BALITOPIK.COM, JEMBRANA – Arus mudik dari Bali menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mengalami lonjakan signifikan pada musim mudik 2026. Kepadatan kendaraan bahkan menyebabkan antrean panjang hingga puluhan kilometer.
Berdasarkan data dari ASDP Cabang Ketapang, jumlah pemudik yang menyeberang hampir menyentuh angka setengah juta orang selama periode angkutan mudik, yakni dari H-10 hingga H-1.
Perjalanan mudik dari Bali menuju Pulau Jawa melalui jalur Pelabuhan Ketapang mencatat peningkatan baik dari sisi penumpang maupun kendaraan.
Total penumpang tercatat hampir setengah juta tepatnya mencapai 494.678 orang atau naik 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 470.036 orang. Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 158.364 unit, meningkat 6,1 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 149.198 unit.
Di sisi lain, arus dari Jawa ke Bali juga mengalami pergerakan. Tercatat sebanyak 204.473 penumpang menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk, naik tipis 0,4 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, jumlah kendaraan justru sedikit menurun menjadi 40.123 unit atau turun 0,3 persen.
Lonjakan pemudik ini berdampak pada kemacetan panjang yang bahkan disebut mencapai wilayah Kota Negara pada Minggu (15/03/26). Sejumlah pemudik mengaku perjalanan kali ini menjadi salah satu yang paling berat.
“Parah, ini yang terparah. Antrean sampai di kota. Saya butuh sekitar 15 jam untuk bisa masuk ke pelabuhan,” ujar Wahyu.
Kepadatan di jalur utama dari Denpasar menuju Gilimanuk membuat sebagian pemudik mencoba jalur alternatif melalui Singaraja. Namun, upaya tersebut belum mampu mengurai kemacetan.
“Saya pilih jalur alternatif lewat Pupuan tembus Singaraja, tapi tetap macet juga, bahkan hampir 12 kilometer,” ujar Bayu, salah satu pemudik.
Situasi ini menjadi gambaran tingginya mobilitas masyarakat saat musim mudik, sekaligus tantangan bagi pengelolaan arus transportasi di jalur penyeberangan utama Bali–Jawa. (*)









