BALITOPIK.COM, BALI – Puluhan warga dari Serangan dan Jimbaran mendatangi Kantor DPRD Bali dengan membawa mawar putih dan berbagai jenis bunga berwarna putih, lalu menyerahkannya kepada Pansus TRAP DPRD Bali, Jumat (24/4/2026) siang.
Ketua Pansus TRAP bersama jajaran langsung disambut warga di pintu keluar Ruang Sidang Utama DPRD Bali usai rapat paripurna.
Perwakilan warga Pulau Serangan, Siti Sapurah alias Ipung, menjelaskan bahwa aksi tersebut dilakukan secara spontan sebagai bentuk apresiasi terhadap ketegasan Pansus TRAP dalam menutup sementara beberapa proyek PT BTID di Kawasan Kura-Kura Bali.
“Kami datang ke sini hanya untuk satu hal, yaitu mendukung dan mengapresiasi Pansus TRAP atas apa yang telah dilakukan di PT BTID,” kata Ipung
“Terus berjuang. Mawar putih ini sebagai simbol ketulusan. Kami berdoa agar seluruh anggota Pansus TRAP DPRD Bali diberikan kesehatan,” ungkapnya lagi sembari menyerahkan bunga mawar putih kepada Ketua Pansus TRAP.
Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Suparta, mengatakan pihaknya merasa mendapat dukungan besar dari masyarakat Bali dalam menjalankan tugas menjaga aset dan tata ruang Bali.
“Kami menerima bunga putih sebagai lambang kesucian dari masyarakat. Ini tentu menjadi harapan bagi kami untuk bekerja secara tulus, lurus, dan ikhlas dalam menjaga Bali,” kata Suparta.
Seluruh anggota Pansus TRAP hadir dan menemui warga yang datang. Mereka masing-masing menerima bunga mawar putih dari warga serta didoakan agar tetap sehat dan fokus memberantas pelanggaran tata ruang di Bali.
“Seluruh Pansus TRAP berterima kasih kepada masyarakat atas bunga putih yang diberikan. Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan rakyat. Rakyat adalah tuan, dan kami semua adalah pelayan. Seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah wajib bersatu menjaga ruang dan alam Bali,” tandas Supartha.
Aksi damai dengan mawar putih ini menjadi simbol kuat bahwa masyarakat kini ikut mengawal proses penegakan aturan, sekaligus berharap agar pembangunan di Bali berjalan lebih adil dan berkelanjutan. (*)









