BALITOPIK.COM, BADUNG – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, turun langsung meninjau lokasi pengelolaan bahan kompos di kawasan Taman Bung Karno, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Minggu (12/04/2026).
Peninjauan ini dilakukan sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat sekaligus memastikan proses pengolahan limbah organik berjalan sesuai standar lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup didampingi oleh Plt. Kepala DLHK Badung, I Made Agus Aryawan, bersama jajaran terkait. Hadir pula Perbekel Desa Penarungan, Ni Wayan Kerni, serta Bendesa Adat Penarungan, I Made Widiada.
Di hadapan warga, Wabup menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) permanen.
“Lokasi ini bukan TPST, tetapi sementara digunakan sebagai sentra kompos,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sistem pengolahan yang diterapkan menggunakan metode penimbunan higienis. Sampah organik diolah dengan cara dimasukkan ke dalam tanah, kemudian ditutup kembali untuk meminimalkan dampak lingkungan.
Metode ini dinilai efektif dalam menekan polusi udara serta mencegah bau menyengat yang dapat mengganggu masyarakat sekitar.
Selain fokus pada penanganan sampah, Pemerintah Kabupaten Badung juga menyiapkan rencana besar untuk menata kawasan Taman Bung Karno menjadi taman kota yang representatif.
Pengembangan ini akan terintegrasi dengan pembangunan akses jalan tembus yang menghubungkan wilayah Munggu ke kawasan Pusat Pemerintahan Badung (Puspem).
Langkah tersebut diharapkan mampu, meningkatkan konektivitas wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi baru dan endukung sektor pariwisata lokal.
Di akhir kunjungannya, Wabup menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan.
“Mari kita bekerja sama. Baik masyarakat maupun tokoh di Penarungan, bantu kami menangani masalah sampah ini secara bersama-sama,” pungkasnya. (*)









