• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Gede Harja Astawa saat membacakan pandangan fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali. -BALITOPIK.COM

Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali Kritik Raperda Pariwisata dan Retribusi

5 bulan ago
Seorang model saat tampil di Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hita Kara” di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, Kamis (27/8/2026). -IST

Putri Koster Ungkap 3 Kunci Bawa Wastra Bali ke Dunia

12 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Bali Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo) di Jayasabha, Denpasar, Jumat (28/8/2026). -IST

Koster Ingin Bali Kurangi Ketergantungan Energi Fosil

12 jam ago
Aliansi Bali Peduli Bencana Flores saat menyalurkan bantua logistik pangan kepada mahasiswa asal Flores di Bali. -IST

Gempa Flores Tekan Ekonomi Keluarga, 100 Mahasiswa di Bali Dapat Bantuan Logistik

1 hari ago
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap nenek yang hilang. -IST

Lansia 79 Tahun Hilang di Nusa Penida, Tim SAR Sisir Bukit

2 hari ago
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko turun langsung memimpin Operasi Pengawasan Orang Asing Dharma Dewata. -IST

Dirjen Imigrasi Pimpin Langsung Operasi, Lima WNA Diamankan di Canggu

2 hari ago
WNA Prancis berinisial LR (tengah) saat dideportasi dari Bali. -IST

Diduga Buat Konten Asusila, WN Prancis Dideportasi dari Bali

2 hari ago
Kegiatan Duta Bersinar (Bersih Narkoba) Kecamatan Kuta Utara yang dikukuhkan dalam kegiatan “Merdeka Tanpa Narkoba” di Mie Kober Dalung, Kuta Utara, Kamis (27/8/2026). -IST

Pelajar Kuta Utara Dibidik Jadi Garda Depan Perang Melawan Narkoba

2 hari ago
Momen Peluncuran Immigration Lounge Discovery Mall Bali, Kamis (27/8/2026). -IST

Ni Luh Djelantik dan AWK Dirangkul Dirjen Imigrasi, Koster dan De Gadjah Gandengan, Ada Pesan Bali Bersatu

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali Kritik Raperda Pariwisata dan Retribusi

Reporter balitopik.com
14 April 2026 - 10:41 am
Gede Harja Astawa saat membacakan pandangan fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali. -BALITOPIK.COM

Gede Harja Astawa saat membacakan pandangan fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali. -BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Fraksi Partai Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Rapat Paripurna ke-33 DPRD Bali, Selasa (14/4/2026). Pandangan umum tersebut dibacakan oleh Gede Harja Astawa.

Dalam penyampaiannya, Gede Harja Astawa mengapresiasi inisiatif pemerintah daerah dalam menyusun Raperda Tata Kelola Usaha Pariwisata Bali Berkualitas, namun mempertanyakan penggunaan istilah dalam judul.

“Apakah penggunaan kata ‘berkualitas’ dalam judul Raperda merupakan bentuk pengakuan bahwa selama ini tata kelola usaha pariwisata di Bali tidak atau kurang berkualitas? Pikiran dikotomis ini mesti dihindari agar tidak menimbulkan perdebatan berkepanjangan di ruang publik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Fraksi Gerindra-PSI lebih cenderung menggunakan pendekatan pariwisata berkelanjutan.

“Fraksi Gerindra-PSI cenderung memilih kata ‘berkelanjutan’, karena usaha pariwisata berkelanjutan mesti dengan prasyarat berkualitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengkritisi cara pandang terhadap sektor pariwisata.

“Penggunaan kalimat usaha pariwisata sebagai konsep industri memberi kesan bahwa pariwisata adalah kumpulan usaha. Pola pikir seperti ini mesti mulai ditinggalkan dan mulai memandang pariwisata sebagai satu ekosistem,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menyesuaikan Raperda dengan kebijakan nasional.

“Penyelenggaraan kepariwisataan tidak hanya bersifat berkualitas, tetapi juga mesti inklusif, adaptif, inovatif, sistematis, terencana, terpadu, berkelanjutan, dan keterbaruan,” ujarnya.

Terkait substansi, ia mempertanyakan tidak dicantumkannya asas kepastian hukum dan keadilan dalam Raperda.

“Kenapa Raperda tidak menggunakan asas kepastian hukum dan asas keadilan, apakah kedua asas ini dipandang tidak relevan?” katanya.

Ia juga menyoroti belum diaturnya sektor sport tourism dan wisata spiritual sebagai bagian penting penggerak ekonomi pariwisata.

Selain itu, ia mengkritisi definisi wisatawan berkualitas dalam Raperda.

“Rumusan wisatawan berkualitas bersifat alternatif, artinya satu ciri saja terpenuhi sudah dapat disebut berkualitas. Seharusnya bersifat kumulatif sehingga benar-benar mencerminkan kualitas wisatawan,” ujarnya.

Dalam aspek hukum, ia juga menyoroti pengaturan sanksi.

“Memasukkan ketentuan sanksi adat dalam Raperda mesti dilakukan secara hati-hati dan tidak serta merta dirumuskan,” tegasnya.

Sementara itu, terkait Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, ia menilai perlu adanya fleksibilitas dalam pengaturan tarif layanan, khususnya bagi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Ia juga mengkritisi inkonsistensi dalam regulasi.

“Raperda ini inkonsistensi dalam penormaan karena pada satu sisi mengatur perubahan, namun di sisi lain mencabut Peraturan Gubernur,” katanya.

Di luar itu, ia menyoroti sejumlah isu strategis di Bali, mulai dari transparansi pungutan wisatawan asing, pelayanan kesehatan, hingga penanganan bencana.

“Kami mencermati kelambatan dalam merespon penanganan bencana alam, tidak jelasnya penetapan status darurat bencana, serta perlunya transparansi anggaran,” ujarnya.

Ia juga menyinggung persoalan lingkungan dan sosial.

“Provinsi Bali memiliki citra baik, tetapi secara implementasi terdapat permasalahan ekologis, abrasi, kerusakan pesisir, peningkatan sampah, dan meningkatnya kasus bunuh diri,” katanya.

Gede Harja Astawa menekankan pentingnya pembangunan yang seimbang.

“Pertumbuhan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan penguatan lingkungan, penataan ruang, dan pelestarian budaya Bali. Pemerintah perlu fokus pada pembangunan kualitas nyata, bukan sekadar citra di permukaan,” pungkasnya. (*)

Tags: DPRD BaliFraksi Gerindra-PSIGerindra BaliPSI Bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Putri Koster Ungkap 3 Kunci Bawa Wastra Bali ke Dunia
  • Koster Ingin Bali Kurangi Ketergantungan Energi Fosil
  • Gempa Flores Tekan Ekonomi Keluarga, 100 Mahasiswa di Bali Dapat Bantuan Logistik
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?