• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Foto: Ketua FKUB Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet. -IST/Balitopik.com

Tanpa TOA, Jalan Kaki ke Masjid, Minim Lampu dan Syarat Takbiran lainnya Saat Nyepi di Bali

7 bulan ago
Ilustrasi

BBM Langka di Bali, IWO Desak Dirut Pertamina Dicopot

9 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memantau operasional di salah satu SPBU. -BALITOPIK.COM

Cek Depo Pertamina, Koster Minta Distribusi Dipacu

11 jam ago
Ketua DPC GMNI Denpasar, Wayan Hendra. -IST

BBM Langka di Bali, GMNI Denpasar Desak Pemerintah Buka Data dan Benahi Tata Kelola

13 jam ago
Pengurus PMKRI Cabang Denpasar. -BALITOPIK.COM

Masuk Hari Keempat Warga Ngantri Bensin Sampai Pingsan, PMKRI Denpasar Minta Pertamina Segera Lakukan 4 Hal

1 hari ago
Piagam penghargaan untuk BPD Bali kategori kinerja pembayaran pensiunan. -IST

Bank BPD Bali Raih Penghargaan Terbaik II Kinerja Pembayaran Pensiun dari TASPEN

1 hari ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

Bali WFH 3 Hari Akibat BBM Langka, Sekolah dan Kampus Belajar Daring

1 hari ago
Direktur YLPK Bali I Putu Armaya

Antrean BBM di Bali Berlarut, YLPK Usulkan Sistem Ganjil-Genap Jika Kondisi Darurat Berlanjut

2 hari ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

KMHDI Buleleng Desak Pemerintah Bertindak Tegas Atasi Gangguan Pasokan BBM di Bali

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Tanpa TOA, Jalan Kaki ke Masjid, Minim Lampu dan Syarat Takbiran lainnya Saat Nyepi di Bali

Reporter balitopik.com
8 Maret 2026 - 7:32 am
Foto: Ketua FKUB Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet. -IST/Balitopik.com

Foto: Ketua FKUB Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet. -IST/Balitopik.com

Balitopik.com, BALI – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali memastikan bahwa kegiatan malam takbiran tetap diperbolehkan dilaksanakan meskipun bertepatan dengan Hari Raya Nyepi tahun 2026. Namun demikian, pelaksanaannya harus mengikuti sejumlah ketentuan agar tidak mengganggu suasana hening yang menjadi inti perayaan Nyepi di Pulau Dewata.

Hal tersebut disampaikan Ketua FKUB Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, saat ditemui usai acara Gelar Agung Pecalang se-Bali yang berlangsung di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, pada prinsipnya kegiatan takbiran tetap diperbolehkan sebagai bagian dari perayaan umat Muslim menyambut Idul Fitri. Namun, pelaksanaannya harus dilakukan secara sederhana dan tidak menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu umat Hindu yang sedang menjalankan Nyepi.

“Pada prinsipnya takbiran boleh dilaksanakan, tetapi dengan syarat yang cukup ketat tanpa mengurangi makna dari takbiran itu sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu syarat utama adalah kegiatan takbiran dilakukan dengan berjalan kaki menuju masjid atau tempat ibadah terdekat. Selain itu, kegiatan tersebut diminta tidak menggunakan pengeras suara atau alat yang dapat menimbulkan suara keras.

FKUB Bali juga mengimbau agar lampu di area masjid diarahkan ke dalam ruangan sehingga tidak memancarkan cahaya yang terlihat dari luar. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga suasana sunyi dan gelap yang menjadi bagian dari pelaksanaan Nyepi.

Setelah kegiatan selesai, umat yang mengikuti takbiran juga diminta untuk langsung kembali ke rumah masing-masing dan tidak melakukan aktivitas lain di luar.

Menurut Penglingsir Agung, kebijakan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama di Bali. Ia menilai, kebijakan tersebut sekaligus menjadi contoh nyata praktik toleransi yang selama ini terjaga di Pulau Dewata.

“Bali sudah lama menjadi barometer toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, keputusan tersebut bukan diambil secara sepihak. Kebijakan itu merupakan hasil kesepakatan bersama antara para tokoh agama di Bali, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri.

Seruan bersama terkait pelaksanaan Nyepi dan kegiatan keagamaan lainnya juga telah diedarkan kepada masyarakat. Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa seluruh pihak diharapkan menjaga ketenangan dan ketertiban selama Nyepi berlangsung.

Penglingsir Agung menjelaskan bahwa Bali sebenarnya sudah beberapa kali mengalami momen ketika dua hari besar keagamaan jatuh pada waktu yang hampir bersamaan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Nyepi pernah bertepatan dengan ibadah umat agama lain.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kehidupan berdampingan antarumat beragama dapat berjalan dengan baik jika dilandasi rasa saling menghormati.

“Indonesia memiliki landasan kuat melalui Bhinneka Tunggal Ika dan Undang-Undang Dasar 1945. Nilai-nilai tersebut sebenarnya juga sejalan dengan ajaran semua agama yang mengajarkan toleransi dan saling menghormati,” jelasnya.

Ia mencontohkan, di masa lalu Nyepi pernah bertepatan dengan berbagai kegiatan keagamaan lain, seperti ibadah Jumat bagi umat Muslim maupun ibadah Minggu bagi umat Kristen. Namun semua kegiatan tersebut tetap bisa berjalan dengan baik tanpa mengurangi kesakralan Nyepi.

Meski demikian, FKUB Bali tetap mengingatkan adanya kemungkinan munculnya oknum yang berpotensi mengganggu ketertiban selama Nyepi berlangsung.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pecalang di masing-masing desa adat akan tetap melakukan pengawasan di lapangan. Namun, pendekatan yang dilakukan diharapkan bersifat humanis dan persuasif.

Jika ditemukan pelanggaran, pecalang diminta untuk mengedepankan dialog serta koordinasi dengan tokoh agama setempat agar masalah dapat diselesaikan secara damai.

“Pecalang nanti akan turun bersama tokoh agama di wilayah masing-masing, baik dari umat Hindu, Islam maupun lainnya. Harapannya semua kegiatan bisa berjalan aman dan damai,” kata Penglingsir Agung.

Ia berharap masyarakat Bali dapat terus menjaga tradisi hidup rukun yang telah menjadi ciri khas daerah tersebut. Menurutnya, keharmonisan antarumat beragama merupakan salah satu kekuatan utama Bali yang harus dipertahankan.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan perayaan Nyepi maupun malam takbiran dapat berjalan dengan tertib, saling menghormati, dan tetap menjaga nilai toleransi yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali. (*)

 

Tags: akbiran baliaturan nyepi baliaturan takbiran nyepiBerita Balidenpasar balifkub baliidul fitri balikehidupan beragama di balikerukunan umat beragamamalam takbirannyepi 2026Pecalang Balitakbiran jalan kaki ke masjidtakbiran tanpa toatoleransi beragama bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • BBM Langka di Bali, IWO Desak Dirut Pertamina Dicopot
  • Cek Depo Pertamina, Koster Minta Distribusi Dipacu
  • BBM Langka di Bali, GMNI Denpasar Desak Pemerintah Buka Data dan Benahi Tata Kelola
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist