Balitopik.com, DENPASAR – Guna memperkuat benteng pertahanan generasi muda dari ancaman narkotika, BEM Universitas Ngurah Rai menunjukkan komitmen nyatanya dengan menghadiri dan mengawal langsung kegiatan Bimbingan Teknis P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) yang diselenggarakan selama dua hari, yakni pada 26 hingga 27 Februari 2026, bertempat di Grand Mirah Boutique Hotel, Denpasar.
Kehadiran jajaran BEM Universitas Ngurah Rai dalam forum strategis ini menjadi bukti dedikasi kampus dalam menjaga integritas mahasiswa, bersinergi dengan jajaran staf kemahasiswaan serta pimpinan BEM dan perwakilan mahasiswa dari berbagai institusi besar seperti ISI Bali, Monarch Dalung, Itekes Bali, ITB Stikom Bali, Undiknas Denpasar, Universitas Dhyana Pura, Universitas Triatma Mulya, Universitas Mahasaraswati, hingga Politeknik Negeri Bali.
Kegiatan ini menjadi sangat krusial karena menghadirkan panel narasumber lintas sektoral yang luar biasa, mulai dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Australian Federal Police (AFP), pihak Kepolisian, kalangan Akademisi dan Praktisi, Psikolog, hingga perwakilan Pemerintah Daerah.Melalui keterlibatan aktif ini, delegasi BEM Universitas Ngurah Rai mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai strategi pencegahan narkoba dari sudut pandang hukum, keamanan internasional, kesehatan mental, hingga kebijakan publik.
Materi yang disampaikan diharapkan mampu membekali para aktivis kampus UNR dengan pemahaman mendalam untuk menjaga integritas lingkungan pendidikan di Bali dari bahaya laten peredaran gelap narkotika.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan momen khidmat berupa deklarasi dan pengukuhan AMUBA (Anak Muda Anti Narkoba). Dengan pengukuhan ini, BEM Universitas Ngurah Rai resmi menjadi bagian dari organisasi pelopor yang bertugas melakukan edukasi sebaya dan menjadi garda terdepan dalam memberantas peredaran narkoba, baik di lingkungan kampus UNR sendiri maupun di masyarakat luas.
Melalui sinergi yang kuat antara mahasiswa Universitas Ngurah Rai dan seluruh pemangku kepentingan, gerakan ini diharapkan mampu mewujudkan visi “Bali Bersinar” (Bersih Narkoba) secara nyata dan berkelanjutan.
















