Balitopik.com, Denpasar – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap nelayan asal Semawang, Sanur, I Wayan Suta (50) yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Nusa Penida sejak Jumat (6/3/2026).
Operasi pencarian memasuki hari kedua pada Sabtu (7/3/2026) dengan melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan. Upaya penyisiran laut dilakukan untuk menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kapten Kapal KN SAR Arjuna 229, Arif Yulianto, yang memimpin operasi pencarian menjelaskan bahwa tim SAR mulai bergerak sejak pagi hari.
“Sejak pukul 07.15 Wita tim SAR gabungan sudah melaksanakan pencarian lanjutan dengan mengerahkan dua alut SAR,” ujar Arif.
Dua armada yang digunakan dalam operasi ini yakni Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas serta satu unit speed boat dari Bakamla.
Sesuai rencana operasi, tim SAR melakukan penyisiran laut dengan radius pencarian mencapai 16 nautical mile (NM) ke arah barat dari lokasi kejadian.
Total jarak tempuh pencarian mencapai sekitar 55 NM dalam satu kali operasi penyisiran.
Selain melakukan pencarian menggunakan kapal SAR, tim juga melakukan koordinasi dengan para nelayan yang melintas di sekitar area pencarian.
“Kami sudah berkoordinasi dengan nelayan yang melintasi wilayah tersebut. Jika mereka melihat tanda-tanda keberadaan korban, diharapkan segera melaporkan kepada Basarnas,” jelas Arif.
Operasi pencarian pada sorti pertama dilakukan selama kurang lebih 2,5 jam. Setelah itu tim SAR kembali sandar di Pelabuhan Benoa untuk melakukan evaluasi dan persiapan sebelum melanjutkan pencarian pada sorti berikutnya di siang hari.
Menurut Arif, kondisi cuaca saat pencarian relatif mendukung.
“Saat ini cuaca cerah dan jarak pandang cukup luas. Kami berharap kondisi cuaca tetap baik sehingga pencarian berikutnya bisa berjalan maksimal,” katanya.
Berdasarkan prosedur dan regulasi operasi pencarian dan pertolongan, operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga lima hari ke depan apabila korban belum ditemukan.
Sejumlah unsur SAR gabungan turut dilibatkan dalam operasi ini, di antaranya TNI Angkatan Laut, Polairud Polda Bali, Polairud Mabes Polri, Bakamla dan Basarnas
Kolaborasi berbagai instansi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pencarian korban di wilayah perairan Nusa Penida yang cukup luas.
Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan, I Wayan Suta dilaporkan hilang saat melaut di perairan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (6/3/2026).
Hingga saat ini tim SAR masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Pihak keluarga dan masyarakat nelayan setempat juga berharap korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.









