BALITOPIK.COM, KLUNGKUNG – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyatakan kebanggaannya atas penggunaan kain tenun Endek Bali oleh brand global Dior dalam koleksi fashion internasional.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri temu wicara bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan manajemen usaha, Rabu (1/4/2026) di Kabupaten Klungkung, Bali.
Megawati hadir sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.
Dior Angkat Endek Bali ke Panggung Dunia
Megawati menjelaskan, Bali dipilih sebagai lokasi kegiatan karena tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga memiliki produk kerajinan yang telah menembus pasar internasional.
Ia mencontohkan penggunaan kain Endek Bali oleh Dior dalam ajang Paris Fashion Week 2020 lalu di Jardin de Tuileries, Paris.
“Bali dikenal oleh banyak orang asing di dunia, selain untuk berlibur, produk kerajinan Bali juga digunakan oleh masyarakat luar, seperti contohnya Dior yang menggunakan kain tenun Endek Bali dalam koleksi produknya,” ujar Megawati.
Menurutnya, pencapaian tersebut harus menjadi momentum untuk melindungi karya lokal melalui HKI.
HKI Jadi Kunci Perlindungan dan Nilai Ekonomi
Megawati menegaskan bahwa Hak Kekayaan Intelektual memiliki peran penting dalam melindungi karya sekaligus meningkatkan nilai tambah produk UMKM.
“HKI penting karena memberikan perlindungan hukum dan manfaat ekonomi jangka panjang, termasuk royalti bagi pencipta,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong memperkuat ekonomi kreatif, mulai dari hulu hingga hilir.
Kolaborasi Perkuat Ekonomi Lokal
Dalam forum tersebut, Megawati mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk menggandeng hotel dan restoran untuk memanfaatkan produk lokal, khususnya hasil pertanian dan kerajinan.
Diskusi ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Arif Satria, Hermansyah Siregar, Cecep Rukendi dan M. Riza Adha Damanik. Kegiatan ini juga dihadiri para bupati dan wali kota se-Bali.
Dorong Sosialisasi HKI Lebih Masif
Sebagai penutup, Megawati meminta agar sosialisasi HKI terus digencarkan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa dan harus dilindungi, mengingat HKI telah menjadi bagian dari sistem hukum internasional.
Selain itu, Megawati juga meminta Gubernur Bali untuk menindaklanjuti hasil pertemuan melalui program konkret guna memperkuat UMKM daerah.
Momentum Perkuat Daya Saing UMKM Bali
Temu wicara ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya perlindungan HKI, sekaligus mendorong daya saing produk lokal Bali di pasar global. (*)









