BALITOPIK.COM, DENPASAR – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Bali memasuki hari keempat. Antrean kendaraan masih terlihat mengular di sejumlah SPBU meski berbagai upaya penanganan telah dilakukan Pertamina bersama pemerintah daerah.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar. Mereka mendesak Pertamina mempercepat distribusi BBM ke seluruh SPBU di Bali agar antrean panjang tidak terus terjadi.
Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Denpasar, Andrianus Yovianto alias Alfian, mengatakan situasi di lapangan menunjukkan persoalan distribusi belum sepenuhnya teratasi.
“Kami meminta pihak Pertamina harus mempercepat pendistribusian BBM ke setiap SPBU. Hal ini lantaran situasi di lapangan masyarakat mengalami antrean yang panjang hingga 1 kilometer dan berujung pingsan,” ujar Alfian, Rabu (14/10/2026).
Ia mencontohkan kondisi di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal. Berdasarkan pemantauan langsung PMKRI, antrean di lokasi tersebut disebut mencapai sekitar satu kilometer.
Sementara di SPBU Monang-maning, antrean bahkan disebut mencapai sekitar dua kilometer.
Menurut Alfian, kelangkaan BBM tidak hanya menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar. Dampaknya mulai merembet ke aktivitas ekonomi, terutama kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada mobilitas kendaraan.
“Kami melihat bahwa krisis BBM berdampak langsung pada mobilitas warga, penghasilan pengemudi ojol, UMKM, serta kenyamanan wisatawan dan rusaknya citra pariwisata Bali,” katanya.
PMKRI juga meminta Pemerintah Provinsi Bali memperkuat komunikasi publik di tengah kondisi tersebut. Menurut Alfian, informasi yang jelas diperlukan agar persoalan kelangkaan BBM tidak berkembang menjadi kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kami meminta pihak pemerintah Provinsi Bali untuk menjaga komunikasi publik di tengah situasi mencekam akibat krisis BBM, agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, PMKRI Cabang Denpasar menyampaikan empat tuntutan kepada Pertamina.
Pertama, Pertamina diminta segera mempercepat distribusi BBM ke setiap SPBU. Kedua, Pertamina diminta transparan kepada publik mengenai data kebutuhan BBM di setiap SPBU di Bali sekaligus dasar penetapan kuota.
Ketiga, PMKRI meminta audit mengenai penyebab kelangkaan BBM pada Oktober 2026 beserta data stok BBM dipublikasikan kepada masyarakat.
Keempat, Pertamina diminta menyiapkan langkah mitigasi risiko agar persoalan kelangkaan BBM serupa tidak kembali terjadi di Bali.








