Balitopik.com, BALI – Berangkat dari komitmen kuat untuk menjadi pionir gerakan penghijauan di Bali, Yayasan Jati Nusa Lestari kembali menghadirkan langkah nyata dalam upaya pelestarian lingkungan Pulau Dewata. Bertepatan dengan Hari Gerakan Sejuta Pohon pada 10 Januari 2026, Yayasan Jati Nusa Lestari melaksanakan kegiatan penanaman puluhan pohon jati di Desa Pejeng, Kabupaten Gianyar.
Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan serta Nuanu Kids Academy, sebagai bentuk aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Selain berkontribusi pada upaya pemulihan ekosistem, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan dengan menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga dan memulihkan alam Bali. Dari tangan-tangan mungil generasi muda, semangat cinta lingkungan terus ditumbuhkan sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan Pulau Dewata.
Gerakan penghijauan ini bermula dari langkah sederhana melalui Program Adopsi Pohon yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2025 di kawasan Pantai Nyanyi. Seiring berjalannya waktu, gerakan tersebut berkembang menjadi lebih masif dan berkelanjutan, hingga mampu merealisasikan penanaman puluhan pohon jati di Desa Pejeng, Gianyar berlokasi di tanah masyarakat yang rawan terhadap pergeseran dan longsor tanah. Setiap pohon yang ditanam menjadi simbol harapan, keberlanjutan, serta kepedulian terhadap kelestarian alam Bali.
Tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, Yayasan Jati Nusa Lestari juga menginisiasi pameran lukisan bekerja sama dengan Labyrinth Art Gallery yang saat ini masih berlangsung dan dapat dikunjungi hingga Februari 2026. Pameran ini mengangkat tema lingkungan yang dikemas secara artistik dengan nilai filosofis yang mendalam, sebagai upaya membangun kesadaran publik akan pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui pendekatan seni dan budaya.
Novi Dwi Jayanti selaku Ketua Yayasan Jati Nusa Lestari mengatakan, penanaman pohon ini lebih dari sekadar sebuah gerakan, inisiatif ini merupakan komitmen berkelanjutan Yayasan Jati Nusa Lestari untuk menghijaukan kembali Bali serta menjaga keasrian dan keseimbangan ekosistem Pulau Dewata. Harmoni antara manusia, alam, dan nilai-nilai luhur budaya Bali menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan alam di Bumi Bali.
Ke depan, Yayasan Jati Nusa Lestari berencana untuk memperluas cakupan gerakan penghijauan, tidak hanya melalui penanaman pohon jati sebagai penyangga dan penguat struktur tanah, tetapi juga dengan penanaman pohon bambu yang berfungsi sebagai penahan tanah dan mitigasi risiko longsor di sejumlah wilayah di Bali.
“Melalui gerakan ini kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga Bumi Bali melalui gerakan penghijauan dan penanaman pohon, sebagai warisan hijau yang lestari bagi generasi mendatang,” kata Novi Dwi.
Jati Nusa Lestari adalah sebuah organisasi nirlaba yang mengedepankan gerakan sosial berkelanjutan dengan menghubungkan manusia, alam, dan kebudayaan melalui kerangka Falsafah Jati Nusantara. Inisiatif ini lahir untuk menjawab tantangan ekologi, sosial budaya, dan ekonomi di tingkat komunitas, dengan mendorong kolaborasi lintas sektor. Program dirancang untuk memperkuat keberlanjutan lingkungan, memelihara identitas budaya, meningkatkan kesejahteraan, serta mitigasi bencana. Jati Nusantara hadir sebagai model integratif bagi masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan berbasis nilai-nilai leluhur Nusantara. (*)

















