• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
BEM FH UNUD saat gelar nobar Pesta Babi. -IST/BALITOPIK.COM

Catatan Kritis BEM FH UNUD Usai Nobar Pesta Babi

35 detik ago
Lembaran ucapan terima kasih dari Gubernur Bali Wayan Koster kepada seluruh wisatawan asing yang telah berkontribusi berupa membayar PWA. -IST/BALITOPIK.COM

Koster Ucapkan Terima Kasih Atas Kontribusi Turis yang Berkunjung ke Bali

17 jam ago
Gubernur Bali, Wayan Koster saat melakukan kunjungan resmi ke Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhisheng, Kamis (14/5/2026). -BALITOPIK.COM

Koster dan Konjen Tiongkok Bahas PSEL, Digitalisasi dan Ekspor Buah Bali

1 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster berdialog dengan pelaku usaha transportasi dan koperasi taksi terkait percepatan elektrifikasi kendaraan di Bali. -BALITOPIK.COM

Koster Dorong Elektrifikasi Taksi dan Transportasi Listrik di Bali

1 hari ago
Pecalang Desa Adat Sibanggede saat mengamankan Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga yang diselenggarakan GPPI Jemaat Sang Sinar Bali di Warung Coffee d’Kebun, Tanah Ayu, Sibanggede, Badung, Kamis (14/5/2026).

Pecalang Bali Kawal Ibadah Umat Kristiani di Sibanggede

2 hari ago
Tim penasihat hukum para orang tua murid. Dari kanan: Bayu Pradana, Anna Fransiska, Alexander Yovie dan Krist Turnip. -BALITOPIK.COM

Orang Tua Murid Resah, Dugaan Sekolah Internasional Ilegal di Gianyar Dilaporkan

2 hari ago
Dinas Perhubungan Badung menyiapkan rekayasa arus kendaraan di enam titik rawan macet kawasan Pecatu untuk memperlancar akses menuju Uluwatu. -IST/BALITOPIK.COM

Dishub Badung Siapkan Rekayasa Lalu Lintas, Urai Kemacetan di Kawasan Pecatu

3 hari ago
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta. -Ilustrasi

Nyoman Parta Tolak Rencana PPN Sembako: “Rakyat Sudah Sulit Makan”

3 hari ago
Satpol PP Provinsi Bali saat menutup sementara proyek Marina di Kawasan Kura-Kura Bali pada 23 April 2026 lalu. -BALITOPIK.COM

ARUKKI: Setelah dari Kejagung dan KPK, BTID Kini Dilaporkan ke Kejati Bali dan Pansus TRAP

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Catatan Kritis BEM FH UNUD Usai Nobar Pesta Babi

Reporter balitopik.com
16 Mei 2026 - 9:01 am
BEM FH UNUD saat gelar nobar Pesta Babi. -IST/BALITOPIK.COM

BEM FH UNUD saat gelar nobar Pesta Babi. -IST/BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH UNUD) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi terbuka film dokumenter Pesta Babi dalam program “Beranda Hukum” di Denpasar, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa Universitas Udayana, mahasiswa lintas kampus, hingga masyarakat sipil yang bersama-sama membahas isu ketidakadilan terhadap masyarakat adat Papua dan perlindungan hukum adat di Indonesia. Ketua BEM FH UNUD, I Gusti Agung Roman Kertajaya, serta Made Gerry Gunawan, S.H., M.H., sebagai pemantik diskusi.

Sepanjang pemutaran film, peserta disuguhkan gambaran konflik yang dialami masyarakat adat Papua, mulai dari persoalan ruang hidup, tekanan sosial, hingga ancaman terhadap ritual adat akibat kepentingan eksternal.

Suasana diskusi juga berlangsung intens setelah salah satu mahasiswa asli Papua yang hadir menyampaikan kesaksian langsung mengenai kondisi masyarakat Papua saat ini.

Roman Kertajaya mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi akademik untuk membahas persoalan masyarakat adat secara kritis dan terbuka.

“Film ini bukan sekadar tontonan, tetapi menjadi ruang pembelajaran bersama mengenai realitas masyarakat adat Papua dan pentingnya perlindungan hukum terhadap hak-hak mereka,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, para peserta juga membahas pentingnya pengesahan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Hukum Adat sebagai payung hukum untuk melindungi hak masyarakat adat atas tanah, budaya, dan ruang hidup.

Kepala Bidang Kajian dan Aksi Strategis BEM FH UNUD, Ida Bagus Gede Permana Putra Manuaba, menilai kondisi yang tergambar dalam film menjadi bukti perlunya perlindungan hukum yang lebih kuat bagi masyarakat adat.

“RUU Masyarakat Hukum Adat menjadi penting agar negara benar-benar hadir melindungi identitas budaya dan ruang hidup masyarakat adat,” katanya.

Menurutnya, hilangnya kendali masyarakat adat terhadap tanah dan wilayah adat menjadi persoalan serius yang harus mendapat perhatian negara. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan yang diselenggarakan BEM FH UNUD merupakan bagian dari kebebasan akademik dan kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, aparat disebut hadir dan melakukan penekanan terkait aspek perizinan kegiatan. Meski demikian, pihak BEM FH UNUD menegaskan kegiatan berlangsung kondusif dan tetap menjadi bagian dari ruang diskusi akademik yang sah.

Roman Kertajaya menegaskan kebebasan akademik harus dijaga sebagai ruang penyampaian gagasan, kritik, dan refleksi sosial di lingkungan kampus.

“Diskusi akademik tidak boleh dibungkam selama dilakukan secara damai, terbuka, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

BEM FH UNUD juga menyinggung pernyataan Menteri HAM, Natalius Pigai, yang menyatakan pelarangan pemutaran film tidak dapat dilakukan secara sepihak tanpa dasar hukum yang jelas. Menurut mereka, karya film merupakan bagian dari kebebasan berekspresi dalam negara demokrasi.

Selain itu, BEM FH UNUD menegaskan bahwa negara wajib melindungi masyarakat hukum adat sebagaimana diatur dalam Pasal 18B ayat (2) UUD NRI 1945 serta penghormatan terhadap identitas budaya sebagaimana tercantum dalam Pasal 28I ayat (3) UUD NRI 1945.

Dalam pernyataan sikapnya, BEM FH UNUD menyampaikan duka cita terhadap masyarakat adat Papua atas berbagai bentuk kekerasan, intimidasi, dan perampasan ruang hidup yang disebut masih terjadi hingga saat ini.

Mereka juga mengecam eksploitasi sumber daya alam dan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara terhadap masyarakat adat Papua.

Kegiatan diskusi berlangsung dengan antusias dan diikuti peserta yang aktif menyampaikan pandangan selama forum berlangsung. (*)

Tags: BEM FH UNUDBerita BaliDiskusi MahasiswaFilm Pesta BabiHukum Adat PapuaKebebasan AkademikMahasiswa BaliMasyarakat AdatNatalius PigaiPapuaRUU Masyarakat Hukum AdatUniversitas Udayana
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Catatan Kritis BEM FH UNUD Usai Nobar Pesta Babi
  • Koster Ucapkan Terima Kasih Atas Kontribusi Turis yang Berkunjung ke Bali
  • Koster dan Konjen Tiongkok Bahas PSEL, Digitalisasi dan Ekspor Buah Bali
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?