BALITOPIK.COM, DENPASAR – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026, Tokoh Muda Muslim sekaligus Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Bali, Muhamad Shalahuddin Jamil, mengajak seluruh umat di Bali untuk terus menjaga sikap saling menghormati dan memperkuat toleransi antarumat beragama.
Shalahuddin, yang akrab disapa Bro Shalah, berharap antar umat khususnya Umat Muslim di Pulau Dewata dapat ikut menghormati kesucian perayaan Nyepi demi menjaga kerukunan yang selama ini terjalin harmonis di Bali.
Menurutnya, sikap saling menghargai menjadi semakin penting karena tahun ini perayaan Nyepi bertepatan dengan Bulan Ramadhan dan berdekatan dengan momentum persiapan menyambut Idul Fitri.
“Kami mengajak seluruh umat khususnya Umat Muslim di Bali untuk bersama-sama menghormati Hari Raya Nyepi 2026. Mari kita jaga toleransi dan harmoni di tengah keberagaman, baik saat pelaksanaan Nyepi maupun selama rangkaian ibadah bulan suci Ramadan hingga Lebaran,” ujar Shalahuddin saat dihubungi Bali Topik, Selasa (10/3/2026).
Ia juga menilai bahwa Nyepi bukan hanya menjadi hari sakral bagi umat Hindu, tetapi juga dapat menjadi momen refleksi bagi semua masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
Suasana hening saat Nyepi, lanjutnya, bisa dimanfaatkan untuk bertafakur, melakukan introspeksi, serta memperbaiki sikap dalam kehidupan sehari-hari.
“Nyepi dapat menjadi momentum refleksi bagi seluruh umat beragama di Bali. Dalam keheningan itu kita bisa sejenak berhenti dari kesibukan, bertafakur, mengevaluasi diri, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik serta bermanfaat bagi sesama. Dan kita juga Umat Islam tentunya menunggu sidang Istbat Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama dalam menentukan 1 Syawal 1447 Hijriyah,” tambahnya.
Melalui ajakan ini, Ketua DPW PBB Bali Bro Shalah juga berpesan bagi para pemudik yang akan pulang ke kampung halaman agar berhati-hati dan tertib dalam berlalu lintas. Serta bersama-sama mengajak Umat Muslim yang melaksanakan hari raya Idul Fitri di Bali untuk menjaga situasi keamanan dan kedamaian di Bali tetap terjaga kondusif. Dengan begitu, seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah masing-masing dengan khidmat, penuh rasa hormat, serta dalam suasana yang harmonis.
Untuk diketahui, Forum Kerukunan Umat Beragama Bali (FKUB Bali) juga telah mengeluarkan seruan bersama terkait malam Takbiran yang jatuh tepat bersamaan dengan Nyepi 2026.
Ketua FKUB Bali, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet, menyampaikan bahwa pada prinsipnya kegiatan takbiran tetap diperbolehkan, namun harus dilakukan dengan beberapa ketentuan agar tetap menghormati kesucian Nyepi.
Ia menjelaskan, umat Islam di Bali dapat melaksanakan takbiran di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki tanpa menggunakan pengeras suara serta tidak menimbulkan kebisingan. Selain itu, kegiatan juga tidak diperkenankan menggunakan petasan atau bunyi-bunyian yang dapat mengganggu suasana hening Nyepi.
Pelaksanaan takbiran juga dianjurkan berlangsung secara sederhana dengan penerangan secukupnya dan dilaksanakan dalam rentang waktu terbatas pada malam hari. Pengurus masjid, aparat keamanan, pecalang, serta perangkat desa diharapkan dapat berkoordinasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Seruan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara FKUB Bali, pemerintah daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Tujuannya untuk memastikan kedua perayaan keagamaan dapat berlangsung dengan khidmat sekaligus tetap menjaga harmoni kehidupan antarumat beragama di Bali. (*)









