• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Lokasi terminal LNG di perairan Sidakarya. -Balitopik.com

Bisik-bisik Warga, LNG Sidakarya jadi “Hantu Baru” untuk Nelayan di Serangan

7 bulan ago
Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack. -BALITOPIK.COM

DPRD Bali Dorong Banding, Polemik Lift Kaca Kelingking Berlanjut

32 menit ago
Ketua dan Sekretaris Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Budiutama (kiri) dan I Nyoman Oka Antara. -IST

Kos Rp2 Juta, DPRD Bali Dorong UMP 2027 Tembus Rp5 Juta

4 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Koster Klarifikasi Video Viral “Diam Kamu”

5 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Koster Nilai Putusan PTUN Lift Kaca Aneh, Pemprov Bali Banding

5 jam ago
Suasana sidang paripurna ke-48 DPRD Provinsi Bali. -BALITOPIK.COM

Dewa Jack ‘Kesepian’ di Meja Pimpinan Sidang Paripurna ke-48

6 jam ago
Harmaini Hasibuan, S.H (depan ketiga dari kiri) dan saat konferensi pers. -IST

Babak Baru Kasus Tanah Pura Dalam Balangan 

20 jam ago
Petugas Imigrasi Ngurah Rai saat mengawal pendeportasian terhadap 12 WNA. -IST

Deportasi Massal WNA Bermasalah di Bali, 12 Orang Diusir dalam 10 Hari

20 jam ago
Para relawan dari Aliansi Bali Peduli Bencana Flores saat membagikan sembako di sejumlah lokasi. -IST

Aliansi Bali Salurkan Bantuan ke Korban Gempa Flores

21 jam ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Bisik-bisik Warga, LNG Sidakarya jadi “Hantu Baru” untuk Nelayan di Serangan

Reporter balitopik.com
19 Februari 2026 - 8:08 am
Lokasi terminal LNG di perairan Sidakarya. -Balitopik.com

Lokasi terminal LNG di perairan Sidakarya. -Balitopik.com

Balitopik.com, DENPASAR – Belum hilang trauma para nelayan di wilayah Serangan akibat pembatasan ruang gerak di masa lalu, kini kekhawatiran baru kembali menghantui.

Rencana proyek Terminal Gas Alam Cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) di Sidakarya mulai dirasakan sebagai ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir setempat.

Istilah “Hantu Baru” kini santer terdengar meski hanya bisik-bisik di kalangan nelayan Serangan. Sebutan ini merujuk pada bayang-bayang pembatasan akses laut yang mungkin akan berulang.

Sebelumnya, para nelayan sempat berkonflik terkait pemasangan pelampung pembatas di wilayah Laguna Serangan oleh PT BTID yang memangkas area tangkapan mereka.

Kini, proyek LNG Sidakarya hadir dengan kekhawatiran serupa. Lagi-lagi nelayan di Serangan bekerja dalam bayang-bayang ketakutan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bali Topik di lapangan, kecemasan utama nelayan terletak pada proses pengerjaan pemasangan pipa bawah laut.

Pidi, salah seorang nelayan dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Samudra Serangan mengungkapkan bahwa proyek tersebut berdasarkan informasi yang mereka dengar akan membatasi ruang gerak mereka di laut secara signifikan.

“Kami mendengar dalam proses pemasangan pipa nanti, area laut yang biasa kami gunakan untuk mencari ikan akan dibatasi,” ujarnya saat ditemui di Serangan, Rabu (18/2/2026).

Kabarnya, kata dia, selama proyek berlangsung, nelayan akan dilarang beroperasi di sekitar lokasi proyek dan akan diberikan kompensasi sebesar Rp200.000 per hari. Ia menegaskan informasi yang didengar kelompoknya itu masih berupa kabar burung.

Terhadap, nominal tersebut, ungkapnya, sangat jauh dari pendapatan mereka setiap hari. Dia mengaku bahkan setengah hari saja mereka sudah bisa mendapat Rp 500.000.

“Nominal itu masih sangat jauh dari apa yang kami dapat setiap hari. Setengah hari saja, kami bisa membawa pulang Rp500.000 dari hasil penjualan ikan. Kalau hanya diganti dua ratus ribu, itu namanya mematikan dapur kami secara perlahan,” tegas nelayan tersebut.

Kondisi ini menempatkan masyarakat Serangan terutama para nelayan dalam posisi sulit. Di satu sisi, proyek infrastruktur energi terus berjalan atas nama pembangunan, namun di sisi lain, kearifan lokal dan ekonomi masyarakat pesisir seolah terpinggirkan.

“Kita sama sekali tidak pernah menolak pembangunan apapun, hanya saja jangan sampai masyarakat kecil seperti kami menjadi korban,” tandasnya.

Untuk diketahui, rencana lokasi terminal Liquefied Natural Gas (LNG) di Denpasar, Bali, ditetapkan berada di lepas pantai kawasan Sidakarya, Denpasar Selatan. Fasilitas terminal LNG ini direncanakan dibangun sekitar 3,5 kilometer dari pesisir pantai. (*)

Tags: LNGLNG SidakaryaPulau Serangan
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • DPRD Bali Dorong Banding, Polemik Lift Kaca Kelingking Berlanjut
  • Kos Rp2 Juta, DPRD Bali Dorong UMP 2027 Tembus Rp5 Juta
  • Koster Klarifikasi Video Viral “Diam Kamu”
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?