• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Tim Peneliti dari Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana saat lakukan penelitian di lokasi. -Balitopik.com

Hasil Penelitian UNUD: Mangrove Benoa Mati Karena Keracunan Logam Berat dan BBM

6 bulan ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi BEM Pertanian Unud. -IST

BEM Pertanian Unud Soroti Sawah Bali Terus Menyusut

3 jam ago
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Badung saat lakukan kunjungan ke Jogja. -IST

PKK Badung Belajar ke Yogyakarta, Bidik Administrasi Kependudukan Digital

5 jam ago
Bupati dan Wakil Bupati Badung hadiri Puncak Yadnya Massal Desa Adat Kwanji. -IST

Tekan Beban Biaya, Warga Kwanji Gelar Metatah dan Memukur Massal

5 jam ago
Kunjungan resmi delegasi Kedutaan Besar Inggris ke Puspem Badung. -IST

Inggris Bantu Badung Atasi Macet Kuta, Trem Mulai Dijajaki

6 jam ago
Warga Negara Australia (WNA) berinisial BA diamankan petugas Imigrasi Ngurah Rai saat hendak meninggalkan Bali usai video asusilanya viral. -IST

Diduga Berbuat Asusila Depan Rumah Warga, WNA Australia Ditangkap Imigrasi saat Hendak Tinggalkan Bali

9 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster dan PT. PLN Tandatangani Kesepakatan Bersama Percepatan Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali. -IST

Energi Bali Beralih dari BBM, Koster: Menjaga Citra Pariwisata Bali

9 jam ago
Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Jembrana. -IST

PLTS 100 GWp Gilimanuk Diluncurkan, Apa Dampak Ekonominya untuk Bali?

10 jam ago
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Wayan Koster mendampingi Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana. -IST

Bahlil Puji Koster soal PLTS 100 GWp: “Paten Betul Gubernur Bali Ini”

1 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Hasil Penelitian UNUD: Mangrove Benoa Mati Karena Keracunan Logam Berat dan BBM

Reporter balitopik.com
24 Februari 2026 - 1:22 pm
Tim Peneliti dari Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana saat lakukan penelitian di lokasi. -Balitopik.com

Tim Peneliti dari Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana saat lakukan penelitian di lokasi. -Balitopik.com

Balitopik.com, BALI – Universitas Udayana Bali melakukan penelitian terhadap ratusan pohon manhrove yang mati secara bersamaan di Benoa, persisnya di barat jalan pintu masuk Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan.

Tim Peneliti dari Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana yang dikordinatori oleh Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, S.P., M.Si., yang melakukan diagnosis penyakit tumbuhan ke lokasi, menemukan bahwa ratusan pohon mangrove mengalami kematian dengan gejala awal daun klorosis (daun menguning), daun nekrosis (daun kecoklatan), kulit batang mengelupas, pertumbuhan kerdil, busuk akar/hitam, dan penebalan daun (sukulensi).

Diagnosis awal mengindikasikan bahwa tidak ada infeksi patogen penyebab penyakit di lapangan, namun tanaman sakit dan mati karena terserang penyakit abiotik, salah satunya karena keracunan logam berat dan senyawa hidrokarbon (minyak).

Identifikasi awal juga menunjukkan terdapat pipa Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Pertamina yang melewati area itu. Dari data koordinasi, terungkap bahwa antara September hingga November 2025, ada kegiatan perbaikan atau perawatan pipa pada jalur distribusi dari Pelabuhan Benoa ke Pangkalan Pertamina Pesanggaran.

Laporan menyebutkan bahwa terjadi rembesan minyak yang masuk ke dalam substrat mangrove, dan diduga pembersihan (clean-up) tidak dilakukan secara lengkap setelah aktivitas teknis tersebut.

“Berdasarkan peninjauan menyeluruh terhadap data yang ada, penyebab utama matinya tanaman mangrove di daerah Bali Selatan adalah pencemaran oleh keracunan logam berat dan bahan bakar minyak (hidrokarbon).

Ciri-ciri utama penyakit tumbuhan akibat faktor abiotik yang terlihat di lokasi sampel adalah pola kematian tanaman tidak sporadis dan cenderung pada populasi blok yang sama dan tidak menyebar.

Untuk memastikan kandungan senyawa hidrokarbon yang terakumulasi pada area rhizosfer tanaman mangrove, tim peneliti saat ini sedang melakukan analisis GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry),” begiu bunyi Kesimpulan dan Rekomendasi Analitis tim penile Unud, diterima Bali Topik, Selasa (24/2/2026).

Sebelumnya pihak Pertamina Patra Niaga menyebut telah melakukan peninjauan tapi tidak ditemukan tembesan minyak penyebab matinya ratusan mangrove itu sebagaimana dugaan sebelum UNUD melakukan penelitian.

Tim penili menyebut meskipun Pertamina Patra Niaga melakukan pemeriksaan visual pada 21 Februari 2026 dan tidak menemukan lapisan minyak di permukaan air, para ahli ekologi menekankan bahwa kontaminasi hidrokarbon di dalam ekosistem mangrove biasanya masih ada di dalam tanah (sedimen).

Bahwa minyak yang masuk ke dalam pori tanah akan menutupi akar mangrove dan bersifat beracun. Senyawa aromatik yang ada dalam bahan bakar minyak bisa merusak membran sel tanaman, mengganggu cara tanaman menyerap nutrisi, dan menyebabkan kematian pohon dalam beberapa minggu setelah terpapar.

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut dan melakukan tindakan bioremediasi, maka dapat dilakukan beberapa tindakan sebagai berikut:

1. Pemantauan Kesehatan Mangrove: Tanaman Mangrove adalah aset berharga bagi Tahura Ngurah Rai, sehingga Kesehatan tanaman harus dipantau agar mendapatkan penanggulangan apabila terdapat kondisi tanaman yang kurang sehat, hal ini termasuk dalam perawatan tanaman mangrove.

2. Isolasi bakteri pendegradasi minyak bumi serta aplikasi bakteri pendegradasi minyak bumi sebagai agen bioremediasi untuk memulihkan tanah mangrove dari kontaminasi minyak.

3. Audit Lingkungan Infrastruktur Energi: Melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua pipa bawah laut dan daerah pesisir yang dimiliki Pertamina di Bali Selatan, dengan tugas untuk mengganti pipa yang sudah melewati umur pakai teknis dan menginstal sistem sensor yang bisa mendeteksi kebocoran secara real-time.

4. Moratorium dan Penegakan Hukum: Melakukan pemantauan indikasi pencemaran lingkungan di daerah sensitif sampai dokumen AMDAL diperbarui sesuai dengan kondisi lingkungan terkini, serta memberikan sanksi hukum yang tegas bagi setiap pelanggaran terhadap prosedur perlindungan lingkungan.

5. Rehabilitasi Substrat: Sebelum penanaman ulang dilakukan, perlu dilakukan pembersihan terhadap lumpur yang sudah mengeras dan menghilangkan sisa minyak di tanah agar substrat dapat mendukung pertumbuhan biji baru. Selain itu, untuk penggantian kerusakan tanaman mangrove yang sudah mati dapat juga dilakukan dengan penanaman kembali pada lahan mangrove yang lain.

6. Pembersihan Status Lahan: Membatalkan sertifikat tanah yang tidak sah di area Tahura dan memastikan fungsi hutan lindung kembali sepenuhnya tanpa ada kompromi, agar tidak merugikan ekosistem karena kepentingan bisnis.

Untuk diketahui, Hasil Diagnosa Kesehatan Tanaman Mangrove dan Studi Pustaka yang dilakukan oleh Tim Peneliti dari Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana pada Senin, 23 Februari 2026 ini Disusun Oleh:

  1. Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, S.P., M.Si.
  2. Dr. Listihani, S.P., M.Si.
  3. Ni Nyoman Sista Jayasanti, S.P., M. Biotech
  4. Restiana Maulinda, S.P., M.Si.
  5. Wafa’ Nur Hanifah, S.P., M.Si.
  6. Yuli Evrianti Br. Raja Gukguk, A.Md.
Tags: BenoaMangrovePelindoPohon MangroveUnud
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • BEM Pertanian Unud Soroti Sawah Bali Terus Menyusut
  • PKK Badung Belajar ke Yogyakarta, Bidik Administrasi Kependudukan Digital
  • Tekan Beban Biaya, Warga Kwanji Gelar Metatah dan Memukur Massal
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?