor di Tahura Ngurah Rai

3 bulan ago
THK Awards dan PROPER Siap Bersinergi, Dorong Industri Bali Terapkan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

THK dan Pusdal Bali Nusra Siap Bersinergi, Dorong Industri Hijau

28 menit ago
Rapat Tertinggi Anggota (RTA) IKB Flobamora NTT di Bali Tahun 2026 yang digelar di Aula Keuskupan Denpasar, Minggu (12/7). -IST

Belum Ada Ketum Baru, Flobamora Bali Sementara Dipimpin Tim Caretaker

60 menit ago
Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) melakukan audiensi resmi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. -IST

PP KMHDI Tawarkan Program KMHDI Mengajar dan Beasiswa Kolaboratif ke Kemendiktisaintek

3 jam ago
Suasana apel bendera MPLS siswa SD dan SMP di Badung. -IST

15.677 Siswa Baru di Badung Ikuti MPLS Ramah 2026, Fokus Cegah Perundungan Sejak Hari Pertama

5 jam ago
Ilustrasi Gubernur Bali Wayan Koster dukung Prancis. -BALITOPIK.COM

Gubernur Bali Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026

6 jam ago
I Ketut Sumarta

Gawang Kosong, Bola Kekosongan: Sepak Bola sebagai Jalan Sunyi Menuju Kesadaran

1 hari ago
Filosofi Salib: Mengapa Bagian Bawahnya Lebih Panjang? Foto: Rovin Bou

Filosofi Salib: Mengapa Bagian Bawahnya Lebih Panjang?

1 hari ago
Komunitas Seni Nyenit-Nyenir Banjar Sulangai tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dalam Pergelaran Semara Pagulingan pada PKB XLVIII 2026 dengan mengangkat filosofi Wong Samar. -IST

PKB 2026 Tembus 1,8 Juta Pengunjung, Omzet IKM dan Kuliner Bali Lampaui Rp16 Miliar

1 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

DPRD Bali Soroti 106 SHM dan Lahan 82 Hektare yang Dikuasai Investor di Tahura Ngurah Rai

Reporter balitopik.com
6 April 2026 - 1:50 pm
Suasana rapat paripurna ke-31 DPRD Bali di Ruang Sidang Utama. -IST/BALITOPIK.COM

Suasana rapat paripurna ke-31 DPRD Bali di Ruang Sidang Utama. -IST/BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mengungkap sejumlah temuan serius terkait dugaan pelanggaran pemanfaatan ruang di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai.

Dalam laporan resmi yang disampaikan dalam rapat paripurna ke-31 DPRD Bali di Ruang Sidang Utama, Senin (6/4/2026), Pansus TRAP menyoroti adanya indikasi reklamasi terselubung, aktivitas industri, hingga penerbitan ratusan sertifikat hak milik (SHM) di kawasan yang seharusnya berstatus konservasi.

Pansus TRAP menyebut, berdasarkan hasil inspeksi lapangan, ditemukan adanya kegiatan pemadatan lahan di kawasan hutan mangrove Tahura Ngurah Rai. Aktivitas tersebut diduga merupakan bentuk reklamasi terselubung.

Tak hanya itu, ditemukan pula pembangunan perumahan dan pemanfaatan lahan lain yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan konservasi.

Kondisi ini dinilai berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan permanen dan bertentangan dengan aturan tata ruang serta prinsip perlindungan ekosistem.

“Kegiatan tersebut dapat dikualifikasikan sebagai pelanggaran serius terhadap hukum kehutanan, lingkungan hidup, dan penataan ruang,” begitu ucap Ketua Pansus TRAP, Dr (C) I Made Supartha S.H., M.H dalam poin analisis Pansus.

Pansus TRAP juga menemukan aktivitas operasional pabrik beton yang berada di dalam atau bertampalan dengan kawasan Tahura Ngurah Rai.

Keberadaan industri tersebut dinilai melanggar ketentuan zonasi, mengingat kawasan mangrove bukan merupakan zona industri.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa pemanfaatan ruang di kawasan tersebut telah menyimpang dari peruntukannya.

Temuan paling mencolok adalah penerbitan lebih dari 106 Sertifikat Hak Milik (SHM) di atas kawasan mangrove Tahura Ngurah Rai. Padahal secara hukum, kawasan hutan konservasi tidak dapat dimiliki secara pribadi.

Pansus TRAP menilai penerbitan SHM tersebut mengandung cacat yuridis serius. Bahkan, dokumen terkait telah diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

Selain itu, sekitar 82 hektare kawasan mangrove disebut berada dalam penguasaan pihak swasta, yakni pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan pergeseran fungsi kawasan konservasi menjadi area investasi. Mengingat Tahura Ngurah Rai memiliki peran vital sebagai Penahan abrasi, Pengendali banjir, Penyerap karbon (blue carbon) dan Habitat keanekaragaman hayati.

Kerusakan kawasan ini berpotensi berdampak luas, termasuk meningkatkan risiko banjir di wilayah seperti:

  • Sanur
  • Pesanggaran
  • Pemogan
  • Tanjung Benoa
  • Hingga Bandara Ngurah Rai

Pansus TRAP menegaskan bahwa dugaan pelanggaran di Tahura Ngurah Rai tidak hanya menyangkut satu aspek, tetapi lintas sektor, meliputi:

  • Hukum kehutanan
  • Penataan ruang
  • Pertanahan
  • Perlindungan lingkungan hidup

Aktivitas seperti reklamasi, pembangunan, hingga konversi mangrove dinilai bertentangan dengan berbagai undang-undang yang berlaku.

Secara historis, kawasan mangrove ini telah dilindungi sejak era kolonial. Status resminya sebagai kawasan konservasi ditetapkan pada tahun 1992 dan diperkuat menjadi Tahura Ngurah Rai pada 1993.

Kawasan ini juga menjadi simbol restorasi lingkungan, termasuk saat penanaman mangrove dalam ajang internasional seperti KTT G20.

Melihat berbagai temuan tersebut, Pansus TRAP mendorong:

  • Penegakan hukum terhadap pelanggaran
  • Penertiban pemanfaatan ruang
  • Evaluasi penerbitan hak atas tanah
  • Pemulihan fungsi ekologis kawasan

Pansus menegaskan bahwa perlindungan Tahura Ngurah Rai bukan sekadar kebijakan, melainkan keharusan hukum demi menjaga keberlanjutan Bali.

“Jika fungsi ekologis hilang, kerugian yang ditimbulkan jauh lebih besar dibanding keuntungan ekonomi jangka pendek,” tutup Supartha. (*)

Tags: BadungDenpasarDPRD BaliLingkunganmangrove BaliPansus TRAPReklamasiSHMTahura Ngurah RaiTeluk Benoa
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • THK dan Pusdal Bali Nusra Siap Bersinergi, Dorong Industri Hijau
  • Belum Ada Ketum Baru, Flobamora Bali Sementara Dipimpin Tim Caretaker
  • PP KMHDI Tawarkan Program KMHDI Mengajar dan Beasiswa Kolaboratif ke Kemendiktisaintek
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?