• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Prof. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari saat diskusi Pekan Iklim Bali 2025, beberapa waktu lalu. -Balitopik.com

Prof Dr. Ida Ayu Giriantari: Penentuan 3,5 KM mengikuti Rekomendasi Otoritas Yang Kompeten, Aneh Kalau Ditolak

1 tahun ago
Ilustrasi

BBM Langka di Bali, IWO Desak Dirut Pertamina Dicopot

13 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memantau operasional di salah satu SPBU. -BALITOPIK.COM

Cek Depo Pertamina, Koster Minta Distribusi Dipacu

15 jam ago
Ketua DPC GMNI Denpasar, Wayan Hendra. -IST

BBM Langka di Bali, GMNI Denpasar Desak Pemerintah Buka Data dan Benahi Tata Kelola

17 jam ago
Pengurus PMKRI Cabang Denpasar. -BALITOPIK.COM

Masuk Hari Keempat Warga Ngantri Bensin Sampai Pingsan, PMKRI Denpasar Minta Pertamina Segera Lakukan 4 Hal

1 hari ago
Piagam penghargaan untuk BPD Bali kategori kinerja pembayaran pensiunan. -IST

Bank BPD Bali Raih Penghargaan Terbaik II Kinerja Pembayaran Pensiun dari TASPEN

2 hari ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

Bali WFH 3 Hari Akibat BBM Langka, Sekolah dan Kampus Belajar Daring

2 hari ago
Direktur YLPK Bali I Putu Armaya

Antrean BBM di Bali Berlarut, YLPK Usulkan Sistem Ganjil-Genap Jika Kondisi Darurat Berlanjut

2 hari ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

KMHDI Buleleng Desak Pemerintah Bertindak Tegas Atasi Gangguan Pasokan BBM di Bali

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Prof Dr. Ida Ayu Giriantari: Penentuan 3,5 KM mengikuti Rekomendasi Otoritas Yang Kompeten, Aneh Kalau Ditolak

Reporter balitopik.com
27 September 2025 - 1:58 pm
Prof. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari saat diskusi Pekan Iklim Bali 2025, beberapa waktu lalu. -Balitopik.com

Prof. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari saat diskusi Pekan Iklim Bali 2025, beberapa waktu lalu. -Balitopik.com

Balitopik.com, DENPASAR – Guru Besar Universitas Udayana yang juga pakar energi terkemuka, Prof. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari, menyatakan bahwa penentuan lokasi Terminal Khusus (Tersus) LNG sejauh 3,5 kilometer dari garis pantai Bali sudah mengikuti rekomendasi otoritas yang kompeten, yaitu mantan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada tahun 2023 dan juga saran dari Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2025.

Oleh karena itu, munculnya penolakan baru dari sebagian masyarakat yang dinilainya mengherankan dan patut diwaspadai agar tidak menjadi alat adu domba oleh kepentingan tertentu yang ingin menggagalkan transisi energi Bali.

Pernyataan ini disampaikan Prof. Giriantari menanggapi dinamika terbaru proyek LNG Bali, dimana meski titik pembangunan telah dipindahkan dari 500 meter menjadi 3,5 km—sesuai usulan pusat untuk mengakomodir aspirasi keamanan—penolakan tetap muncul, khususnya dari warga Serangan.

Prof. Giriantari, yang merupakan profesor di Departemen Teknik Elektro Universitas Udayana dan memimpin Center for Community Based Renewable Energy (CORE) , mengungkapkan keanehan terhadap pola penolakan ini.

“Seharusnya kalau mengikuti rekomendasi tidak ada masalah. Ternyata tidak. Jadi makanya bingung kita, nih,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa titik 3,5 km ini justru merupakan hasil kajian yang dianggap ideal karena jauh dari pemukiman dan tidak mengganggu jalur pelayaran. “Padahal dulu, dari pihak Kemenko Marves memang yang minta 3,5 km itu,” tambahnya .

Menurut analisis Prof. Giriantari, salah satu munculnya persoalan terletak adanya pemahaman yang belum utuh terkait manfaat proyek. Masyarakat seringkali mengharapkan keuntungan yang langsung terasa, sementara manfaat energi bersih seperti LNG bersifat jangka panjang.

“Masyarakat kan pengen lihat untungnya saat ini gitu ya. Mereka berpikir setiap ada investasi, itu hanya keuntungannya untuk investor. Jaminan bahwa masyarakat memperoleh dampak positifnya itu belum ada,” jelasnya.

Dia memaparkan, manfaat energi bersih bagi Bali bersifat jangka panjang dan multidimensional. Mulai dari peningkatan kualitas udara, penguatan brand pariwisata hijau, hingga penghematan anggaran kesehatan.

“Yang jelas, untuk masa depan anak cucu kita. Keuntungan jangka panjangnya luar biasa,” tegasnya.

Ia mencurigai adanya faktor non-teknis yang lebih kompleks dalam proses pembangunan tersus LNG, sehingga mengaburkan arti penting kehadiran LNG.

Guru Besar Universitas Udayana tersebut menyoroti bahwa seringkali masalah muncul bukan dari level masyarakat bawah, melainkan dari dinamika di tingkat elit.

“Itu keras. Itu masalah kita sama sama tahu lah. Ada di segala aspek. Elit-elit di atas itu harus serius,” tegas Prof. Giriantari, mengisyaratkan adanya permainan kepentingan. Seringkali masyarakat di tingkat bawah digunakan saja, sebagai kepanjangan tangan para pemilik kepentingan.

Prof. Giriantari mengingatkan semua pihak, terutama masyarakat dan media, untuk waspada terhadap upaya-upaya yang dapat memecah belah. Ia mendorong agar sosialisasi dan harmonisasi proyek yang menjanjikan manfaat kemitraan bagi wilayah sekitar seperti Intaran dan Serangan harus terus diintensifkan.

“Supaya masyarakat sadar, jangan sampai diadu domba, dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang kepentingan pribadinya, kepentingan kelompok mereka,” pesannya .

Sebagai pakar yang baru saja meraih penghargaan bergengsi Solar Award dalam International Solar Summit (ISS) 2025 atas kontribusinya di bidang energi terbarukan , Prof. Giriantari menegaskan bahwa kehadiran LNG merupakan bagian penting dari peta jalan transisi energi Bali menuju Net Zero Emission 2045.

Proyek ini tidak hanya untuk menyediakan energi yang lebih bersih tetapi juga untuk mewujudkan kemandirian energi dan stabilitas pasokan listrik di Pulau Dewata. Dengan demikian, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan transparan dari semua pemangku kepentingan untuk memastikan agenda strategis ini tidak terganggu oleh kepentingan-kepentingan sempit. (*)

Tags: LNGLNG SidakaryaProf. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • BBM Langka di Bali, IWO Desak Dirut Pertamina Dicopot
  • Cek Depo Pertamina, Koster Minta Distribusi Dipacu
  • BBM Langka di Bali, GMNI Denpasar Desak Pemerintah Buka Data dan Benahi Tata Kelola
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist