• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Foto: ilustrasi sepasang orang muda Bali sedang memakai kain endek Bali dalam acara fashion show. -BALITOPIK.COM

Perajin Kain Endek di Ujung Jurang, 83 Persen yang Beredar di Pasar Bukan Buatan Bali

3 bulan ago
Seorang model saat tampil di Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, Kamis (27/8/2026). -IST

Putri Koster Ungkap 3 Kunci Bawa Wastra Bali ke Dunia

2 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Bali Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo) di Jayasabha, Denpasar, Jumat (28/8/2026). -IST

Koster Ingin Bali Kurangi Ketergantungan Energi Fosil

2 jam ago
Aliansi Bali Peduli Bencana Flores saat menyalurkan bantua logistik pangan kepada mahasiswa asal Flores di Bali. -IST

Gempa Flores Tekan Ekonomi Keluarga, 100 Mahasiswa di Bali Dapat Bantuan Logistik

24 jam ago
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap nenek yang hilang. -IST

Lansia 79 Tahun Hilang di Nusa Penida, Tim SAR Sisir Bukit

1 hari ago
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko turun langsung memimpin Operasi Pengawasan Orang Asing Dharma Dewata. -IST

Dirjen Imigrasi Pimpin Langsung Operasi, Lima WNA Diamankan di Canggu

1 hari ago
WNA Prancis berinisial LR (tengah) saat dideportasi dari Bali. -IST

Diduga Buat Konten Asusila, WN Prancis Dideportasi dari Bali

2 hari ago
Kegiatan Duta Bersinar (Bersih Narkoba) Kecamatan Kuta Utara yang dikukuhkan dalam kegiatan “Merdeka Tanpa Narkoba” di Mie Kober Dalung, Kuta Utara, Kamis (27/8/2026). -IST

Pelajar Kuta Utara Dibidik Jadi Garda Depan Perang Melawan Narkoba

2 hari ago
Momen Peluncuran Immigration Lounge Discovery Mall Bali, Kamis (27/8/2026). -IST

Ni Luh Djelantik dan AWK Dirangkul Dirjen Imigrasi, Koster dan De Gadjah Gandengan, Ada Pesan Bali Bersatu

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Perajin Kain Endek di Ujung Jurang, 83 Persen yang Beredar di Pasar Bukan Buatan Bali

Reporter balitopik.com
30 Mei 2026 - 9:49 am
Foto: ilustrasi sepasang orang muda Bali sedang memakai kain endek Bali dalam acara fashion show. -BALITOPIK.COM

Foto: ilustrasi sepasang orang muda Bali sedang memakai kain endek Bali dalam acara fashion show. -BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Di tengah meningkatnya kebanggaan masyarakat mengenakan kain endek, fakta mengejutkan justru terungkap dari hasil survei terbaru. Sebagian besar kain bermotif endek yang beredar di pasaran ternyata bukan diproduksi oleh perajin Bali.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mengungkapkan bahwa sekitar 83 persen kain endek yang beredar saat ini berasal dari luar Bali. Sementara produk yang benar-benar ditenun oleh perajin lokal hanya menguasai sekitar 17 persen pasar.

Temuan tersebut disampaikan saat pembukaan Dekranasda Bali Fashion Day 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Jumat (29/5/2026).

“Ketika Universitas Hindu Indonesia membantu kami melakukan survei, hasilnya sangat mencengangkan. Sebanyak 83 persen kain endek yang beredar di pasaran berasal dari luar Bali, sedangkan yang diproduksi di Bali hanya sekitar 17 persen,” ujar Putri Koster.

Angka tersebut menjadi alarm serius bagi keberlangsungan industri tenun tradisional Bali. Pasalnya, meski permintaan pasar terhadap kain endek terus meningkat, manfaat ekonomi terbesar justru dinikmati produsen dari luar daerah.

Menurut Putri Koster, kondisi ini tidak hanya mengancam keberlangsungan usaha para perajin lokal, tetapi juga berpotensi menggerus identitas budaya Bali yang selama ini melekat kuat pada kain endek.

Ia menilai masyarakat selama ini sering kali sulit membedakan antara endek asli Bali dengan produk bermotif endek yang diproduksi secara massal di luar daerah. Akibatnya, pasar lokal perlahan dikuasai produk luar yang dijual dengan harga lebih murah.

“Kalau situasi ini terus dibiarkan, suatu saat Bali hanya menjadi konsumen. Kita memakai endek setiap hari, tetapi tidak lagi memiliki penenun yang memproduksinya,” katanya.

Putri Koster juga menyoroti praktik sejumlah pedagang yang menjual kain produksi luar Bali dengan label atau narasi seolah-olah merupakan produk asli Bali. Praktik tersebut dinilai merugikan para perajin lokal yang selama ini mempertahankan proses produksi tradisional.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadi konsumen yang lebih cerdas dengan memastikan asal-usul produk yang dibeli. Menurutnya, setiap pembelian kain tenun asli Bali merupakan bentuk dukungan langsung terhadap keberlangsungan para perajin lokal.

Selain persoalan dominasi produk luar, Bali juga menghadapi tantangan serius berupa menurunnya jumlah penenun. Banyak generasi muda yang tidak lagi tertarik menekuni profesi tersebut sehingga regenerasi berjalan sangat lambat.

Jika kondisi ini tidak segera diatasi, Putri Koster khawatir endek Bali suatu saat hanya akan menjadi nama dan motif yang diproduksi di luar Pulau Dewata.

“Bisa saja nanti namanya bukan lagi Endek Bali. Mungkin menjadi Endek Troso atau Endek Jepara. Orang Bali hanya menjadi pemakai tanpa lagi mampu menenunnya,” tegasnya.

Untuk melindungi warisan budaya tersebut, Dekranasda Bali bersama pemerintah daerah terus mendorong penggunaan produk tenun asli Bali sekaligus memperkuat perlindungan hukum terhadap motif endek yang telah memiliki perlindungan hak kekayaan intelektual.

“Saya sudah berbicara dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali. Motif endek Bali dilindungi oleh aturan hak cipta. Ke depan, aturan ini akan ditegakkan terhadap pihak-pihak yang melanggarnya,” ujar Putri Koster.

Dekranasda Bali Fashion Day 2026 sendiri menjadi salah satu upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap wastra lokal sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga endek Bali tidak cukup hanya dengan memakainya, tetapi juga memastikan produk yang digunakan benar-benar berasal dari tangan perajin Bali. (*)

Tags: dekranasda baliEndek Asli BaliEndek BaliIndustri Tenun Balikain endek Balikain tradisional BaliPenenun Baliperajin endek BaliPutri KosterWastra Bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Putri Koster Ungkap 3 Kunci Bawa Wastra Bali ke Dunia
  • Koster Ingin Bali Kurangi Ketergantungan Energi Fosil
  • Gempa Flores Tekan Ekonomi Keluarga, 100 Mahasiswa di Bali Dapat Bantuan Logistik
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?