Balitopik.com, BALI – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Dr. Johni Asadoma, M.Hum., bersama Bupati Sumba Barat Daya, Wakil Bupati Sumba Tengah, Bupati Sumba Timur dan Sekretaris Daerah Sumba Barat mengunjungi warga NTT yang tinggal di bedeng di salah satu proyek di dekat Pantai Kuta, Badung Bali, Jumat (30/1/2026) pagi.
Kunjungan itu untuk mendengar secara langsung aspirasi dari warga NTT yang bekerja sebagai buruh proyek dan tinggal di bedeng. Terlebih untuk memberikan nasihat supaya berperilaku baik dan menghormati budaya Bali. Hal ini berkaitan dengan isu sosial yang terjadi di Bali belakangan ini.
“Kami hadir di sini untuk melihat bagaimana kondisi anak-anakku sekalian. Yang paling penting adalah ketika kita bergaul dengan masyarakat kita harus jaga sikap, jaga diri, jaga tutur kata supaya tidak melanggar aturan, supaya tidak membuat orang tidak nyaman. Karena ada beberapa anak-anak yang membuat tindakan melanggar hukum dan imbasnya kena semua,” kata Johni.
Johni mengatakan, ketika di tanah rantau, maka harus bisa menyesuaikan diri dengan budaya setempat. Jangan membuat kecewa keluarga besar di kampung karena perilaku onar yang dilakukan di Bali.
“Ketika kita sudah memutuskan untuk merantau maka kita harus hormat semua orang, kita harus hargai orang, kita tidak boleh mengganggu orang lain. Kerja yang rajin simpan uang jangan dipakai untuk minum-minum,” pesan Wagub NTT tersebut.
Diketahui, warga NTT yang dikunjungi di bedeng tersebut semuanya berasal dari Sumba Barat Daya. Ada yang berkeluarga hingga membawa anak yang masih berusia 10 tahun dan putus sekolah.
Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T., ikut menanyakan harapan-harapan warganya itu. Beberapa dari mereka belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ratu Wulla pun langsung mendata dan akan mengirim dinas kependudukan untuk melakukan perekaman KTP.
Sementara untuk anak laki-laki 10 tahun yang diajak oleh orangtuanya di bedeng proyek tersebut langsung di data untuk melanjutkan sekolah (SD) dan mendapat beasiswa di Sumba Barat Daya. Selain itu Ratu Wulla juga memberikan bantuan rumah dari program pemerintah SBD kepada orang tua dari anak tersebut.
“Nanti saya akan kirimkan Dukcapil untuk melakukan perekaman biar kalian punya KTP. Untuk anak ini nanti salah satu dari orang tua untuk bawa pulang kasih di neneknya untuk lanjut sekolah. Nanti saya kan telepon kepala sekolahnya,” janji Ratu Wulla.
Para pekerja proyek itu antusias menyambut kedatangan pimpinan daerah NTT dan kepala daerah 4 wilayah di Sumba tersebut. Mereka merasa dimiliki oleh para pemimpinnya.
Kunjungan itu turut didampingi Ketua Flobamora Bali, Herman Umbu Billy, wakil Ketua III Flobamora Bali, Marthen Rowa Kasedu dan Ketua Ikatan Keluarga Besar Sumba Barat Daya (IKSBD) Bali Samuel Sairo Kalumbang.
Ketua Umum Flobamora Bali, Herman Umbu Billy menyerahkan sebuah buku panduan mandor proyek konstruksi kepada Wakil Gubernur NTT. Yang mana melalui buku itu diharapkan para mandor dapat memperlakukan para pekerja buruh proyek asal NTT secara profesional.
“Buku ini hadir untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi para mandor dan tenaga kerja konstruksi agar dapat menjalankan tugas mereka dengan lebih profesional dan sistematis,” kata Herman kepada Wakil Gubernur NTT. (*)

















