• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Lokasi terminal LNG di perairan Sidakarya. -Balitopik.com

Bisik-bisik Warga, LNG Sidakarya jadi “Hantu Baru” untuk Nelayan di Serangan

3 bulan ago
Pakar Arsitektur Tradisional Bali, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si. -IST

Prof Rumawan Nilai Pansus TRAP Sedang “Kesunyian”

12 jam ago
Foto: Alexandro Rolando Ketua PMKRI Cabang Denpasar Periodesasi 2021-2022. (Tanggapan Layar TVRI Bali).

Profil Alexandro Rolandi, Kader Potensial PMKRI Denpasar

15 jam ago
Foto bersama kader PMKRI Denpasar dengan Agustinus Nahak dan Valerian Libert Wangge. -IST

Dari Ngopi di Margasiswa hingga Cerita Jalan Panjang Menjadi Profesional

17 jam ago
Suasana diskusi di PMKRI Denpasar bersama Agustinus Nahak dan Valerian Libert Wangge. -IST

AsetAkses, PMKRI Denpasar Hadirkan Agus Nahak Bahas Jejaring, Kepemimpinan hingga Bela Negara

17 jam ago
Alumni PMKRI Denpasar, Valerian Libert Wangge. IST

Kongres PMKRI Jangan Sekadar Ganti Pemimpin, Tapi Perkuat Ekosistem Kaderisasi

20 jam ago
Upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (1/6/2026).

Pimpin Hari Lahir Pancasila 2026, Koster Ajak Generasi Muda Pegang Teguh Ideologi Bangsa

21 jam ago
Peserta Desa Tulamben membuat rancangan penganggaran PRB-API dalam Lokakarya Teknikal Klinis di Karangasem. -IST

Karangasem Dorong Desa Integrasikan Pengurangan Risiko Bencana ke RPJMDes dan RKPDes

24 jam ago
Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa (tengah). -IST

Dukung Kesenian Inklusif, K3S Badung Fasilitasi Sekaa Arja Tuna Netra Tampil di PKB

1 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Bisik-bisik Warga, LNG Sidakarya jadi “Hantu Baru” untuk Nelayan di Serangan

Reporter balitopik.com
19 Februari 2026 - 8:08 am
Lokasi terminal LNG di perairan Sidakarya. -Balitopik.com

Lokasi terminal LNG di perairan Sidakarya. -Balitopik.com

Balitopik.com, DENPASAR – Belum hilang trauma para nelayan di wilayah Serangan akibat pembatasan ruang gerak di masa lalu, kini kekhawatiran baru kembali menghantui.

Rencana proyek Terminal Gas Alam Cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) di Sidakarya mulai dirasakan sebagai ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir setempat.

Istilah “Hantu Baru” kini santer terdengar meski hanya bisik-bisik di kalangan nelayan Serangan. Sebutan ini merujuk pada bayang-bayang pembatasan akses laut yang mungkin akan berulang.

Sebelumnya, para nelayan sempat berkonflik terkait pemasangan pelampung pembatas di wilayah Laguna Serangan oleh PT BTID yang memangkas area tangkapan mereka.

Kini, proyek LNG Sidakarya hadir dengan kekhawatiran serupa. Lagi-lagi nelayan di Serangan bekerja dalam bayang-bayang ketakutan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bali Topik di lapangan, kecemasan utama nelayan terletak pada proses pengerjaan pemasangan pipa bawah laut.

Pidi, salah seorang nelayan dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Samudra Serangan mengungkapkan bahwa proyek tersebut berdasarkan informasi yang mereka dengar akan membatasi ruang gerak mereka di laut secara signifikan.

“Kami mendengar dalam proses pemasangan pipa nanti, area laut yang biasa kami gunakan untuk mencari ikan akan dibatasi,” ujarnya saat ditemui di Serangan, Rabu (18/2/2026).

Kabarnya, kata dia, selama proyek berlangsung, nelayan akan dilarang beroperasi di sekitar lokasi proyek dan akan diberikan kompensasi sebesar Rp200.000 per hari. Ia menegaskan informasi yang didengar kelompoknya itu masih berupa kabar burung.

Terhadap, nominal tersebut, ungkapnya, sangat jauh dari pendapatan mereka setiap hari. Dia mengaku bahkan setengah hari saja mereka sudah bisa mendapat Rp 500.000.

“Nominal itu masih sangat jauh dari apa yang kami dapat setiap hari. Setengah hari saja, kami bisa membawa pulang Rp500.000 dari hasil penjualan ikan. Kalau hanya diganti dua ratus ribu, itu namanya mematikan dapur kami secara perlahan,” tegas nelayan tersebut.

Kondisi ini menempatkan masyarakat Serangan terutama para nelayan dalam posisi sulit. Di satu sisi, proyek infrastruktur energi terus berjalan atas nama pembangunan, namun di sisi lain, kearifan lokal dan ekonomi masyarakat pesisir seolah terpinggirkan.

“Kita sama sekali tidak pernah menolak pembangunan apapun, hanya saja jangan sampai masyarakat kecil seperti kami menjadi korban,” tandasnya.

Untuk diketahui, rencana lokasi terminal Liquefied Natural Gas (LNG) di Denpasar, Bali, ditetapkan berada di lepas pantai kawasan Sidakarya, Denpasar Selatan. Fasilitas terminal LNG ini direncanakan dibangun sekitar 3,5 kilometer dari pesisir pantai. (*)

Tags: LNGLNG SidakaryaPulau Serangan
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Prof Rumawan Nilai Pansus TRAP Sedang “Kesunyian”
  • Profil Alexandro Rolandi, Kader Potensial PMKRI Denpasar
  • Dari Ngopi di Margasiswa hingga Cerita Jalan Panjang Menjadi Profesional
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?