BALITOPIK.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung tancap gas dalam mendorong transformasi digital pelayanan publik. Salah satu langkah strategis yang kini digenjot adalah aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai kunci utama memastikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.
Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan aktivasi IKD sekaligus sosialisasi piloting digitalisasi bansos yang digelar serentak di enam kecamatan, Selasa (5/5/2026).
Program ini melibatkan ratusan agen pendamping yang menjadi ujung tombak implementasi di lapangan.
Kepala Dinas Sosial Badung, Drs. I Gde Eka Sudarwitha menegaskan bahwa digitalisasi ini merupakan bagian dari reformasi sistem pelayanan sosial berbasis data.
“Badung ditunjuk sebagai lokasi piloting digitalisasi bansos. Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi,” ujarnya.
Program ini merupakan implementasi kebijakan nasional, termasuk integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang bertujuan menyatukan seluruh data penerima bantuan dalam satu sistem terpadu.
Melalui integrasi ini, pemerintah dapat menciptakan interoperabilitas antarinstansi sehingga potensi kesalahan data hingga kebocoran bantuan dapat ditekan secara signifikan.
“Dengan sistem ini, data penerima manfaat menjadi lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran,” tambahnya.
Tak hanya itu, Badung juga masuk dalam agenda kunjungan Presiden dalam rangka evaluasi pelaksanaan program piloting tersebut. (*)









