BADUNG, BALITOPIK.COM – Festival budaya Badung Caka Fest tahun 2026 tidak hanya menjadi panggung kreativitas ogoh-ogoh, tetapi juga terbukti menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Selama empat hari pelaksanaan di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung (Puspem), perputaran uang dari aktivitas UMKM mencapai Rp1.494.883.240.
Bupati I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa festival tersebut memang dirancang bukan sekadar ajang seni, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara budaya, kreativitas, dan penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Badung.
Menurutnya, Badung Caka Fest menjadi strategi pemerintah daerah untuk membuka peluang ekonomi baru melalui event budaya yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
“Badung Caka Fest kami siapkan bukan hanya sebagai panggung kreativitas ogoh-ogoh terbaik, tetapi juga sebagai upaya membuka sumber ekonomi baru melalui event daerah. Dengan melibatkan UMKM binaan yang telah melalui proses kurasi, kami ingin memastikan setiap kegiatan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujar Adi Arnawa.
Perputaran Ekonomi Naik Setiap Hari
Lonjakan transaksi UMKM terlihat jelas sepanjang festival berlangsung. Dari hari pertama hingga hari terakhir, nilai transaksi terus meningkat seiring membludaknya jumlah pengunjung yang datang menikmati pementasan ogoh-ogoh terbaik dari seluruh Badung.
Berikut gambaran perputaran ekonomi selama festival:
- Hari pertama (kedatangan ogoh-ogoh / loading)
Transaksi mencapai 740.000 atau sekitar 16,9% dari total transaksi. - Hari kedua (pementasan pertama)
Meningkat menjadi 211.240 atau sekitar 22,6% dari total transaksi. - Hari ketiga
Antusiasme pengunjung melonjak sehingga transaksi naik signifikan menjadi 537.000 atau sekitar 29,5%. - Hari keempat (puncak festival)
Menjadi hari dengan transaksi tertinggi yaitu 395.000 atau sekitar 30,8% dari total perputaran ekonomi.
Secara keseluruhan, total transaksi selama empat hari festival mencapai Rp1.494.883.240, menunjukkan kuatnya potensi ekonomi kreatif yang tumbuh dari penyelenggaraan event budaya.
UMKM Lokal Diberi Ruang Tanpa Biaya
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Badung melibatkan pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan yang telah melalui proses kurasi bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Badung.
Para pelaku usaha tersebut dilibatkan secara bergiliran dalam berbagai event daerah sehingga memiliki kesempatan yang merata untuk memasarkan produknya. Menariknya, seluruh UMKM yang ikut serta tidak dipungut biaya apa pun.
Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan apresiasi kepada para seniman ogoh-ogoh, komunitas kreatif, serta pelaku UMKM yang telah berpartisipasi menyukseskan festival ini.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara seni budaya dan ekonomi masyarakat akan terus diperkuat melalui berbagai event di Badung.
“Kolaborasi antara kreativitas budaya dan penguatan ekonomi masyarakat seperti ini akan terus kami dorong agar event-event di Badung mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” tutupnya. (*)









