BALITOPIK.COM, DENPASAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Denpasar mendapat apresiasi dari kalangan legislatif.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Partai Gerindra, AA Ayu Priniti, menilai program tersebut berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi kesehatan serta kebutuhan gizi siswa di sekolah.
Penilaian itu disampaikan setelah pihak Komisi IV DPRD Kota Denpasar saat melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah untuk melihat pelaksanaan program MBG di lapangan.
Menurut AA Ayu Priniti, hasil monitoring menunjukkan distribusi makanan berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran kepada para siswa penerima manfaat.
“Kami melihat MBG di Kota Denpasar berjalan sangat bagus dan sudah sesuai dengan apa yang diprogramkan, baik jenis makanan hingga penerima makanan sudah bagus,” ujar AA Ayu Priniti saat diwawancarai awak media di Denpasar, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, kualitas makanan yang disalurkan kepada siswa juga telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Hal itu dinilai penting agar program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga benar-benar memberi manfaat bagi tumbuh kembang anak.
Selain mendukung pemenuhan gizi siswa, program MBG disebut turut menciptakan suasana belajar yang lebih positif di lingkungan sekolah. Antusiasme siswa saat menerima makanan menjadi indikator bahwa program tersebut diterima dengan baik.
“Kami lihat anak-anak happy dan senang dengan adanya MBG,” katanya.
Komisi IV DPRD Kota Denpasar sebelumnya melakukan kunjungan langsung ke sejumlah sekolah dasar untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak Indonesia. Program ini juga diharapkan mampu membantu menciptakan generasi yang sehat, aktif, dan siap menghadapi masa depan.
Di Kota Denpasar, pelaksanaan MBG terus diperkuat melalui pengawasan lintas sektor agar kualitas makanan, distribusi, hingga ketepatan sasaran tetap terjaga. (*)









