BALITOPIK.COM, DENPASAR – Di tengah tantangan dunia profesional yang semakin kompetitif, kader PMKRI Denpasar mendapat kesempatan belajar langsung dari praktisi hukum dan komunikasi nasional, Agustinus Nahak, dalam sebuah forum dialog lintas generasi yang digelar di Margasiswa PMKRI Denpasar, Minggu (31/5/2026).
Forum bertajuk AsetAkses itu menjadi ruang berbagi pengalaman tentang kepemimpinan, pengembangan kapasitas diri, jejaring profesional, hingga pentingnya menjaga integritas dalam perjalanan karier. Kegiatan tersebut dihadiri kader aktif, alumni, serta sejumlah tokoh PMKRI dari berbagai generasi.
Agustinus Nahak, SH., MH., advokat nasional yang juga menjabat Kepala Humas Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI) dan CEO NPLO Media Group berbagi banyak kisah inspratif.
Dalam suasana santai dan interaktif, kader PMKRI Denpasar diajak menyadari bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan membangun relasi, menjaga kepercayaan, dan terus belajar dari pengalaman hidup.
“Kapasitas memang penting, tetapi kemampuan menjaga kepercayaan, membangun relasi yang sehat, dan terus belajar dari pengalaman hidup juga menjadi faktor yang menentukan perjalanan seseorang,” ujar Agustinus.
Menurutnya, generasi muda perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang berlangsung cepat dengan terus meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring yang produktif. Ia menegaskan bahwa relasi bukan sekadar mengenal banyak orang, melainkan membangun reputasi dan kepercayaan yang mampu membuka peluang kolaborasi di masa depan.
Diskusi kemudian berkembang pada berbagai isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari tantangan dunia kerja, profesi hukum, kepemimpinan, hingga pentingnya kemampuan beradaptasi di era perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Alumni PMKRI Denpasar, Valerian Libert Wangge, yang turut hadir dalam forum tersebut, menekankan pentingnya keseimbangan antara kapasitas intelektual dan kemampuan membaca realitas sosial.
“Organisasi kader harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya kuat dalam konsep dan diskusi, tetapi juga mampu beradaptasi, membangun kolaborasi, memahami realitas masyarakat, serta menjaga kepercayaan dalam kehidupan profesional,” katanya.
Sementara itu, Ketua PMKRI Denpasar Stanley Francisco Gurion menilai forum seperti ini menjadi bagian penting dari proses kaderisasi karena mempertemukan kader dengan pengalaman nyata para alumni dan profesional yang telah lebih dahulu berkarya di berbagai bidang.
Diskusi berlangsung hangat hingga malam hari dengan berbagai pertanyaan seputar organisasi, karier, kepemimpinan, dan masa depan generasi muda Indonesia.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak hanya tumbuh melalui seremoni formal, tetapi juga melalui dialog, perjumpaan lintas generasi, serta semangat untuk terus belajar dan membangun kontribusi nyata bagi masyarakat. (*)









