BALITOPIK.COM, DENPASAR — Kondisi memprihatinkan terlihat di kawasan ekowisata Mangrove Batu Lumbang. Tumpukan sampah plastik menjadi “panggilan alam” bagi masyarakat Bali untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Menjawab kondisi tersebut, berbagai elemen masyarakat yang dikomandoi oleh Komunitas Gagasan Pemuda Bali menggelar aksi bersih-bersih pada Minggu (22/3/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir, khususnya mangrove.
Dalam waktu kurang lebih dua jam, para relawan berhasil mengangkat sebanyak 553 kilogram sampah plastik dari kawasan mangrove. Sampah yang didominasi limbah rumah tangga ini berpotensi merusak lingkungan serta mengancam kehidupan biota laut.
Koordinator Gagasan Pemuda Bali, I Gusti Putu Putra Mahardika, mengatakan bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian bersama.
“Ini adalah alarm bagi kita semua. Sampah yang kita buang sembarangan, terutama ke saluran air, pada akhirnya akan bermuara di laut dan menumpuk di kawasan seperti ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas aksi bersih-bersih, tetapi juga membawa pesan edukasi kepada masyarakat luas.
Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi dukungan para relawan dan donatur yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
“Ke depan, kami ingin mengembangkan gerakan ini secara berkelanjutan, mulai dari hulu hingga hilir, agar penanganan sampah bisa lebih efektif,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah. Upaya bersama dinilai menjadi kunci untuk menjaga kelestarian lingkungan Bali, terutama ekosistem mangrove yang memiliki peran penting bagi keseimbangan alam. (*)









