• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Foto: Ketua Pansus Trap DPRD Bali, I Made Supartha. -IST/Balitopik.com

Pansus TRAP Minta Akses dan Laba Pura Keluar dari SHGB BTID

28 detik ago
Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha. -BALITOPIK.COM

Pansus TRAP Respon PHDI Tinjau Pura Dikawasan BTID: Pura Sudah Ada Jauh Sebelum Investor Masuk

39 menit ago
Pengurus PHDI Bali meninjau akses menuju pura di kawasan BTID Serangan, Denpasar Selatan.

PHDI Desak Kepastian Hukum Akses ke Pura di Kawasan BTID Serangan

19 jam ago
Pengamat Kebijakan Publik, Umar Ibnu Alkhatab. IST/Balitopik.com

Foreign Tourist Levy Dipuji, Pengamat Minta Penegakan Hukum Tetap Tegas

20 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Koster Bakal Libatkan 34 Konjen, 8 Platform Perjalanan Global dan Maskapai Internasional guna Maksimalkan PWA

2 hari ago
Potret sapi Bali yang siap didistribusikan ke pasar. -IST/BALITOPIK.COM

Kuota Cepat Habis, Bali Pastikan Pengiriman Sapi Tetap Terkendali

2 hari ago
Para narasumber dalam diskusi IWO Bali dengan tema Dibalik Penutupan TPA Suwung Siapa Diuntungkan. -BALITOPIK.COM

IWO Bali Bedah Polemik TPA Suwung, Dorong Aksi Nyata dan Kesadaran Kolektif

2 hari ago
BEM FH UNUD saat gelar nobar Pesta Babi. -IST/BALITOPIK.COM

Catatan Kritis BEM FH UNUD Usai Nobar Pesta Babi

2 hari ago
Lembaran ucapan terima kasih dari Gubernur Bali Wayan Koster kepada seluruh wisatawan asing yang telah berkontribusi berupa membayar PWA. -IST/BALITOPIK.COM

Koster Ucapkan Terima Kasih Atas Kontribusi Turis yang Berkunjung ke Bali

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Pansus TRAP Minta Akses dan Laba Pura Keluar dari SHGB BTID

Reporter balitopik.com
18 Mei 2026 - 7:18 am
Foto: Ketua Pansus Trap DPRD Bali, I Made Supartha. -IST/Balitopik.com

Foto: Ketua Pansus Trap DPRD Bali, I Made Supartha. -IST/Balitopik.com

BALITOPIK.COM, BALI – Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan bahwa akses menuju pura-pura di kawasan Serangan harus dikembalikan kepada masyarakat dan tidak boleh berada dalam penguasaan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) milik investor.

Pernyataan itu disampaikan menyusul langkah PHDI Bali dan PHDI Kota Denpasar yang melakukan peninjauan ke sejumlah pura di kawasan BTID, Minggu (17/5) sebagai respons atas aspirasi masyarakat adat dan umat Hindu terkait kepastian akses peribadatan.

Peninjauan tersebut dilakukan karena muncul kekhawatiran masyarakat pascareklamasi Pulau Serangan sejak era 1990-an. Jika sebelumnya akses menuju pura dapat ditempuh secara terbuka melalui jalur pesisir, kini umat harus melewati jalan yang berada di dalam kawasan BTID.

Sedikitnya terdapat enam pura yang akses jalannya kini berada di dalam kawasan BTID, yakni Pura Puncaking Tingkih, Pura Beji Dalem Sakenan, Pura Beji Tirtha Harum, Pura Taman Sari, Pura Patpayung, dan Pura Tanjung Sari.

Menurut Supartha, keberadaan pura-pura tersebut jauh lebih dahulu ada dibanding aktivitas investasi di kawasan Serangan. Karena itu, negara wajib menjamin perlindungan terhadap tempat-tempat ibadah dan ruang sakral umat.

“Faktanya pura-pura itu sudah duluan ada, kurang lebih ada sembilan pura. Pura itu tempat ibadah umat Hindu dan semua tempat ibadah dilindungi konstitusi. Negara wajib menjamin dan tidak boleh menutup ruang akses masyarakat,” ujar Supartha ditrmui di Kantor DPRD Bali, Senin (18/5/2026).

Ia menilai kondisi saat ini menimbulkan persoalan serius karena pura, laba pura, hingga akses jalan menuju kawasan suci justru berada di dalam SHGB investor.

“Itu pura di Serangan tiba-tiba masuk SHGB investor. Laba pura masuk SHGB, akses jalan menuju pura juga masuk SHGB. Ini jelas melanggar,” tegasnya.

Supartha juga menyinggung nilai historis dan spiritual kawasan Serangan yang disebut telah menjadi lokasi suci sejak masa perjalanan Dang Hyang Nirartha pada abad ke-14.

“Dulu ketika ada musibah di Majapahit dan Kediri, Dang Hyang Nirartha napak tilas ke sana karena tempat itu masih suci dan memiliki energi spiritual yang baik. Itu yang harus dijaga,” katanya.

Pansus TRAP DPRD Bali, lanjut dia, menjadikan persoalan tersebut sebagai salah satu rekomendasi penting dalam pembahasan. Pihaknya meminta agar hak-hak masyarakat adat terkait pura, laba pura, serta akses menuju tempat suci dikeluarkan dari kawasan SHGB BTID.

“Itu menjadi salah satu rekomendasi kami, untuk mengembalikan hak-hak masyarakat terkait pura, laba pura, dan akses menuju pura agar dikeluarkan dari SHGB,” pungkasnya. (*)

Tags: akses pura BTIDBTID SeranganI Made Suparthalaba pura SeranganPANSUS TRAP DPRD BaliPHDI Balipura di kawasan BTIDreklamasi SeranganSHGB investorumat Hindu Bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Pansus TRAP Minta Akses dan Laba Pura Keluar dari SHGB BTID
  • Pansus TRAP Respon PHDI Tinjau Pura Dikawasan BTID: Pura Sudah Ada Jauh Sebelum Investor Masuk
  • PHDI Desak Kepastian Hukum Akses ke Pura di Kawasan BTID Serangan
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?